
"Kakak jawab!!" protesku kesal
"Apa yang harus kakak jawab?"
"Kenapa untuk menemaniku kakak harus meminta izin Hasasi? Kenapa ada syarat untuk bisa menemaniku? Apa syarat yang diajukan Hasasi kepada kakak?"
"Ya karena kakak kalah taruhan dengan Hasasi"
"Kalah taruhan? Taruhan apa?" tanyaku bingung
"Ya tentang kasus keluarga Hann, sebenarnya kasus kapal pesiar itu adalah kasus internasional yang sampai sekarang belum diketahui siapa dalangnya dan karena kasus ini menjadi tanggung jawab kakak jadi kakak sedang mengusut itu namun setelah 5 tahun melalukan investigasi kakak tidak mendapatkan hasilnya. Akhirnya Hasasi dengan Hansol bilang dia akan mengusut siapa pelaku di baliknya dengan mudah, karena aku tidak percaya jadi kami bertaruh dan ya akhirnya memang dia bisa menemukan pelaku dibalik semua ini"
"Emang kakak dengan Hasasi taruhan apa?"
"Ya kalau Hasasi bisa mengungkapnya apapun yang dia inginkan kakak penuhi tapi kalau dia gagal dia dilarang mendekati kamu lagi selamanya" gumam Steven menatapku
"Tunggu kakak bilang kasus ini tangung jawab kakak, Hasasi dan Tuan Hansol bilang kalau kasus ini kasusnya pihak militer, jadi kakak?"
"Ya Fifiyan, kakak petinggi militer internasional" gumam Steven
"Kenap akakak gak ngomong dari awal" gumamku kesal mencubit tangan Steven
"Aduuuhh sakit lah Fifiyan" rintih Steven
"Biarin, kakak juga jahat sama aku. Kenapa gak ngomong kalau kakak itu petinggi militer" gerutuku kesal
"Ya karena kakak tidak mau kamu tahu, kakak tidak mau kamu kecewa dengan keputusan kakak dan ini juga janji kakak ke ayah untuk bisa menjadi petinggi militer" desah Steven menundukkan kepala
"Hmmm kenapa juga kakak rahasiakan kak? Apapun keinginan dan keputusan kakak, aku akan selalu mendukung kakak" gumamku tersenyum
"Benarkah?"
"Ya kakak, apapun yang membuat kakak bahagia aku selalu mendukung kakak apapun yang terjadi"
"Hmm syukurlah kalau begitu" desah Steven senang
"Oh ya ngomong - ngomong kenapa di taruhan kakak dengan Hasasi itu kakak melarang Hasasi mendekatiku selamanya?"
"Sebenarnya Fifiyan, setelah kakak mendengar kamu di jodohkan oleh ayah waktu kecil. Kakak tidak merestui kamu dengan Hasasi apalagi kamu dengan Ridhwan Hann si ******** itu" gumam Steven menundukkan kepalanya
"Sampai sekarang kakak tidak merestui aku dengan Hasasi?"
"Iya..."
"Emang alasannya apa kakak tidak merestuinya?"
