Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 32 : Penenang Hati


__ADS_3

Aku pulang ke rumah dengan menahan air mataku, walaupun air mata ini mendesakku untuk keluar dari mataku tapi tetap aku tahan, aku tidak mau terlihat punya masalah di depan paman nanti paman merasa khawatir denganku


“Paman aku pulang” ucapku sambil membuka pintu rumah


“Oh nona ya?”


“Iya paman, ini buat paman” ucapku sambil memberikannya beberapa kantong plastik yang ada di lenganku


“Banyak sekali nona lain kali jangan kebanyakan seperti ini”


“Halah tidak apa – apa paman, apalagi kan paman sudah setia di keluargaku jadi ya apa salahnya aku memberikan paman persediaan apalagi mumpung aku dirumah” ucapku sambil tersenyum


“Emm ... nona kenapa wajahnya terlihat sedih, ada masalah kah nona?” tanya paman saat memandangi wajahku


“O ... mmm... tidak ada kok paman, aku tidak sedih cuma agak sedikit mengantuk ... banyak sekali orang – orang yang antri di pasar” ucapku menipu paman


“Oh paman kira nona sedih”


“Tidak paman, aku ke kamar dulu ya paman” ucapku dan berlalu menuju kamar


Saat  aku sampai ke kamar aku melihat handphoneku di atas kasur dan menghidupkannya, tidak berapa lama notifikasi panggilan tidak terjawab dari Hasasi dan juga terdapat 4 pesan dari Hasasi


Sayang kamu kemana sih? Aku mencarimu di seluruh negara tapi tidak menemukanmu... aku khawatir denganmu


Hasasi


Sayang balas pesanku ini ... aku khawatir denganmu ... aku ingin kamu pulang kepelukanku ini


Hasasi


Sayang aku akan menjelaskan semuanya ... jangan pergi


Hasasi


Jangan marah ... akan aku jelaskan semuanya ... emang kesalahanku tidak menjelaskan dari awal padamu ... aku mohon kembalilah


Hasasi


“Bodo amat ah ...” gumamku kesal, aku langsung melempar handphoneku ke atas kasur kembali


Tiba - tiba ada telpon masuk ke handphoneku


Kring ... kriiiinngg ... krriiinngg


"Siapa sih?" gumamku kesal dan aku mengambil handphoneku, telpon tersebut dari Hasasi dan aku mencoba untuk mengangkatnya


"Hallo ... hallo" ucap Hasasi gembira


"Iya Hallo .. ada apa?" ucapku malas

__ADS_1


"Akhirnya kamu mengangkat telponku"


"Ada apa? ... apa ada hal yang penting?" tanyaku malas sambil bermain boneka beruangku


"Ada banyak ... kamu kemana aja? ... kenapa tidak membalas pesanku? ... kenapa tidak pulang kerumah? ... kenapa...."


"Huuusssttt ... kebanyakan tanya kenapa ... intinya aja" ucapku kesal


"Maafkan aku ya sayang ... aku tidak berniat menyakitimu ... aku ingin menjelaskannya padamu .... hanya saja..." ucap Hasasi dan dipotong oleh suara Cindy


Sayang kamu lagi menelepon siapa sih ... suara Cindy menggema di telingaku dan itu membuatku kesal


"Sudah ... tidak ada yang perlu dijelaskan lagi" ucapku kesal dan langsung mematikan telpon dari Hasasi


Hasasi berulang kali meneleponku tapi aku tetap mereject telponnya dan karena aku merasa terganggu akhirnya aku mematikan lagi handphoneku


