Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 104 : Kebenaran kejadian 20 tahun yang lalu


__ADS_3

Aku berlari menuju ruang rahasia yang terletak di loteng rumah. Tangga menuju loteng rumah berada di dalam ruangan kerja Hasasi jadi aku harus masuk ke dalam ruangan kerja Hasasi. Setelah berlari sampai di ruangan kerja Hasasi aku menscan jariku dengan alat fingerprint yang tertempel di dinding dan tidak lama kemudian dinding itu bergeser dan terlihat tangga yang di hiasi dengan lampu - lampu kecil berwarna kuning.


Aku berjalan masuk melintasi tangga untuk masuk ke dalam dan dinding tersebut tertutup kembali dengan cepat. Aku berjalan melewati 86 anak tangga dan akhirnya aku sampai di loteng rumah Hasasi. Di luar loteng aku melihat Hasasi sedang duduk di luar loteng sendirian tanpa melakukan apapun. Aku langsung berjalan mendekati Hasasi


"Oke Hasasi... apa yang akan kamu katakan?" tanyaku mengagetkan Hasasi, kepala Hasasi menoleh ke arahku


"Sesuatu"


"Tumben kamu bisa datang?" tanya Hasasi santai


"Menurutmu?"


"Ku kira kamu tidak akan datang"


"Heeh, dugaanmu salah. Terus kamu mengundangku ke mari mau mengatakan apa?" tanyaku santai sambil melihat samudera dari atas loteng


"Ya... pertama aku minta maaf sudah membuatmu sakit hati apalagi permintaan maafku karena banyak yang menghujatmu di pesta dansa tadi!"


"Itu bukan salahmu" gumamku lirih


"Tapi aku yang bertanggungjawab atas insiden itu"


"Hmm baiklah... "


"Cuma itu aja?" tanyaku sambil membuka tas kecilku untuk mengambil sesuatu


"Ada lagi!"


"Apa?" tanganku respect mengeluarkan tanganku dari dalam tas


"Aku membatalkan pernikahanku dengan Amelia!"


"Kenapa?" tanyaku kaget


"Karena sedikit problem"


"Problem apa?" tanyaku penasaran


"Kamu ini ya selalu kepo" ucap Hasasi lembut sambil mencubit pipiku


"Kamu genit sekali Hasasi" protesku


"Karena aku membatalkan pernikahanku jadi kamu tetap jadi wanitaku" ucap Hasasi serius


"Tapi Hasasi... " gumamku lirih


"Ya aku tahu apa yang terjadi!... tapi apapun yang terjadi kamu tetap wanitaku dan aku akan merebutmu kembali"


"Tapi kan aku terikat pernikahan bisnis Hasasi"


"Ya aku tahu... tidak semua pernikahan bisnis harus dilakukan tapi sebenarnya pernikahan bisnis itu bisa di batalkan" ucap Hasasi santai


"Caranya?"


"Ada lah caranya... kamu tenang saja, sampai kapanpun kamu tetap wanitaku"


"Aku tahu kok... kamu pasti rindu aku kan?" ejek Hasasi


"Enggaaaak ya" protesku


"Halah kalau rindu bilang aja" ejek Hasasi lagi


"Hmm baiklah, aku rindu Hasasi"


"Ya kan kamu rindu aku yang tampan ini" tawa Hasasi dan membuatku kesal


"Mmm oh ya, apa maksud pesanmu yang bilang orang tuamu sudah merestui kita itu?" tanyaku mengalihkan pembicaraan


"Ya emang bener... orang tuaku sudah merestui kita"


"Tapi dulu...?"


"Ya... ayahku salah orang... ayahku kira kamu itu orang lain makanya dikekang banget"


"Oh begitu... oh ya kata Alex dulu orang yang membantai keluargaku itu orang yang ingin menikahkanku dengan anaknya tanpa persetujuan ayahku"


"Ya itu benar.." ucap Hasasi berjalan ke pinggir pagar pembatas


"Jadi ... ayahmu yang ingin menikahkanku denganmu tanpa persetujuan ayahku?" protesku


"Bukan.."


"Aku tidak percaya" ucapku marah dan Hasasi menoleh ke arahku


"Aku mengatakan yang sesungguhnya... bahkan sebelum kita bertemu, ayahku tidak punya keinginan untuk itu dari awal..."

__ADS_1


"Lalu?"


"Aku akan menceritakan yang sesungguhnya padamu, sudah lama ingin ku katakan tapi aku tidak mau kamu salah menilai tapi malah justru kamu salah paham" gumam Hasasi


"Kamu tahu sendirikan, keluarga Stun mempunyai perkumpulan terbesar seperti kelompok yang lain ..."


"Heem... lalu?"


"Dulu waktu kejadian 20 tahun yang lalu saat ayahku masih menjabat, ayah Kwan Liang meminta ayahku untuk membantai habis keluarga Shinju karena lamaran mereka ditolak oleh Tuan Shinju dan menyisakan kamu seorang makanya kamu tidak di bunuh"


"Tetapi kakakku?"