"Kamu tidak tahu Hasasi seperti apa orangnya Fifiyan, kalau kamu terluka lagi gara - gara kesembronoan Hasasi kakak tidak akan memaafkannya" gumam Steven kesal
"Kakak, tenang lah. Aku tidak apa - apa. Aku juga sudah tahu Hasasi seperti apa" gumamku menenangkan amarah Steven
"Gimana kakak mau tenang Fifiyan, kamu adikku yang aku sayang dan satu - satunya keluarga yang kakak punya kakak tidak mau kehilangan keluarga lagi Fifiyan" desah Steven
"Hmmm kak, emang kakak yang berfikir seperti itu? Aku juga berfikir sama kak. Di dunia ini selama aku hidup aku hanya punya kakak, Lisa, Tuan Hansol, dan Hasasi. Walaupun tidak sedarah tapi sudah aku anggap keluargaku sendiri kak. Walaupun aku suatu hari nanti menikah dengan Hasasi, apapun yang terjadi kakak tetaplah keluargaku satu - satunya" gumamku memeluk Steven
"Fifiyan, senang mendengarnya" desah Steven
"Tapi kakak pasti ada alasan lainnya kan?" gumamku menatap Steven
"Ya, karena kakak tahu Hasasi masih mencintai Cindy Wu sampai sekarang dan dia masih belum melupakan itu jadi kakak tidak mau kamu menjadi orang kedua yang dicintai Hasasi, kakak hanya ingin kamu adikku yang paling kakak cinta menjadi orang satu - satunya yang dicintai Hasasi" gumam Steven kesal
"Kakak tenang saja... Hasasi ...." gumamku menatap Hasasi berdiri di depanku
__ADS_1
"Ya aku tahu itu Steven, aku juga berusaha melupakan Cindy sekarang ini. Tapi aku sudah berjanji dengan Fifiyan apapun yang terjadi aku akan menjaga, melindungi, dan mencintai Fifiyan sepenuh jiwa ragaku. Itulah janjiku kepada Fifiyan" gumam Hasasi dingin
"Apa aku bisa percaya dengan hanya omongan aja?" gumam Steven menatap Hasasi dingin
"Kalau aku tidak menjaga Fifiyan dan tidak mencintai Fifiyan, aku pasti tidak pernah peduli Fifiyan yang diculik oleh Ridhwan dan aku juga pasti tidak akan membunuh seluruh keluarga Hann dengan tanganku sendiri, kamu juga sudah tahu aku seperti apa terhadap wanita kan Steven" gumam Hasasi dingin
"Hmmm..." desah Steven menatapku
"Ya, ini pertama kalinya aku melihat Hasasi semarah itu saat melihat Fifiyan terluka. Bahkan dia tidak tanggung - tanggung menghabisi seluruh keluarga Hann dengan tangannya sendiri dan aku hanya diberi beberapa saja" desah Hansol kesal
"Untung kan aku memberimu" gerutu Hasasi
"Hei cuma sedikit tahu!!"
"Bawahan keluarga Hann segitu banyak kamu bilangnya sedikit" gerutu Hasasi
"Kurang banyak!" protes Hansol
"Udah nanti periode ke dua, pasti kamu akan lebih suka"
"Nah itu dia yang aku tunggu - tunggu. dewa kematian akan berterimakasih kepadaku Hahaha" tawa Hansol senang
"Tapi dewa cinta akan menangis kepadamu" ejek Hasasi
"Aku tidak peduli" gumam Hansol dingin
"Tuan Hansol, padahal Angel sangat mencintaimu loh" gumamku
"Walaupun aku mencintainya. Aku malah berharap dia membenciku" desah Hansol
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena sebenarnya tanpa kamu tahu Fifiyan, ayahmu menjodohkan kakakmu dengan Angel" gumam Hasasi duduk di sampingku
"Ya seperti itulah kenyataannya" gumam Hasasi menatapku
"Tapi kenapa kakak tidak memberitahuku?"
"Karena kakak tidak mau kamu tahu" desah Steven
"Ma... Mana bisa begitu kan Angel mencintai tuan Hansol!!!"
"Mau bagaimana lagi" desah Steven
"Ya memang benar kata Hasasi Fifiyan, sebenarnya aku di jodohkan dengan Steven Shinju, makanya aku kaget kalau Steven Stun selama ini adalah Steven Shinju" gumam Angel memasuki ruang perawatanku
"Nona Angel.." desahku menatap nona Angel
"Ya aku seperti di posisi Hasasi, Fifiyan. Aku mencintai pria lain tapi malah di jodohkan dengan pria lain yang tidak aku cintai" gumam Angel duduk di sofa
"Dulu Hasasi juga sama denganku, dia sangat membenci wanita yang dijodohkan dengannya bahkan berniat akan membunuh wanita itu karena di hati Hasasi hanya ada Cindy Wu walaupun orang tua Hasasi tidak merestui dan menentang kisah cinta mereka tapi Hasasi tidak peduli dan tetap mencintai Cindy bahkan walaupun Hasasi didekati wanita - wanita lain Hasasi tidak berpaling dari Cindy Wu" desah Angel menatapku
"Tapi mungkin karena jodoh denganmu kali ya jadi dia tidak sengaja menemukanmu dan merawatmu. Bahkan saat Hasasi tahu wanita yang dia bawa pulang itu adalah wanita yang dijodohkan dengan Hasasi, Hasasi berulang kali mencoba membunuhmu tapi tidak tahu kenapa Hasasi tidak bisa membunuhmu dan mencoba cara lain agar kamu membenci Hasasi. Tapi yang terjadi sekarang malah Hasasi yang jatuh cinta kepadamu" desah Angel
"Makannya kenapa aku bilang Hasasi akan menyelamatkanmu apapun yang terjadi karena walaupun dihati Hasasi masih ada Cindy Wu tapi Hasasi telah jatuh cinta kepadamu Fifiyan" gumam Angel yang membuat Hasasi terdiam
"Itulah alasan kakak kenapa kakak tidak merestui hubungan kalian" gumam Steven kesal
"Tidak apa kok kak, aku percaya Hasasi akan mencintaiku seutuhnya walaupun aku harus mati ditangan Hasasi aku akan ikhlas apalagi dia adalah suamiku" gumamku tersenyum, kata - kataku membuat Hasasi kaget dan langsung memelukku
"Terimakasih Fifiyan" gumam Hasasi di telingaku
__ADS_1
"Tidak perlu berterimakasih Hasasi, aku percaya jodoh yang diberikan Tuhan itu memang yang terbaik untukku"
"Ya memang benar perkataanmu Fifiyan, tapi kalau sampai sekarang aku masih belum bisa mencintai kakakmu apakah itu yang dinamakan jodoh yang di berikan Tuhan untukku?"