"Hmmm ... menjelaskan apanya,semua udah jelas" teriakku kesal


"Nona ada apa?" tanya paman di depan kamar


"Ehhh ... tidak ada paman" teriakku dari dalam kamar


"Oh ya udah paman kira nona kenapa" ucap paman dan pergi dari depan kamarku


karena hatiku kesal akhirnya aku memutuskan keluar rumah untuk menenangkan diriku, aku berjalan menyelusuri jalanan dengan ditemani lalu lalang mobil – mobil yang melintas di sampingku. Di sepanjang jalan aku melihat banyak sekali muda mudi yang sedang asik berpacaran dengan senang bahkan sampai ada yang tertawa terbahak – bahak. Pemandangan yang menyebalkan dan membuatku terasa sakit, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke pantai yang dahulu orang tuaku sering mengajakku main ke pantai itu


Tidak tahu kenapa pantai ini lebih sepi dari pada saat aku kecil dahulu, aku duduk di pasir putih yang indah ditemani oleh sinar matahari yang menyengat tubuh, ombak laut yang menenangkan hati dan pikiranku.


“Fifiyan ...” sapa Dennis


“Kenapa kalian ada disini?”


“Ya kami bulan madu lah hehehe” ucap Dennis cengegesan


“Oh ya perkenalkan ini Clara Han” ucap Dennis sambil memeluk istrinya


“Hai aku Clara” ucap Clara ramah


“Oh hay aku Fifiyan” ucapku dan kami bersalaman


“Oh ya ngapain kamu sendirian disini?” tanya Dennis


“Gak ada... cuma meratapi nasib aja” ucapku sedih


“Maksudnya?”


“Udah gak usah dibahas”


“Hei jangan sedih – sedih kan kamu calon istrinya Hasasi” ucap Dennis

__ADS_1


“Itu dulu .... sekarang tidak” ucapku lirih


“Kenapa?”


“Panjang ceritanya” ucapku sedih


“Emmm ... kalian berdua cerita saja ... aku akan membuatkan kalian minuman” ucap Clara dan pergi meninggalkan kami berdua mungkin Clara tidak mau mengganggu sesi curhat kami


“Kenapa? ceritalah”


“Cindy Wu itu siapanya Hasasi?” tanyaku serius


“Cindy?? Hmmm ... itu mantannya dulu, dia mantan yang sangat disayangi Hasasi saat masih pacaran ... tapi karena suatu hal yang membuat Hasasi murka kepada Cindy...  kenapa kamu bisa kenal dia?”


“Iya itu ... Sekarang Hasasi dengan Cindy” ucapku lirih


“Apa?... serius?”


“Yups ... “


“Awalan kejadian itu kapan?”


“Saat pesta pernikahanmu ... tiba – tiba Hasasi dingin kepadaku, lalu di restoran dia bertemu dengan Cindy dan tadi pagi aku bertemu Hasasi dan Cindy di pasar” ucapku sedih


“Aa... Eee ... Gimana ya menjelaskan kepadamu ...”


“Jelaskan” teriakku kesal


“Aduuhh ... eee ... kamu tanyakan masalah itu kepada Hasasi”


“Kenapa harus bertanya kepadanya?” protesku


“Karena ini ... rencana Hasasi sendiri ... seharusnya dia udah memberitahukanmu sejak awal... sedangkan kami yang mengetahui rahasia itu dilarang memberitahukan ke kamu”


“Hmmm ...”


“Tapi tenang aja... kamu masih tetap calon istrinya kok... percaya kepadaku” ucap Dennis meyakinkanku


“Emang kalian akan menyerang?”


“Mmmm ... secara tidak langsung ... iya”


“Keluarganya siapa?” tanyaku penasaran


“Tanyakan kepada Hasasi” bisik Dennis dan tiba – tiba Clara datang membawa minuman dingin


“Minuman datang” ucap Clara senang


“Wah makasih istriku tercinta”

__ADS_1


“Makasih Clara” ucapku dengan tersenyum


Kami bertiga berbincang – bincang santai dan juga main – main air bersama Clara dengan ditemani senja yang indah, kehadiran Dennis dan Clara membuat sore ini menjadi berwarna, aku sudah melupakan masalah yang terjadi hari ini.


__ADS_2