Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 136: Tidur Dengan Hasasi


__ADS_3

Aku dan Hasasi berjalan menuju ke kamar milik Hasasi, aku sangat terkagum dengan kemewahan rumah orang tua Hasasi.


"Kenapa kamu jalan aja lirik kiri lirik kanan?" tanya Hasasi menatapku


"Tidak ada, aku hanya melihat - lihat aja"


"Beda ya sama rumahku?"


"Ya lumayan beda sih"


"Ya lah... kan orang tuaku cuma punya rumah ini aja" gumam Hasasi membuka pintu kamarnya


"Silahkan masuk" ucap Hasasi dan aku langsung masuk ke dalam kamar Hasasi


Di dalam kamar Hasasi terlihat lebih mewah dibandingkan kamar yang ada di rumahnya. Semua berwarna emas dan merah yang sangat mewah hampir mirip dengan di kamarku tapi bedanya dindingnya yang berwarna emas terdapat motif abstrak yang indah


"Waah ..." gumamku kagum


"Kenapa?"


"Kamarmu sangat meeah seperti ini dan jarang kamu tempati... sayang banget" gumamku


"Ya kalau aku pulang aja aku tempati"


"Emang gak berdebu gak kamu tempati?"


"Tidak... kan di bersihin terus"


"Menurutku sih sayang banget sumpah"


"Ya kan aku udah besar Fifiyan... gak mungkin lah aku hidup sama orang tuaku terus" gumam Hasasi duduk di kasur


"Mmm iya juga sih" gumamku


"Terus kalau kamu udah nikah mau tinggal dimana?" tanyaku


"Ya dirumah kita"


"Rumahmu yang kemarin?" gumamku


"Bukanlah... rumah kita?"


"Rumah kita?... emang kamu sudah membangun rumah untuk kita?" tanyaku kaget


"Iya lah..."


"La rumahmu yang kemarin?"


"Itu bukan rumahku"


"Lalu rumah siapa"


"Itu markas perkumpulanku"


"Markasmu?... jadi selama ini aku tinggal di markas perkumpulan terkejam?" gumamku kaget


"Ya begitulah"


"Untung dulu gak kamu bunuh aku disitu" gumamku sambil duduk di atas sofa kamar


"Ya enggak mungkin lah... kenapa juga aku membunuhmu"


"Ya kan mana tahu" gumamku


"Kalau aku ingin membunuhmu sama saja aku membunuh istriku sendiri"


"Hmmm... Emang rumah kita seperti apa?"


"Nanti kalau sudah menikah kamu akan tahu"


"Rumah sederhana ya?"


"Tidak ... mana mungkin seorang CEO ternama rumah sederhana"

__ADS_1


"Ya mana tahu"


"Enggak lah... lebih mewah dari rumah orang tuaku"


"Kenapa harus mewah banget?"


"Ya kan biar kamu lebih betah tinggal denganku" gumam Hasasi menatapku


"Walaupun rumahmu sederhana ataupun kamu orang biasa..." gumamku mendekati Hasasi


"Aku akan selalu mencintaimu" gumamku kening Hasasi dengan lembut


"Fifiyan... jangan tinggalin aku ya"


"Iya sayang... kamu mandilah dulu"


"Nanti aja... lagi males"


"Iihhh mandilah dulu!!"


"Kenapa kamu memaksa?, emang badanku bau ya?" tanya Hasasi membau kketiaknya


"Bukan itu... aku menyuruhmu mandi karena aku ingin merebahkan tubuhku" gumamku duduk di sebelah Hasasi


"Ya udah sini tidurlah... "gumam Hasasi menggeser tubuhnya dan aku langsung berbaring di samping Hasasi


"Aduuh punggungku" desahku merenggangkan otot punggungku


"Kamu sakit punggung?" tanya Hasasi khawatir


"Tidak... lagi capek aja"


"Mau aku pijitin?"


"Tidak perlu Hasasi...aku tidur aja udah cukup" gumamku


"Baiklah... aku mandi dulu, kamu ganti baju aja dulu... bajunya ada di lemari" gumam Hasasi


"Ada baju untukku?... emang bajunya siapa?"


"Menurutku?... tidak tahu" gumamku bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju salah satu lemari yang ada di kamar itu


Saat aku membuka lemari itu tampak banyak pakaian yang sangat mewah dan indah didalamnya, dari gaun sampai baju tidur ada didalamnya. Aku mengambil baju tidur berwarna biru langit dari gantungan dan langsung memakainya


"Hmmm muat juga ya" gumamku melihat ke cermin


"Aku tidur aja dulu ah" gumamku merebahkan tubuhku di kasur Hasasi


Tidak tahu kenapa badanku terasa pegal sekali, apa karena badan aku tadi sangat tegang saat bertemu dengan orang tua Hasasi membuat badanku sekarang terasa sangat lelah


"Kamu udah ganti baju?" gumam Hasasi keluar dari kamar mandi


Aku membuka mataku dan menatap Hasasi yang menggosok - gosok rambutnya dengan handuk dan hanya memakai celana pendek saja sehingga aku bisa melihat jelas perutnya yang berkotak - kotak seperti roti sobek dan membuatku tercengang tidak mampu berkata apapun


"Hey Fifiyan..." panggil Hasasi


"Heeii Fifiyan, kamu kenapa?" tanya Hasasi membuyarkan lamunanku


"Ti... tidak ada, aku han... hanya terkejut"


"Terkejut karena?"