"Aku juga tidak mencintaimu sama sekali" gumam Steven dingin
"Ya sudah kalian menikahlah, hidup serumah biar kalian bisa merasakan jatuh cinta" gumam Hasasi melepaskan pelukannya
"Emang kamu kira mudah!!" protes Angel
"Ya memang tidak mudah, aku bisa menerima Fifiyan itu aja selama 8 tahun kami hidup serumah" gumam Hasasi menatap Angel
"Aku harus melakukan itu dengan Steven? Heeh sampai nenek juga aku tidak mencintai Steven" gumam Angel kesal
"Tapi Tuan Hansol..." gumamku menatap Hansol
"Kalian menikahlah sana, bukan urusanku" gumam Hansol keluar dari ruang perawatan
"Bisa marah juga dia.."ejek Hasasi
"Kamu ini juga sukanya mengejek Hansol" protesku sambil mencubit pipi Hasasi
"Aduh sakit lah Fifiyan"
"Biarinlah kamu selalu seperti itu Hasasi" gumamku kesal
"Iya - iya maaf" desah Hasasi
"Hmmm jadi kakak mau menikah dengan nona Angel?"
"Tidak"
"Tidak? Kenapa?"
"Karena aku tidak mencintai Angel"
"Aku juga, tidak mencintai Steven" gumam Angel keluar kamar perawatanku
"Baiklah Hasasi, syarat yang kamu berikan tadi aku akan penuhi dan aku akan merestui hubungan kalian berdua" gumam Steven berdiri di sebelah tempat tidurku
"Tapi kalau sampai adikku menangis ataupun terluka karenamu aku tidak akan memaafkanmu, Hasasi" gumam Steven berjalan meninggalkanku
"Tenang saja, aku tidak akan menyakiti satu - satunya wanita yang aku miliki di dunia ini"
"Aku akan pegang omonganmu Hasasi" gumam Steven keluar kamar perawatan
"Pfffttt ..."
"Apa yang kamu ketawakan?" ucap Hasasi kesal
"Wajahmu terlalu serius pas mereka ngomongin tentang aku"
"Emang aku serius sama kamu" gumam Hasasi mencium bibirku dengan lembut
"Udah kamu siap - siap, hari ini kita pulang. Kata dokter kamu diperbolehkan pulang" gumam Hasasi beranjak dari kursi disampingku
"Benarkah?"
"Ya.. Dan pastinya aku nanti dimarahin habis - habisan sama keluarga besarku" desah Hasasi merapikan barang - barangku
"Udah jangan ngomel sendiri" gumamku menatap Hasasi yang sedang sibuk merapikan barang
__ADS_1
"Ya.. Ya aku tahu, emang kamu satu - satunya wanita yang disayang keluarga besarku" desah Hasasi
Ya aku tidak menyangka kehidupan ini sangat rumit bahkan tentang perjodohan yang dialami oleh kakak, tapi au bersyukur kakak bisa merestui aku menikah dengan Hasasi wlaaupun aku tidak tahu kapan kita akan mengadakan acara pernikahan