"Ya kakakmu juga tidak dibunuh karena permintaan ayahmu dan ayahmu menyuruh membawa Steven dan kamu untuk dijadikan keluarga Stun... tapi saat ayah mencari dan menemukanmu malah kamu menjatuhkan diri ke dalam air belakang rumahmu dan saat dicari kamu menghilang"


"Tapi kenapa ayahmu menyetujui untuk membantai keluargaku?" protesku


"Karena perjanjian bahwa ayahku bersedia membantu untuk melakukan apapun sekali sesuai dengan permintaan keluarga Liang"


"Perjanjian apa?"


"Aku tidak tahu, yang jelas itu sanksi karena ayahku melanggar sesuatu makanya dia mau tidak mau membunuh keluargamu"


"Hmmm..."


"Ya itulah yang terjadi ... dan ayahmu memberikan ini untukmu" ucap Hasasi memberiku suatu bingkisan yang telah usang dari balik jas hitamnya dan aku menerimanya


"Apa ini?" tanyaku kaget


"Ini adalah wasiat dari ayahmu"


"Wasiat apa?"


"Buka aja dulu sebelum bertanya" gumam Hasasi kesal


"Dasar tetep aja nyebelin" gumamku dan aku membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah kertas, foto keluarga kami, kalung milik ibuku dan foto waktu kecil aku dan seseorang pria kecil


"Siapa ini?" tanyaku menunjukan foto aku dan seorang pria kecil


"Itu akulah" gumam Hasasi kesal


"Masa ... kok tidak mirip"


"Hadeeh... kamu ingat foto - foto yang tertempel di dinding sebelum kita naik pesawat ke paris ?"


"Mmm ... iya aku ingat banyak fotomu waktu kecil"


"Masa gak percaya aku"


"Hadeeh... ini bocah"gumam Hasasi kesal dan langsung membuka handphonenya


"Ini buktinya" gumam Hasasi menunjukan fotoku candid diambil dari depan yang sedang menaiki tangga dan sebelah kiriku terlihat foto yang besar dan mirip dengan foto yang aku pegang


"Lalu?... apa hubungannya dengan foto ini?"


"Baca kertas itu!" protes Hasasi kesal dan aku membaca kertas yang telah lusuh dan penanya sedikit memudar


*Anakku Steven dan Fifiyan


Maafkan ayahmu dan ibumu yang tidak bisa menjaga kalian dengan baik sehingga kalian menjadi yatim piatu diwaktu kecil. Jangan salahkan keluarga Stun yang telah membunuh kami. Steven, kamu anak yang kuat kamu harus menjaga adikmu dengan baik, jangan berantem mulu seperti anak kecil ya. Ayah percaya padamu dengan semua keputusanmu, Kamu mau menikah dengan siapapun itu kebebasanmu Steven. Apapun pilihanmu Ayah dan Ibu merestuinya asalkan kamu bahagia. Dan untuk Fifiyan...salahkan ayahmu ini yang salah perhitungan dan kesalahan ayahmu yang menyetujui kamu menikah dengan Keluarga Guan saat kamu masih kecil. Ayah pikir kamu sudah siap untuk di masukan ke perjanjian bisnis itu. Seharusnya ayah menikahkanmu dengan Hasasi karena keluarga kita dengan keluarga Stun memiliki hubungan yang baik. Ayah harap kamu bisa menikah dengan Hasasi, ayah percaya Hasasi akan bisa menemanimu dan menjagamu dengan baik. Kamu bisa membatalkan pernikahan bisnis tersebut dengan suatu cara dan yang tahu hanya keluarga Stun. Untuk itu percayakan hal itu kepada mereka. Semoga kamu bisa bahagia dengan Hasasi nak. Kami sayang kepada kalian, jadilah anak yang baik ya...


Salam cinta ayah dan ibumu*


"Itu surat wasiat dari ayahmu sebelum dia meninggal"


"Ayah kok bisa menulis ini?"


"Itu ayahmu menulisnya saat dia di rumah sakit"


"Di rumah sakit?"


"Ya... karena yang membunuh ayahmu adalah Hansol dengan tangannya sendiri pas ayahku melihat ayahmu sekarat, ayahku langsung membawanya ke rumah sakit. Padahal dokter saat itu mengatakan ayahmu sudah pulih tapi takdir berkata lain. Ayahmu meninggal setelah membuat surat itu Di dalam kotak itu ada foto - foto selama ayahmu di rumah sakit" ucap Hasasi dan aku langsung membuka busa yang aku kira itu alas dari kotak itu tapi ternyata banyak foto - foto saat ayah di rawat, saat keluargaku dan keluarga Stun bersama dan berkumpul bahkan aku tidak percaya ada foto saat ayahku dan ayah Hasasi foto bersama sambil menggendong kami berdua.


