Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 98 : Menjauh Lebih Baik


__ADS_3

Walaupun aku masih tidak rela tapi bagaimana lagi semua itu sudah terjadi, apalagi aku bukan orang penting. Sekarang aku hanya orang biasa yang tidak punya apa - apa. Jujur aku bingung dan linglung harus apa, pengen cerita ... tapi bingung mau cerita kesiapa, dan ya akhirnya aku pendam sendiri.


Detik berganti detik, menit berganti menit, aku hanya termenung sendiri di dalam kamar. Hati ini terasa lebih sakit dari pada saaf Hasasi meninggalkanku karena wanita - wanita yang berada di sisinya.


"Hmmm..." desah nafasku menahan senggukanku


"Kamu harus tegar Fifiyan... kamu wanita kuat, masa karena hal kecil seperti ini kamu sedih... Semangat Fifiyan semangat" ucapku menghibur diriku sendiri


Aku melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 sore, sebentar lagi aku akan keluar dengan Alex untuk makan malam. Walaupun aku tinggal di rumah Alex, aku tak ada rasa apapun sama Alex malah dia ku anggap sebagai bos kerjaku.


Aku segera mandi katena badanku yang sudah penuh dengan peluh dan juga air mataku jadi aku harus mandi sekalian merilekskan badanku dan hatiku. Setelah mandi aku bergegas untuk pergi ganti pakaian. Di lemari pakaian aku memilih gaun yang akan aku gunakan.


"Mmm aku mau pakai gaun yang mana ya?" gumamku sambil memilah - milah gaun


"Ya udah yang ini aja" gumamku sambil mengambil gaun berwarna hitam dan langsung memakainya. Setah selesai aku langsung berdandan dan keluar dari kamar.


Saat aku membuka pintu aku kaget Alex sudah menungguku di luar kamar sambil berdiri


"Alex... kamu udah disini?" ucapku kaget


"Ya ... aku menunggumu"


"Maaf ya kalau lama"


"Matamu kenapa lebam?.... kamu menangis?" tanya Alex dingin


"Tidak ada... mana ada lebam"


"Kamu gak usah bohong... keliatan "


"Oke baiklah ... aku tadi menangis, boleh gak membahas itu!" ucapku memohon


"Okelah kalau begitu mari kita pergi" ucap Alex lembut sambil menggandeng tanganku


"Oh ya... hari ini besok kita pergi ke suatu pesta"


"Pesta apa?" tanyaku penasaran


"Nanti saat sudah berada di restoran kita bahaz" ucap Alex sambil membuka pintu mobil


"Kenapa kamu tidak bicarakan sekarang?" tanyaku


"Nanti saja sambil membahas masalah agenda juga ... apalagi perusahaan kita sudah di peeingkat pertama"


"Peringkat pertama?" tanyaku kaget


"Ya ... perusahaan kita di peringkat pertama di dunia" ucap Alex santai


"Lalu ... perusahaan Hasasi?"


"Turun di peringkat ke 3"


"Kok bisa?" tanyaku masih tidak percaya


"Aku juga tidak tahu.. aset dan investasi Hasasi menurun dan kualitas perusahaannya menurun drastis"


"Apa karena dia akan menikah itu?"


"Bukan... seharusnya itu membuatnya terus bertahan"


"Oh begitu ya..." gumamku pura - pura mengerti


Aku tidak tahu kenapa semenjak aku tidak bersama Hasasi, membuat perusahaannya turun peringkat


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Alex mengagetkanku


"Tidak ada, aku cuma penasaran kenapa dia bisa turun peringkat... padahal dulu dia peringkat pertama terus"


"Itu mungkin karena ada kamu"


"Kok ada karena aku?, sebelum kenal aku kan dia sudah peringkat pertama"


"Kamu salah cantik, dulu yang peringkat pertama itu ayahnya Hasasi, Tuan Stun. Jadi waktu pertama kali yang menjabat Hasasi, peringkatnya turun ke posisi dua tapi pas kamu hadir di kehidupan Hasasi, peringkat dia naik ke posisi pertama." jelas Alex


"Oh begitu ya ... hmmm"

__ADS_1


"Udah jangan di pikirin ... ayo kita turun" ucap Alex membuka pintu mobil


"Loh kita udah sampai?... emang kita makan dimana?"


"Di Restoran Internasional" ucap Alex sambil menggandeng tanganku keluar dari mobil


Aku melihat restoran mewah dan tidak asing bagiku


"Restoran Internasional... ini!!!" ucapku kaget


"Kenapa emang?" tanya Alex kaget


"Ti.. tidak ada " ucapku langsung membungkam mulutku


Restoran ini kan kesukaannya Hasasi, Hasasi dan aku kan sama - sama sedang ada di Eropa. Aku takut dia sedang berada di restoran ini. Tapi... tidak mungkin kan dia akan menikah beberapa hari lagi.


"Apa yang kamu pikirkan dari tadi?" tanya Alex memandangku


"Tidak ada... "


"Ya sudah kita masuk" ucap Alex sambil menggandeng tanganku memasuki restoran


"Selamat malam tuan dan nyonya... silahkan" ucap pelayan memberikan kami buku menu restoran saat kami sudah duduk di kursi dan meja yang kosong


"Mmm aku memesan crab stick sama wine" ucap Alex sambil menutup buku menunya


"Nyonya mau pesan apa?"


