Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 191 : Berbelanja


__ADS_3

Aku menggandeng tangan Hasasi menyusuri jalanan mall yang di padati oleh beberapa orang yang sedang disibukkan oleh akifitas berbelanja mereka di maal besar ini.


Aku mengajak Hasasi ke mall itu bukan hanya untuk membeli cemilan saja tapi aku ingin mencari sesuatu yang bisa aku gunakan untuk sebuah pesta pernikahan nanti


"Sayang kamu mau beli apa?"


"Aku pengen cari cemilan sama sesuatu untuk pesta kita"


"Haah sesuatu apa?" gumam Hasasi bingung


"Sesuatu yang kurang"


"Apa itu?"


"Kamu udah beli cincin?"


"Cincin? Oh ya aku lupa beli hahaha"


"Hmmm sudah kuduga" desahku menggelengkan kepala


"Lalu mau beli apa lagi?"


"Buket bunga udah?"


"Belum"


"Makanan buat tamu?"


"Belum"


"Daftar tamu?"


"Belum"


"Haduh lalu apa yang sudah di lakukan?"


"Bikin undangan doang"


"Tempatnya sudah booking?"


"Sudah dibooking sama ayah ibuku hari ini"


"La kenapa tidak kamu yang membookingkan?"


"Kamu tahu sendiri kan kemarin ayah ibuku pengennya yang mewah, kalau aku yang ngelakuin dan tidak sesuai keinginan mereka nanti marah - marah lagi, lagian aku juga males ngurusin seperti itu"


"La kan ini juga pesta kita Hasasi, tahu gitu aku yang akan pergi"


"Pergi gimana?"


"Ya ngurusin semua itu"


"Gak perlu, kerjain dulu laporan bertumpuk - tumpuk di ruangan ganti itu"


"Halah kamu mengingatkanku lagi"


"Hei itu juga tanggung jawabmu"

__ADS_1


"Baik  - baik nanti aku kerjakan setelah ini"desahku kecewa


"Udah gak perlu sedih - sedih kayak gitu. Tuh pilih cincin yang kamu inginkan" gumam Hasasi menunjuk ke sebuah toko di sebelah kami


"Mmm baiklah"


Aku dan Hasasi berjalan masuk ke dalam sebuah toko perhiasan terbesar yang ada di mall ini dan melihat - lihat model - model cincin yang ada di dalamnya


"Selamat datang, mau mencari apa?" sapa pelayan ramah


"Mau nyari cincin untuk nikah" tanyaku


"Yang seperti apa yang anda inginkan?"


"Yang terbaik di toko ini"


"Kami ada dua cincin yang terbaik di toko kami, yang ini berlapis emas dan perak 20 karat selain itu terdapat ukiran di pinggirnya kalau yang ini polos tapi berlapis emas dan perak 24 karat" gumam pelayan itu sambil menunjukkan dua pasang cincin yang berkilauan


"Hmmm" aku bingung memilih dua cincin yang sama - sama bagus itu


"Hasasi menurutmu bagusan mana?"


"Mmmm ini bagus" desah Hasasi menunjuk cincin polos itu


"Kalau cincin yang ini harganya berapa?"


"Yang ukiran 800 dollar yang polos 995 dollar"


"Tidak apa, bungkus yang itu" gumam Hasasi membuka dompetnya dan mengambil kartu miliknya


"Ini barangnya dan kartu kreditnya, terimakasih telah berbelanja di toko kami" gumam pelayan itu ramah dan kami berdua pergi melanjutkan jalan - jalan kami


Tidak jauh dari tempat kami berjalan, ada sebuah toko pernak pernik pesta yang sangat besar dan dipenuhi oleh orang - orang yang sedang asik memilih barang yang mereka inginkan


"Kita kesitu dulu ya"


"Ke toko yang ramai itu?" tanya Hasasi menatapku


"Ya, ayolah" gumamku menarik tangan Hasasi memasuki toko dan berkeliling mencari barang yang menarik pehatianku


"Hasasi menurutmu bagusan yang mana?" gumamku menunjukkan buket bunga di tanganku


"Mmmm yang ini sih" gumam Hasasi menunjuk sebuah buket bunga yang didominasi bunga mawar putih


"Baiklah, kalau yang ini bagusan mana?" gumamku menunjukkan beberapa paket dekorasi kamar


"Apa itu?" gumam Hasasi bingung


"Ini buat hiasan di kamar"


"Biar apa?"


"Biar bagus aja. Ini kan ada lampu tumbler dan hiasan lucu"


"Hais, beli yang lain aja" gumam Hasasi dingin


"Halah aku mau yang ini!!"

__ADS_1


"Cari yang lain saja"


"Hmmm baiklah" desahku mengalah dan meletakkan kembali barang - barang aku ambil itu


"Beli aja buket  bunga itu "


"Hmmm baiklah desahku segera membayar buet bunga itu dan kembali berkeliling mencari cemilan


"Kamu mau cemilan apa?"


"Ya makanan ringan lah"


"Ya udah itu cari aja di toko itu" gumam Hasasi menunjuk salah satu toko makanan ringan di kanan kami


Aku segera mencari makanan ringan dan segera membayarnya di kasir. Aku tidak melambat - lambatkan waktuku karena Hasasi seperti sedang terburu oleh sesuatu. Dari tadi dia selalu melihat kearah jam tangannya


"Aku sudah selesai Hasasi" gumamku membawa tas belanjaan


"Baguslah, ayo kita pulang"


"Baiklah, emang ada yang menunggumu? Dari tadi meliha jam mulu"


"Ya aku ada rapat di perkumpulanku dan juga ayah ibuku ingin berbicara denganku"


"Oh baiklah" desahku keluar mall itu dan segera masukk ke dalam mobil


Aku bersandar di bahu Hasasi sambil menikmati perjalanan pulang ke rumah. Tidak lama kemudian kami sampai di rumah, para pembantu langsung mengambil barang - barang di mobil sedankan aku dan Hasasi langsung masuk menemui orang tua Hasasi


"Apa yang ayah dan ibu ingin bicarakan?" gumam Hasasi menatap kedua  orang tuanya


"Ya cuma mau bilang, sudah kami  bookingkan tempatnya" ucap Tuan Stun santai


"Oh ya? Baiklah terimakasih"


"Kalian berdua dari mana?"


"Dari mall"


"Oh beli apa?"


"Beli cincin, buket bunga sama camilan"


"Cincin nikah?"


"Iya"


"Oh baiklah, istirahatlah"


"Iya ayah, gumam Hasasi angajakku ke kamar


"Kamu di rumah saja dulu ya, kerjain laporan menumpuk itu. Aku ada rapat" gumam Hasasi keluar kamar meninggalkan aku sendirian


"Hei kan aku tidak kalah mein game" protesku kesal


"Hmm ya udah deh kerjain dulu" desahku mengambil tumpukan leporan itu dan segera mengerjakan laporan yang menumpuk itu


Ya laporan berbulan - bulan tidak aku kerjakan malah bisa menghasilkan beberapa tumpuk seperti ini, gak tahu selesai kapan ini nanti!!

__ADS_1


__ADS_2