"Kamu benar Hasasi!" ucapku sedih


"Tapi... aku terlanjur menerima pernikahan bisnis dengan Alex" ucapku lirih sambil menunduk sedih


"Itu tidak masalah Fifiyan" ucap Hasasi sambil mengangkat daguku


"Kamu kalau ingin menikah denganku, kamu harus mengikuti satu permainan bagaimana?"


"Permainan apa?" tanyaku penasaran


"Ya ikuti aja alur bersama dengan Alex saat ini tapi kalau Alex mengajakmu menikah tolak halus saja, bilang kamu belum siap sampai saatnya nanti akan ada sesuatu yang akan membuat kamu akan kembali kepadaku"


"Emang kamu mau berbuat apa?"

__ADS_1


"Menurutmu?" ucap Hasasi mengangkat alisnya


"Kamu mau membantai keluarga Guan?"


"Ya bisa dikatakan seperti itu"


"Itu jahat sekali Hasasi.."


"Ya selain itu ada cara yang lain"


"Apa itu?"


"Kamu gak boleh tau ... sesuatu hal pokoknya tidak membantai mereka kok"


"Cara apa itu?"


"Kamu tidak perlu tau, yang jelas kamu hanya mengikuti permainannya saja"


"Tapi kan Hasasi, peringkatmu dengan Alex jauh banget... kamu tidak lagi peringkat satu sedunia"


"Kata siapa?"


"Kata Alex dan berita - berita itu"


"Enggak... itu adalah berita palsu yang aku ada - adain"


"Buat apa?"


"Buat merebutmu kembali ... wanitaku"


"Ya, tapi selain itu juga aku bisa membatalkan pernikahanku"


"Maksudnya?" tanyaku penasaran


"Keluarga Wang ingin menikahkanku dengan Amelia karena jabatan dan perusahaanku yang berada di puncak. Dengan berita Hoaks itu membuat ayah angkat Amelia murka dan membatalkan pernikahan itu"


"Serius?"


"Seratus rius"


"Emang ya Hasasi kamu sangat licik" gumamku kesal


"Ya kalau gak seperti itu aku gak bisa bertemu kamu"


"Apa hubungannya kamu licik dan bertemu aku?"


"Gak ada... Hahaha" tawa Hasasi kencang


"Oh ya kenapa kamu tidak mengatakan semua ini padaku dari awal?" protesku


"Aku baru tahu saat kamu pergi dari rumah waktu itu, ayah memberikanku kotakan ini... aku belum buka sama sekali cuma ayah bercerita sebenarnya ayahmu ingin menikahkanmu denganku ... begitu aja"


"Hmmm jadi kotakan yang ada di kamar yang aku tempati sekarang itu?"


"Kamu tahu tempat rahasiaku?" tanya Hasasi kaget


"Ya tahu lah"


"Hmmm baiklah... emang benar, malahan itu cincin yang sudah dibeli oleh ayahku dan ayahmu sebelum pembantaian itu terjadi"


"Seriusan?"


"Ya.. kalau tidak percaya, baca tulisan di sisi dalam cincin" ucap Hasasi dan aku membuka kotak tersebut dan mengangkat cincin tersebut ternyata ada tulisan Hasasi♡Fifiyan tertulis jelas dan rapi di balik cincin emas tersebut


"Kamu benar Hasasi... tapi jangan - janga ini nanti hanya akal - akalanmu saja"


"Ya itu terserah kamu mau percaya aku atau tidak... aku hanya bisa memberikanmu kebenaran yang sebenar - benarnya kepadamu...ya emang kesalahanku juga sih tidak menceritakan secara detail kepadamu saat itu... tapi... baiklah kamu balik sana, ntar Alex mencarimu" ucap Hasasi melangkah menjauhiku


"Tunggu Hasasi"


"Apa lagi?" ucap Hasasi menghentikan langkah kakinya


"For you" ucapku menyerahkan salah satu cincin itu dan memasangkannya ke tangan Hasasi


"Jadi?..."


"Jadi aku mau menikah denganmu suatu hari nanti dan mengikuti permainan ini" ucapku serius


"Tapi konsekuensinya...?"


"Ya aku tahu apa konsekuensinya" ucapku serius


"Baiklah... keputusanmu aku anggap jawabannya..." ucap Alex memakaikan cincin satu lagi di tanganku


"Terimakasih Fifiyan... kamu selalu memaafkanku dan selalu kembali kepadaku" ucap Hasasi senang lalu mencium keningku

__ADS_1


"Aku akan menjemputmu suatu saat nanti" ucap Hasasi bahagia dan langsung pergi meninggalkanku di loteng sendirian.


Aku tidak tahu, aku bingung, aku tidak yakin dengan jawabanku ke Alex dan Hasasi. Aku juga tidak tahu perkataan Alex atau Hasasi yang benar masalah restu ayah. Aku bingung dan masih tidak mengerti... ya semoga ada petunjuk dengan adanya beberapa kejadian yang membingungkan yang sedang aku alami saat ini. Apalagi aku sudah jelas dengan kejadian yang terjadi 20 tahun yang lalu.


__ADS_2