Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 150 : Berbelanja Di Mall


__ADS_3

Perjalanan ke mall aku ikut Hasasi naik mobil pribadinya sedangkan orang tuanya beserta Lisa naik mobil milik Lisa. Aku menatap keluar jendela dengan perasaan bersalah meskipun seperti biasa aja


"Apa yang kamu pikirkan?"


"Aku memikirkan tadi"


"Masalah gigitanku?"


"Ya..."


"Udah tenang aja, gak bakal di permasalahin kok... bagaimanapun juga kalau di tolak gak bakal bisa karena kamu milikku"


"Tapi kalau dibatalkan gimana?" gumamku


"Tenang aja, kontraknya ada di tanganmu apalagi kamu tidak ada wali jd ya gak bisa untuk membatalkan itu" gumam Hasasi santai


"Tapi Hasasi..."


"Udah tenang aja serahkan kepadaku" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Hmmm baiklah" desahku


"Mmm kamu sampai kapan di rumah orang tuamu?"


"Sampai... selesai"


"Selesai apanya?"


"Urusanku dengan Alex..."


"Jadi aku harus menunggumu di rumah orang tuamu?"


"Ya... agar kamu aman"


"Kenapa kamu pikir di rumah orang tuamu aman?"


"Karena tidak ada yang tahu selain kamu dan kakak"


"Tapi kan rumahnya dekat dengan kota"


"Emang... tapi tidak ada yang tahu"


"Kok bisa begitu?"


"Karena ... itu rahasia"


"Hmmm iya tahu itu rahasia ... maksudku kenapa bisa orang lain tidak tahu?"


"Karena..aku memanipulasi jalan yang menuju ke arag rumah orang tuaku"


"Memanipulasi gimana?"


"Ya memanipulasi agar terlihat hutan"


"Caranya?"


"Gimana ya... susah di jelasin, pokok intinya aku manipulasi"


"Oh hmmm baiklah"


"Udah jangan di pikirkan, bikin pusing"


"Hmmm iya juga sih, oh ya emang kita ke mall mau beli apa sih?"


"Aku tidak tahu... kan biasanya wanita yang mengerti tentang itu"


"Aku tidak punya bayangan mau beli apa" desahku

__ADS_1


"Nanti sampai sana kamu bakal pengen beli kok"


"Gak tau kalau itu"


"Hmmm beli aja kalau pengen beli"


"Mmm gak tahu lah bingung"


"Gak usah bingung, nanti kita mengikuti ibuku belanja butuh waktu seharian... jadi biar kamu gak gabut karena gak tahu harus berbuat apa mending kamu belanja"


"Mmm kalau gitu kenapa tidak bersama denganmu saja"


"Denganku?" gumam Hasasi bingung


"Ne... eotteohge?"


"Mmm bolehlah... udaha lama juga kita gak jalan - jalan"


"Kan kita sering jalan - jalan bersama" gumamku


"Ya tapi kan sama aja"


"Iya sayang..."


"Nanti kita makan, nonton, terus belanja bareng ya"


"Suka - suka kamu aja yang penting kamu senang" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Kamu mau beneran?"


"Ya... untuk kamu apa yang gak mau. Ayo kita turun" gumam Hasasi menggandeng tanganku


"Udah sampai?"


"Udah... ayo masuk" gumam Hasasi menggandeng tanganku


"Yang lain mana?"


Mall yang dimaksudkan adalah Tokyo Mall. Mall terbesar yang ada di Jepang... Ada 5 lantai yakni lantai dasar yang berisi toko kecil, lantai 2 yang berisi barang - barang harga standart dan lantai 3 sampai 5 yang berisi barang - barang mewah dan elite. Aku bersama keluarga Stun menaiki sebuah lift yang berada di sebelah pintu masuk sehingga pengunjung elite bisa langsung naik ke lantai paling atas


"Kalian berdua mau ikut atau jalan sendiri?" tanya Nyonya Stun di dalam lift


"Emmm..." desahku


"Kami jalan sendiri" gumam Hasasi menjawab dengan cepat


"Baiklah... kita bertemu di food court"


"Okey buk" gumam Hasasi menggandeng tanganku keluar dari lift


"Kita mau kemana?" tanyaku


"Bentar beli minuman dulu" gumam Hasasi mengambil uang lembaran di dompet dan memasukannya di mesin minuman


"Kamu mau beli apa?" tanyaku melihat Hasasi yang memilih minuman


"Mmm beli ini aja"


"Boba?" tanyaku kaget saat hasasi membeli minuman bubble


"Apa itu boba?" gumam Hasasi tidak mengerti


"Minuman bubble itu" gumamku


"Kayak gini?"


"Iya.."

__ADS_1


"Ini namanya boba?"


"Iya"


"Oh aku baru tahu"


"Segitunya gak tau... dasar tua" gumamku membuka dompetku dan memasukkan uang kertas ke dalam mesin


"Kamu mau apa?"


"Aku air putih aja" gumamku mengambil botol air putih


"Kenapa air putih?"


"Pengen aja... takut gemuk" gumamku duduk di tempat duduk sebelah mesin minuman


"Haha baguslah, jangan gendut lagi ya"


"Iys Hasasi"


"Kamu mau kemana?"


"Ke toko perhiasan itu yuk" gumamku menggandeng tangan Hasasi


"Emang mau beli apa?"


"Cincin nikah" bisikku di telinga Hasasi


"Itu udah aku persiapkan tau" protes Hasasi


"Aku mau beli kado buat Denis"


"Kado apa?"


"Kado pernikahan"


"Beli aja yang murah"


"Jangan lah, aku ingin berterimakasih kepada Denis sudah menmbantuku menguruskan badan"


"Ta... tapi kan aku yang membantu"


"Meskopun gitu sama aja, dia yang berpengaruh"


"Berpengaruh apa?"


"Ya dia yang mengajari dengan latihan melelahkan setiap hari" gumamku


"Terserah kamu lah" desah Hasasi kesal


"Kamu cemburu???" gumamku menunjuk sebuah kotak cincin yang berisi dua cincin nikah


"Enggak..."


"Jangan bilang kamu cemburu"


"Enggak aku gak cemburu"


"Masa?... " gumamku mengerahkan kartulu kepada petugas kasir


"Iya seriusan...cuma gak terima saja" desah Hasasi


"Jangan cemburu gak jelas gitu, kamu ini" gumamku mengetik password di mesin kartu


"Arigato" gumamku menerima kartuku dan tas belanjaanku yang di berikan petugas toko


"Kamu mau kemana lagi?" tanya Hasasi mengikutiku dari belakang

__ADS_1


"Kesemua toko" gumamku berjalan santai dari satu toko ke toko lain


Aku emang dari awal tidak punya rencana tapi setelah masuk ke mall aku jasi pengen beli ini itu... hmmm dasar wanita selalu haus mata jika bertemu barang bagus


__ADS_2