
Hasasi terus menarik tanganku menjauhi pesta Min Xiying, Dengan wajah yang menakutkan Hasasi terus menarikku menuju ke suatu tempat yang sepi disekitar wilayah kerajaan Min. Hutan yang rindang dan sepi adalah tempat Hasasi mengajak aku mengobrol berdua. Sepertinya Hasasi ingin mengajakku berbicara berdua dengan serius.
"Hasasi ..." ucapku lirih saat kami sampai di hutan dekat kerajaan Min
"Mmmm..." gumam Hasasi dingin
"Kamu kenapa Hasasi?" tanyaku polos
"Menurutmu?" ucap Hasasi dingin
"jangan dipikirkan ucapan Min Xiying"
"Kan aku udah bilang jangan kemana - mana, kenapa gak nurut" ucap Hasasi marah
"Aku gak kemana - mana" ucapku lirih
"Lalu...Kenapa itu orang ngaku - ngaku kamu calon permaisurinya"
"Aku tidak tahu ... sudah aku jelasin tapi dia tetep saja memaksa" jelasku
"Kenapa kamu bisa kenal dengan itu orang?" tanya Hasasi dingin
"Aku kenal di Mall saat di food court"
"Terus..."
__ADS_1
"Saat aku mau makan, tiba - tiba dia duduk di depanku semeja denganku lalu kita mengobrol bareng "
"Kenapa kamu gak ngusir?"
"A...aku mau usir gimana, banyak orang yang liat Hasasi ... apalagi ada ajudannya, kan takut aku diapa apain" ucapku lirih
"Lain kali kamu langsung aja pergi jika ada yang mata buaya kayak gitu" protes Hasasi
"I..iya Hasasi ... ma...maaf" ucapku lirih dan tidak ku sangka akupun menangis
Aku hanya diam, tidak berani menatap mata Hasasi yang sangat dingin seperti singa yang sedang marah. aku ingin menangis sekencang - kencangnya tapi aku gak mau tangisku kedengaran Hasasi. akhirnya aku hanya bisa diam dan menahan tangisku sehingga terdengar sesenggukanku saja
"Kamu nangis?" tanya Hasasi saat mendengar senggukanku
"Ti ... tidak kok" ucapku lirih, tiba - tiba Hasasi mengangkat wajahku dan mataku menatap matanya
"Tidak kok" ucapku
"Kamu menangis?" ucap Hasasi sekali lagi dan akupun diam
"Apa aku terlalu membentak ke kamu?" ucap Hasasi lembut dan aku hanya diam saja tiba - tiba Hasasi memelukku erat
"Maafkan aku ya sayang" ucap Hasasi saat memelukku dan tangisku pecah
"Udah jangan nangis sayang, aku yang terbakar emosi aja tadi" ucap Hasasi menenangkanku dan mengelus rambutku
__ADS_1
"Jangan menangis lagi ya sayang" ucap Hasasi menenangkanku dan akupun mengangguk pelan
"Udah jangan sedih ... bukan salah kamu..."
"Aku tadi hanya emosi sayang, aku takut ... aku takut aku akan kehilanganmu" ucap Hasasi berbisik di telingaku
Tiba - tiba aku merasa bahuku basah, aku tidak tahu air apa yang membasahi bahuku. karena penasarann aku melepaskan pelukannya Hasasi pelan - pelan tapi Hasasi memelukku sangat erat. Aku coba untuk melepaskan lagi berulang kali dan akhirnya pelukannya Hasasi terlepas dari tubuhku. Aku melihat pipi Hasasi basah dengan air matanya sepertinya dia juga menangis
"Hasasi kamu menangis?" tanyaku lembut tapi Hasasi diam saja
"Kamu kenapa menangis Hasasi?" ucapku menghapus air matanya
"Aku takut kehilanganmu" ucap Hasasi lirih
"Aku gak akan kemana - mana kok Hasasi"
"Aku takut ..." ucap Hasasi lirih
"Tenang saja sayang, aku gak tergoda dengan Min Xiying kok" ucapku meyakinkan Hasasi
"Beneran ya?"
"Iya aku janji" ucapku meyakinkan dan Hasasi kembali memelukku erat
"Terimakasih Fifiyan" ucap Hasasi senang
__ADS_1
Hasasi terus memelukku dengan dengan erat sampai aku tidak bisa bergerak. Seperti Hasasi memang bersungguh - sungguh tidak mau kehilanganku dan emang dia sungguh - sungguh dengan perkataannya selama ini. Jujur aku senang sekali mendengarnya tapi aku juga takut orang tuanya tidak merestui kami.