Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 110 : Butuh Liburan


__ADS_3

Sreek... srreeekkk


Suara gorden kamar yang terdengar sangat keras sehingga membangunkanku yang sedang terlelah tidur. Ku buka mataku dan melihat ada seseorang di dekat jendela yang sedang tersenyum kepadaku


"Selamat pagi nyonya" ucap seorang wanita dengan memakai pakaian pembantu


"Selamat pagi juga"


"Perkenalkan saya Iis, pembantu di rumah keluarga Guan"


"Oh hay Iis... dimana Wanda?" tanyaku sambil mengusap mataku


"Nona Wanda sedang keluar dengan tuan"


"Pagi buta seperti ini?"


"Ya nyonya"


"Kemana perginya mereka?"


"Saya tidak tau nyonya, namun tadi tuan berpesan agar saya melayani nyonya dulu"


"Oh begitu ya..." gumamku


"Nyonya mau sarapan dengan apa?" tanyaku


"Mmm... Aku masak sendiri saja" ucapku dan terbangun dari tempat tidur


"Jangan nyonya, saya saja yang memasakan buat nyonya... nyonya mandi saja dahulu"


"Hmmm baiklah, tolong masakin roti isi dan susu hangat ya" ucapku sambil tersenyum


"Baik nyonya" ucap Iis dan pergi meninggalkan kamarku sedangkan aku langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badanku.


Setelah aku mandi, aku langsung ganti pakaian dan terus berjalan menuju ke dapur untuk mengambil makananku. Saat berada di dapur, aku melihat banyak makanan yang tersaji di meja makan dan di dapur terdapat beberapa pembantu yang sedang mondar mandir untuk menyiapkan makanan


"Pagi semuanya" ucapku ramah


"Pagi juga nyonya"


"Kalian sedang apa?" tanyaku


"Sedang menyiapkan sarapan nyonya... nyonya makanlah dulu" ucap salah satu pembantu di depanku


"Kalian tidak makan?"


"Kami nanti saja, nyonya sarapan saja dahulu"


"Mmm aku menunggu rotiku"


"Sebentar nyonya, ini sebentar lagi matang" ucap Iis dan berapa menit kemudian Iis mengantar makanan di depanku


"Ini makanannya nona"


"Terimakasih, aku keatas dulu ya"


"Loh nyonya tidak makan disini saja?"


"Tidak, aku ingin makan di atas"

__ADS_1


"Baiklah nyonya" ucap Iis dan aku langsung pergi ke atas sambil membawa roti dan susu hangat ke teras lantai dua


Aku duduk di kursi yang tersedia di teras sambil menikmati tegukan susu hangat dan lembutnya roti isi yang masuk ke tenggorokanku dimana ditemani oleh indahnya kota, memang pagi ini pagi yang sangat menenangkan hati dan pikiran.


Kriiiing... kriiinnngg


Handphoneku tiba - tiba berbunyi, aku langsung mengambil handphoneku di kamarku dan aku lihat di notifikasi tertulis nama Alex yang sedang meneleponku dan segera aku mengangkat telpon itu


"Selamat pagi cantik"


"Pagi"


"Udah sarapan belum?"


"Udah, ada apa?" tanyaku cuek


"Tidak... aku cuma pengen liat kamu udah bangun atau belum"


"Kamu kemana aja?"


"Aku ada urusan sebentar"


"Sama Wanda?"


"Mmm ya... aku ada urusan sama dia, cuma sebentar aja... bentar lagi aku pulang kok"


"Oke selamat berkencan" gumamku dingin dan langsung mematikan telponnya


Huuh... mengganggu ketenanganku


Setelah meletakkan handphoneku, aku meneruskan menikmati makanan yang ada di atas piring dengan nikmat.


"Ngapain sendirian disini sayang?"


"Pengen aja, kok udah pulang?"


"Ya udah lah, kan kangen kamu"


"Kenapa kangen aku, kan kamu habis kencan"


"Kamu kenapa?, cemburu ya?"


"Enggak"


"Kalau cemburu itu bilang!"


"Enggak, aku gak cemburu"


"Wajahmu kelihatan cemburu banget tuh"


"Buat apa cemburu, aku bisa kok kayak kamu" ucapku dingin


"Jangan lah sayang, masa kamu tega selingkuhi aku"


"Kan kamu juga kayak gitu kok, kenapa kamu melarangku!" protesku


"Tidak, aku tidak akan melakukan itu lagi... aku hanya punya kamu seorang"


"Gak percaya"

__ADS_1


"Aku akan membuktikannya kepadamu sayangku"


"Ya... ya terserah kamu" gumamku dan langsung berdiri dari tempat duduk


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau ke bawah"


"Oh ya, sebentar lagi kita pergi... ada rapat penting"


"Rapat dengan siapa?"


"Dengan salah satu pejabat... apalagi jadwal kita akan semakin padat, aku tunggu kamu di bawah ya"


"Baiklah" gumamku dan terus melangkahkan kakiku menuju ke dapur


Di dapur aku segera mencuci piring dan gelasku dan meletakkannya di tempat yang khusus untuk mengeringkan alat makan.


"Nyonya sedang apa?" tanya Iis


"Habis nyuci piring dan gelas"


"Kenapa nyonya cuci sendirian, biarkan saya saja yang mencucinya"


"Ahh ... tidak apa, aku masih bisa mnegerjakannya kok" gumamku


"Ya udah, aku pergi dulu ya" gumamku dan meninggalkan area dapur menuju ke aras pintu depan. Di ruang tamu aku melihat Alex sedang membaca majalah terbarunya


"Ayo berangkat" gumamku dan Alex langsung menaruh majalahnya ke atas meja


"Ya udah ayo" ucap Alex dan dia melangkah mendahuluiku sedangkan aku mengikutinya di belakang menuju ke dalam mobil


Emang capek ya jadi sekretaris pribadi petinggi perusahaan ternama, ya mau tidak mau aku harus melakukannya padahal aku pengen merasakan nikmatnya berlibur di akhir pekan seperti ini.


"Kamu kenapa?" tanya Alex memandangiku di dalam mobil


"Tidak ada"


"Ada apa, ceritalah"


"Pengen liburan ... capek tau"


"Ya begitulah jadi sekretaris perusahaan terkenal"


"Liburan kek, pengen liburan nih"


"Pengen liburan kemana kamu?"


"Aku pengen ke Jepang"


"Mmm bolehlah, sekalian ada rapat di Jepang"


"Rapat mulu yang dipikirin" gumamku kesal


"Hehehe iya sekalian sayang, tapi aku janji kita akan liburan"


"Okelah" gumamku senang


Yes, akhirnya bisa ke Jepang ... sekalian lah mau ke rumah mencari sesuatu yang aku butuhkan sebagai bukti dengan rasa kepenasaranku ini.

__ADS_1


__ADS_2