"Karena aku pertama kali melihat kamu hanya memakan celana pendek di depanku"


"Emang kenapa?... aku gendut kah?" ucap Hasasi memegang perutnya


"Gendut apaan... kamu kayak gitu sangat menggoda" gumamku lirih


"Kamu ngomong apa? aku tidak mendengarnya dengan jelas"


"Udah lupakan aja... kamu jangan berpakaian seperti itu di depan orang lain tau" protesku


"Tidak... aku hanya melakukannya dua kali"

__ADS_1


"Dua kali?"


"Ya denganmu sama dengan Cindy"


"Emang kalian berdua sudah berbuat apa aja?" gumamku kesal


"Hey wajahmu langsung berubah badmood yak" sindir Hasasi


"Enggak badmood, aku cuma penasaran aja" gumamku


"Aku tidak melakukan apapun, cuma dia yang hampir melakukan sesuatu padaku, dan kepergok orang tuaku jadi orang tuaku tidak menyetujui hubungan kami"


"Kepergok?... kok orang tuamu bisa tahu" tanyaku penasaran


"Ya tahu lah... kamu kira disini tidak ada CCTV"


"CCTV?... a... aku tadi ganti pakaian di depan lemari" gumamku menepuk dahiku


"Tenang aja, disitu tidak kelihatan"


"Emang siapa yang mengawasi?"


"Ibuku langsung... makanya tadi ibuku protes aku tidur denganmu sekamar"


"Oohh... aku tidir denganmu juga tidak se agresif itu" gumamku memeluk guling


"Ya aku tahu lah... kan kita sudah sering sekamar dan kamu biasa aja kepadaku"


"Ya kan belum nikah... kalau udah mungkin lebih agresif" ucapku ketawa


"Oh ya... aku jadi penasaran"


"Hahaha udah ah lupakan... oh ya kenapa Cindy kemari?" tanyaku penasaran


"Dulu aku pernah mengajaknya ke rumah untuk bertemu orang tuaku, terus kami makan bersama... karena kemalaman akhirnya orang tuaku menyuruh Cindy menginap di rumah... tapi pas aku habis mandi dan berpakaian seperti ini cindy langsung menerjangku, aku sudsh memperingatkan berkali - kali tapi dia tidak mendengarkanku akhirnya ibuku datang ke kamarku dan memarahi Cindy... ya akhitnya Cindy disuruh pulang sendirian"


"Waah berani banget" gumamku


"Ya aku juga gak tau" gumam Hasasi mengambil baju hitam polosnya dan memakainya


"Tapi aku tadi mencium keningmu apakah orang tuamu akan marah?"


"Tidak... selama tidak keterlaluan... apalagi kamu calon istriku"


"Tapi kan masih calon"


"Ya calon istri daei pernikahan biasa sama bisnis beda"


"Bedanya apa?"


"Bedanya ... kalau pernikahan bisnis kan orang tua kita sudah setuju kalau biasa kan belum tentu setuju"


"Mmm masuk akal juga sih" gumamku


"Ya makanya... kalau orang tuaku gak setuju denganmu juga gak bisa karena sudah terikat kontrak dengan orang tuamu, kalau mau membatalkan harus kedua belah pihak. apalagi orang tuamu sudah meninggal kontrak tersebut tidak bisa di batalkan" gumam Hasasi berbaring di sebelahku


"Hmmm... selain itu apa lagi penyebab kontrak itu batal?"


"Kenapa kamu tanya itu?"


"Aku cuma tanya aja"


"Hmmm ya salah satunya jika ada yang sudah menikah dengan orang lain, sehingga kontrak itu dianggap batal atau tidak sah"


"Oh begitu"


"Kamu pengen menikah dengan orang lain?"


"Enggak... kenapa kamu bertanya seperti itu?" protesku


"Tidak ada... aku hanya bertanya saja, kamu istirahatlah dulu, kamu capek kan pasti" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Hmmm iya Hasasi, selama tidur... Hasasi" gumamku memejamkan mataku

__ADS_1


"Selamat tidur juga sayangku"


Hasasi terus mengelus rambutku tanpa henti padahal dia sendiri juga sudah tidur. Tidak tahu kenapa malam ini aku sangat nyaman tidur bersama Hasasi, padahal ini bukan pertama kalinya tapi malam ini terasa sangat nyaman dan membuatku tidur dengan lelapnya


__ADS_2