"Aku beef steak sama yogurt ya" ucapku


"Baik... saya ulangi ... crab stick dan beef steak minumannya wine dan yogurt... totalnya 278 dollar, menggunakan tunai atau kartu?" ucap pelayan dan aku langzung membuka dompetku


"Ini ..." ucap Alex mengeluarkan kartu kredit tanpa batas miliknya dan pelayan langsung menggesek kartu tersebut


"Baik terimakasih tuan... mohon di tunggu" ucap pelayan dan pergi meninggalkan kami


"Yah padahal kan aku mau bayar" gumamku


"Tidak apa - apa. Simpan saja uangmu" ucap Alex santai


"Hmmmm... makasih ya Alex"


"Baiklah..."


"Oh ya... agenda apa yang harus kita bahas?" tanyaku pada Alex


"Agenda rapat - rapat sama pejabat tinggi... ini listnya" ucap Alex menyerahkan secarik kertas kepadaku


"Mmm ... segini banyaknya?"


"Iya ... menurutmu perusahaan mana yang tidak perlu menerima ajakan rapat ini?"


"Mmm ya itu tergantung kamu sih, kamu kuat tidak rapat dengan semua perusahaan ini"


"Aku sih no problem "


"Kalau begitu baiklah ... bulan depan kita ada agenda dengan perusahaan ini" ucap Alex menunjuk perusahaan PT. Stun


"Milik Hasasi?" tanyaku


"Iya... dia minta kerja sama, kamu siap?"


"Kamu kenapa tanya aku... kan yang rapat kamu" ucapku santai


"Tapi sama kamu juga..."


"A... aku?"


"Kenapa tidak berani?" tantang Alex


"Berani ya..." protesku


"Baiklah... bulan depan kita rapat dengan Hasasi... seterusnya kita bahas setelah pertemuan"


"Baiklah... " Tiba - tiba makanan kami datang di bawakan oleh pelayan

__ADS_1


"Ini makanannya tuan dan nyonya" ucap pelayan meletakkan makanan di atas meja


"Terimakasih" ucap Alex dan pelayan pergi dari hadapan kami


Aku dan Alex segera memakan habis makanan yang ada di depan kami dengan lahap seperti orang kelaparan.


"Oh ya... besok kita ke pesta siapa?" tanyaku


"Kamu tidak tau?"


"Tidak tau makannya aku bertanya"


"Pestanya .... Hasasi"


"Hasasi??? pesta apa?"


"Perayaan setelah tunangan"


"Oh... Kamu berangkat sendiri kan ?... ngapain memberitahukan ini kepadaku..." ucapku santai


"Kamu ikut juga"


"Aakkuu? kenapa gak ngajak wanita lain saja, aku males"


"Kamu tidak berani ya?"


"Eeehh... aku berani ya" protesku


"Ya udah ... kamu ikut"


"Hmmm ... jam berapa berangkatnya?" tanyaku


"Malam ini"


"Kan acaranya besok"


"Ya... tapi kita naik pesawat terus naik mobil.... perjalanan kurang lebih 10 jam ... "


"Kan sama - sama Eropa kok bisa lama banget?"


"Hey ... Eropa luas... wajar saja"


"Mmm iya juga sih"


"Ya udah ... ayo kita berangkat"


"Bentar... aku mau ke kamar mandi dulu"


"Oke... aku temani"


"Eng... enggak perlu"


"Aku gak ikut masuk lah, aku mengikutimu dari belakang saja"


"Mmm baiklah ... jangan ikut masuk"


"Enggak lah, buat apa juga aku ikut masuk" gumam Alex


"Hmmm baiklah..." ucapku dan berjalan menuju ke kamar mandi


Setelah aku sampai kamar mandi, aku segera buang air kecil karena aku tidak tahan untuk menahan buang air kecil. Setelah buang air kecil dan merapikan dandanan aku keluar dari kamar mandi. Aku melihat Alex sedang berdiri tepat di 50 meter dari kamar mandi. Dia seperti mata - mata yang sedang mengawasi targetnya.


Aku melangkah meninggalkan kamar mandi dan Alex juga mengikuti dari belakang seperti ajudan yang setia kepada majikannya.


Setelah sampai di dalam meja - meja ruang makan, aku tidak sengaja menyenggol tangan seseorang pria berjas hitam yang mahal


"Eeehh ... Maa... Maaf" ucapku meminta maaf kepada pria yang hanya bisa ku lihat dari belakang


"Tidak apa -apa" suara dingin yang pernah aku dengar selama hidupku


"Hasasi??..." ucapku kaget dan pria itu menatapku


"Fifiyan..." ucap Hasasi kaget


"Eehh .. mmmm ... salah orang... permisi" ucapku langsung pergi dari meja Hasasi

__ADS_1


"Fifiyan... Tu... nggu" ucap Hasasi lirih dan aku berlari menjauhi Hasasi


Aku tidak tahu itu kebetulan atau emang di pertemukan oleh Tuhan secara sengaja. Yang pasti, aku akan menjauhi Hasasi dan tidak mau bertemu Hasasi apalagi mengganggu upacara pernikahan mereka yang sebentar lagi. Walaupun aku sakit, tapi itu adalah keputusan terbaik dan aku ingin melihat Hasasi bahagia


__ADS_2