
Hari ini adalah kencan pertamaku dengan Hasasi, sebenarnya aku sering bersama Hasasi dimanapun dan kapanpun cuma di hari ini satu hari penuh aku bersama dengan Hasasi berdua menikmati hari yang indah bersama tanpa pengganggu yang menyebalkan yaitu rapat – rapat Hasasi yang sangat padat.
Setelah aku dan Hasasii menonton di bioskop VIP dan juga makan, Hasasi mengajakku di suatu tempat yang menurutnya adalah tempat romantis.
“Kita kemana sih ?” tanyaku
“Nanti kamu tau sendiri”
“Kok lewat hutan”
“Nanti kamu tau sendiri”
“Kok sekarang kayak lewat gunung”
“Nanti kamu tau sendiri”
“Ihh ... nanti kamu tau sendiri ... nanti kamu tau sendiri mulu” protesku
“Iya gmana lagi, kamu cerewet banget” ucap Hasasi sambil fokus menyetir
“Hummm...” desahku
“Hasasi ...”
“Apa?”
“Besok ada rapat?”
“Ada ...”
“Oh”
“Kenapa?”
“Gak papa”
Beberapa lama kemudian kami sampai di ujung jalan dan kamipun langsung turun dari mobil lalu kami berjalan ke ujung jalan ini. Beberapa meter betapa kagetnya aku saat melihat pemandangan indah kota dari atas gunung ini.
“Waaaw indahnya” gumamku kagum
“Baguskan ... kamu suka?” tanya Hasasi
“Suka banget ... Thanks ya Hasasi” ucapku senang
__ADS_1
“Ini lah tempat yang aku maksud”
“Kamu tau tempat ini dri mana?”
“Ya saat aku latian dulu”
“Oh, latihan apa?”
“Latihan bertahan hidup”
"Apa itu?"
"Ya dulu waktu membunuh orang di sekitar sini"
"Oh ya siapa itu?"
"Mata - mata perkumpulan sebelah"
"Kok kalian bisa tau ada mata - mata?"
"Iya kan perkumpulanku sangat terkenal, mata - mataku banyak, jadi ya tau "
"Hebat ya" ucapku sambil memandangi kota dari atas bukit ini
“Fifiyan ... Will you merry me?” ucap Hasasi dengan pandangan berharap
“Are you serious?” tanyaku kaget
“Yeah...How about you? ... will you merry me?”
“Yes ... yes, I will” ucapku dengan mataku berkaca – kaca dan Hasasi langsung menyematkan cincin berlian yang indah di tanganku lalu memelukku senang
Aku tidak percaya Hasasi melamarku, aku tidak percaya sampai – sampai kami berdua menangis bahagia.
Malam ini, adalah malam yang sangat indah menurutku. Malam dimana Hasasi memberikan waktunya seharian penuh untuk berkencan dengaku dan dia juga melamarku ditempat yang sangat romantis.
“Hasasi ... kenapa kamu meu melamarku?” tanyaku
“Ya ... kan aku udah berulang kali bilang, kamu adalah milikku selamanya milikku dan gak ada yang boleh yang mengambil kamu dariku, jika ada... aku gak segan – segan membunuh orang itu”
“Uhh ... menakutkan” ejekku
“Seriusan ... aku gak bohong loh”
__ADS_1
“Iya – iya aku percaya, tapi kalau nanti ada yang menyakitiku gimana?” tanyaku
“Ya ... dia harus melangkahi mayatku dulu” ucap Hasasi dengan bangga
“Jadilah kuat Hasasi” ucapku sambil menyandarkan kepalaku di bahu Hasasi yang kekar dan Hasasi mencium keningku dengan lembut.
“Kapan nih kita nikah?” ucapku cengengesan
“Nanti kalau udah waktunya, yang penting kamu harus ketemu orang tuaku” ucap Hasasi dengan tersenyum
“Kapan itu?”
“Nanti aku beritahukalau waktunya tepat”
“Hmm ... baiklah”
Tanpa kami sadari waktu sudah menjelang pagi dan Hasasi mengajakku pulang
“Fifiyan .... kita pulang yuk” ucap Hasasi
“Baiklah” ucapku
“Oh ya besok aku berangkat ke pelelangan” ucap Hasasi
“Besok banget?”
“Iya”
“Hmmm ... dasar orang sibuk” gumamku
“Kamu juga ikut sekalian”
“A ... aku?”
“Iya lah”
“Why?”
“Karena kamu istriku ...” ucap Hasasi sambil mengecup keningku
“Seriusan”
“Iya dong ... ya udah ayo pulang ... istirahat dulu ...” ucap Hasasi dan kami pulang ke rumah bersama – sama.
__ADS_1
Kami melewati malam yang dingin dan menikmati pemandangan kota yang indah berdua dan hanya berdua tidak ada yang bisa mengalahkan hari spesial ini. Aku tidak tau akankah inilah akhir dari kisah cintaku yang panjang dan melelahkan, hatiku telah dimiliki oleh ketua pembunuh darah dingin dan juga CEO PT. Stun yang sangat dingin ini.