Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 83 : Mengikuti Pesta


__ADS_3

Setelah lift terbuka aku dan Ningning segera keluar dari mall dan kembali ke perusahaan milik Lie Gun untuk bertemu dengan Hasasi, aku tidak mau Hasasi menungguku dan mengkhawatirkanku karena aku telat pulang berbelanja


"Nona Fifiyan kenapa jalannya cepet banget?, aku sampai capek mengikutimu" gumam Ningning


"Masa cepet, menurutku biasa aja" gumamku


"Cepet banget nona, emang nona pengen cerita ke tuan Hasasi ya masalah makan bareng pangeran?" tanya Ningning dan akupun menghentikan langkah kakiku


"Jangan ceritakan apapun kepada Hasasi" ucapku dingin dan melanjutkan langkahku


"Ba... baik nona" ucap Ningning ketakutan


"Oh ya terimakasih kamu udah menemaniku di mall" ucapku tersenyum lalu melangkah masuk ke lift perusahaan Lie Gun dan segera memencet nomor lantai paling atas dimana disana terdapat ruang rapat yang ditempati Hasasi dan Hansol


Setelah pintu lift terbuka aku melihat Hasasi yang sedang berdiri di depan jendela sendirian dengan wajah dingin menyinari wajahnya


"Baru pulang! kamu kemana aja?" ucap Hasasi dingin


"Aku habis belanja tadi" jawabku


"Ini udah jam berapa?"


"Baru jam 4 sore" ucapku sambil memandangi jam tangan


"Kamu keluar dari tadi siang ... dan kamu bilang baru jam 4 sore" protes Hasasi


"I ... iya maaf Hasasi"


"Kamu ngapain aja di mall?" tanya Hasasi dingin


"Aku cuma belanja doang" ucapku lirih


"Jujur" teriak Hasasi


"Aku cuma belanja aja terus makan udah gitu doang" ucapku lirih


"Lalu?" tanya Hasasi dingin


"Udah gitu aja ... sungguh"


"Hmmm baiklah, aku percaya kamu ... ya udah kita berangkat sekarang"


"Kemana?"


"Ke pesta lah"


"Emang dimana diadakan pesta itu?"

__ADS_1


"Di Kerajaan Min"


"Ke...kerajaan Min?" tanyaku kaget


"Iya ... emang kenapa?" tanya Hasasi dingin


"Ti ... tidak apa - apa," ucapku menutupi kejadian tadi di mall


"Aku kira ada apa, ya udah kita berangkat" ucap Hasasi menarik tanganku keluar dari perusahaan Lie Gun dan memasuki mobil millik Hasasi. Mobil Hasasi sudah terparkir di lobi kantor perusahaan Lie Gun


"Dimana Hansol?" tanyaku saat melihat di dalam mobil tidak ada siapa - siapa


"Dia dan anak buahnya sudah pergi kesana dari tadi"


"Kenapa kamu tidak berangkat sekalian?"


"Kan kamu belum pulang, gimana aku mau berangkat ... aku tidak mau meninggalkanmu sendirian" ucap Hasasi dingin


"Kenapa sih kamu bersikap dingin dari tadi" protesku


"Kezel"


"Sama siapa?"


"Sama kamu lah"


"Kenapa sama aku?" tanyaku serius


"Ma... maaf Hasasi, aku kira kamu bakal lama buat rapat jadi aku keasyikan melihat barang - barang di mall" ucapku menyakinkan


"Hmm dasar wanita" gumam Hasasi dengan nafas berat


"Oh ya ... dengar - dengar pangeran Min Xiying datang ke mall ya kamu tau kah dia?" tanya Hasasi


"Oh tau kok"


"Kok kamu bisa tahu?" tanya Hasasi heran


"Tadi melihat dia di food court ... banyak juga yang menjadi fans pangeran itu"


"Kamu ngefans juga gak?" tanya Hasasi


"Tidak ... biasa aja menurutku, kenal aja enggak" gumamku


"Serius ...?" tanya Hasasi dengan penuh keraguan


"Iya serius lah buat apa aku bohong" gumamku kesal

__ADS_1


"Oh syukurlah"


"Kenapa kok syukurlah"


"Karena dia adalah pangeran tampan dan kaya apalagi banyak wanita yang suka kepadanya dan siap menjadi permaisurinya"


"Emang dia belum menikah?"


"Belum ... diakan kayak aku tidak mau dijodohkan makanya dia mencari wanita pujaan hatinya yang meu menjadi permaisurinya, kamu mau gak jadi permaisurinya?" tanya Hasasi


"Aku sih bodo amat"


"Hmmm begitu ya .... syukurlah kalau kamu bodo amat ... "


"Kenapa? .... kamu cemburukah?" tanyaku pada Hasasi


"Lumayan ... tapi apapun yang terjadi kamu tetap menjadi milikku" ucap Hasasi mencium keningku


"Iya Hasasi" ucapku lembut dan menatap dalam - dalam mata Hasasi yang menunjukkan keseriusan dari ucapannya tersebut


Selama perjalanan Hasasi menceritakan semua yang terjadi selama rapat dengan Lie Gun dan aku hanya sebagai pendengar setianya dengan mendengarkan setiap perkataan Hasasi dengan serius. Tanpa kami duga kami pun sampai di sebuah bangunan yang mirip sekali dengan bangunan kerajaan Korea jaman dulu. Terlihat banyaknya mobil - mobil mewah yang terparkir di halaman dan juga banyak sekali orang - orang yang sedang berlalu lalang di area kerajaan Min tersebut


"Ayo turun ... Hansol sudah menunggu di dalam" ucap Hasasi dan langsung menggandeng tanganku


"Nanti tuh pesta apa sih Hasasi?"


"Pesta dansa"


"Memperingati apa?" tanyaku


"Mmm aku lupa memperingati apa"


"Dasar tua" gumamku


"Ihhh aku masih muda ya" protes Hasasi


"Tua"


"Muda ya"


"Tuuuaaa" ejekku dan tertawa lepas


"Hey ... hey kalian berdua kayak anak kecil aja" ucap seseorang di belakang kami


"Tuh si Fifiyan ngejek aku tua" gumam Hasasi kepada Hansol yang berdiri di belakang kami


"Ya bener lah perkataan Fifiyan ... kamu kan udah tua" ejek Hansol

__ADS_1


"Dasar kalian bersekongkol" protes Hasasi


"Udah ah kamu jangan kayak anak kecil Hasasi ... tunjukkan wajah dinginmu itu ... ayo kita masuk ke dalam" ucap Hansol dan kami bertiga masuk ke dalam bangunan kerajaan yang sangat mewah dan megah. Tidak heran yang punya kerajaan Min ini juga sangat kaya jadi tidak perlu diherankan lagi


__ADS_2