
Malam semakin larut dan cuaca semakin dingin. Tetapi Hasasi masih betah duduk mengobrol berdua bersamaku
"Mmm Hasasi kamu mau cerita apa?
"Aku gak tau mau cerita apa" gumam Hasasi menatap langit
"Lalu kenapa kamu mau bercerita denganku kalau kamu tidak punya cerita?"
"Ya aku cuma pengen berduaan denganmu saja" gumam Hasasi menatapku
"Ya kan kita tiap hari berduaan Hasasi..." gumamku
"Ya iya sih... tapi, semenjak tidak bersamamu lagi aku rindu berbincang dan berduaan denganmu"
"Hmmm iya juga sih, kita udah lama gak bersama"
"Kamu gak punya cerita?"
"Mmm cerita apa ya?" gumamku bingung
"Oh ya tadi pas kamu mengobrol dengan Lisa apa yang dia katakan?"
"Cuma bicara sebentar tentang ketakutannya"
"Apa yang ia takutkan?"
"Dia takut Min Xiying punya selir banyak"
"Lalu kamu jawabnya gimana?"
"Ya aku meyakinkan Lisa kalau Min Xiying tidak akan punya banyak selir"
"Hewmm ... emang kamu tau gitu dia gakbakal punya selir?"
"Ya tahulah, dia pernah cerita kepadaku"
"Oh ya?..."
"Ya waktu dia mengajakku berkeliling istana kerajaan, dia bilang dia mau menikahiku dan dia janji gak bakal punya selir"
"Heleh itu cuma alesan dia aja" gumam Hasasi kesal
"Hey kenapa kamu jealous? " ejekku
"Enggak kok... mana ada aku jealous" gumam Hasasi membuang muka
"Bilang aja kalau kamu jealous, gak usah di tutup - tutupi" ejekku
"Enggak... aku gak jealous"
"Bilang aja kalau kamu jealous Hasasi..." sindirku dan Hasasi hanya bernafas berat
"Hmmm baik - baik, emang aku cemburu"
"Hahaha, wajahmu gak bisa berbohong yoebo" sindirku
"What is yoebo?"
"Yoebo tuh penggilan sayang"
"Bahasa mana?"
__ADS_1
"Bahasa Korea, masa kamu gak tau?" gumamku
"Mmmm enggak... aku cuma tahu beberapa aja"
"Terus yang kamu tahu apa?"
"Yang aku tahu bahasa Inggris sama Jepang"
"It's okay "
"Mmm tapi panggilan yeobo itu keren juga, panggil aku yoebo" gumam Hasasi
"Panggil Baby aja deh"
"Baby ... bayi atau baby... sayang"
"Baby ... bayilah"
"Emang aku masih bayi??"
"Hehehe iya deh panggil sayang aja deh"
"Mmm boleh lah"
"Mmmm Hasasi, aku mo tanya"
"Tanya apa?"
"Kalau kamu gak sama aku kamu nikah sama siapa?"
"Kenapa kamu tanya seperti itu?"
"Hmmm... aku gak tau" gumamku
"Kemungkinan?"
"Paling nikah sama wanita lain"
"Siapa?"
"Aku juga gak tahu siapa"
"Kok gak tahu sih?"
"Ya mana aku tahu Fifiyan, yang aku tahu kan sekarang aku sama kamu udah itu aja"
"Hmmm ... iya sih" gumamku
"Jadi... kapan kita nikah?" tanyaku dan Hasasi menatapku sambil geleng kepala
"Hadeh ini anak... sabar sayangku, udah berapa kali kamu bertanya seperti itu!!!" gumam Hasasi sambil mengelus rambutku
"Ya kamu selalu bilang sabar sabar tapi gak ada kepastian... kalau aku dinikahin orang lain gimana?" gumamku
"Tidak mungkin lah, kamu kan milikku "
"Ya kan gak kamu nikah - nikahin" gumamku
"Ya suatu saat aku akan nikahin kamu, ada satu hal yang harus aku capai dulu"
"Apa itu?"
__ADS_1
"Ada deh pokoknya"
"Kan kamu udah punya segalanya rumah termewah juga udah ... lalu kurang apa lagi?" gumamku
"Aku belum membahagiakan orang tuaku sayang apalagi aku anak pertama ... jadi sabar ya"
"Hmmm iya Hasasi... I will wait you"
"Makasih sayang"
"Iya sayangku..."
"Hmmm kalau cewek lain pasti udah nyari lain kalau gak gitu maksa nikah"
"Oh ya?... emang udah pernah ngalamin?" tanyaku
"Udah... contohnya Sari Lie malah milih pacaran sama Kwan Liang ... apalagi Amelia sama Cindy yang sama - sama memaksaku untuk cepat - cepat menikah walaupun aku udah menjelaskan aku belum pengen nikah"
"Tapi kenapa pas Amelia kamu turutin?"
"Karena itu ayah yang menyuruhku dan malah pas pernikahan orang tuaku gak datang"
"Loh iya kah?"
"Iya... Lisa pun cuma datang sebentar lalu pergi dari acara, makanya aku berfikir dari pada aku durhaka mending aku batalin... tapi aku bingung mencari alasannya dan untungnya kamulah alasanku membatalkan pernikahan itu"
"Jadi?... itu alasan yang sebenarnya?"
"Ya... itu alasanku yang sebenarnya membatalkan permainan pernikahan itu"
"Hmmm ya syukurlah kamu gak durhaka sekarang" ejekku
"Ya begitulah, hemm banyak juga ya cerita suka duka cinta kita berdua Fifiyan"
Mmm ya benar Hasasi, kalau aku gak sabar menghadapimu yang dikelilingi dan dimiliki wanita lain pasti udah aku tinggal kamu dengan laki - laki lain ... tapi saat aku bersama dengan laki - laki lain disaat itu kamu selalu ada di situasi itu Hasasi dan hal itu membuatku menyerah dengan yang lain dan memilih kamu" desahku
"Ya... aku gak mau kehilanganmu sayang... apalagi kamu berbeda dengan wanita lain, kamu unik, nyenengin, perhatian, pinter, jago masak, bisa bantuin aku di perusahaan, dan yang pasti istri yang mirip dengan kriteriaku jadi membuatku tidak rela melepaskanmu"
"Heleh gombal"
"Aku serius..."
"Hmmm iya - iya Hasasi... aku tahu itu, kamu udah berkali - kali bilang aku kayak gitu" gumamku
"Iya pasti lah biar kamu yakin sama aku"
"Ya aku yakin kok sama kamu sayang" gumamku
"Hmmm ayo kita tidur dulu sayangku"
"Kamu udah ngantuk?"
"Belum sih tapi kan besok kita ke mall nganterin ibuk "
"Hmmm iya juga sih... ya udah kita tidur dulu kalau gitu" gumamku berdiri
"Ayo yeobo kita tidur" ajakku sambil menarik tangan Hasasi
"Iihh kamu manja juga ya... ya udah ayo kita tidur" gumam Hasasi senang
Aku dan Hasasi kembali ke kamar untuk tidur apalagi besok pasti bikin badan capek karena nganterin ke mall calon mertua dan sekarang sudah tengah malam jadi ya mau gak mau harus tidur dulu
__ADS_1