
Aku mengikuti acara api unggun bersama dengan Hasasi dan juga yang lainnya dengan gembira dan tidak terasa sampai menjelang pagi kami bergembira dan menyanyi bersama - sama
"Baiklah ... karena waktu sudah menunjukkan waktu 2 pagi maka para tamu dapat beristirahat di kamar masing - masing ... selamat malam" ucap MC dengan nada sedikit mengantuk dan kami semua langsung membubarkan diri
Aku berjalan menuju ke villa ditemani oleh Hasasi bersama dengan semua orang yang hadir di acara api unggun tersebut, emang acara pesta pantai waktu api unggun itu biasa aja seperti pramuka biasa sih cuma bedanya di adain di pinggir pantai jadi terasa sangat menyenangkan
"Kamu gak ngantuk sayang?" tanya Hasasi menatapku
"Mmmm... lumayan, kalau kamu ngantuk gak?"
"Enggak... "
"Kenapa kok enggak?"
"Ya ...enggak ngantuk aja, kamu ntar istirahat aja dulu" gumam Hasasi dan aku mengangguk menahan ngantuk
Kami berdua naik ke lantai atas, dengan susah payah aku berusaha menahan ngantuk agar bisa langsung tidur saat sudah di kamar. Saat kami berdua sampai depan kamar, Hasasi mengantarku masuk ke dalam kamar.
Hooaaammm
"Kamu tidur dimana?" tanyaku menahan ngantuk
"Disini... tapi kamu tidur aja dulu, aku mau keluar sebentar" ucap Hasasi berjalan menuju ke pintu kamar tapi aku langsung memegang tangan Hasasi
"Gak boleh... kamu harus disini"
"Kenapa?... nanti aku temenin"
"Gak mau, temenin aku" rengekku memohon
"Hmmm baiklah, udah ganti baju habis itu tidur" ucap Hasasi duduk di ranjang sedangkan aku langsung berganti pakaian dan setelah selesai langsung menemui Hasasi
"Udah nih" gumamku langsung tidur di kasur
"Ya udah pejamin mata sayang" gumam Hasasi duduk di sebelahku
"Hasasi..."
"Ya sayang, ada apa?"
"Kamu kenapa bisa jatuh hati kepadaku?"
"Mmm gak tau"
"Jangan - jangan aku memang gak jatuh hati padaku" gumamku
"Aku sungguh - sungguh jatuh hati padamu Fifiyan, ya emang sih mantan pertama itu emang susah buat lupain tapi ... semenjak ketemu kamu aku lupa siapa mantanku pertama"
"Kan kalau kita batalin tunangan ini kamu bisa nikah sama dia"
"Biarpun bisa tapi aku gak mau lagi"
__ADS_1
"Kenapa gak mau lagi"
"Karena... ya gak mau lagi"
"Terus kamunya mau sama siapa?" tanyaku
"Sama kamu"
"Huuh gombal" gumamku dan Hasasi langsung menciumku
"Aku serius sayang... udah cepetan tidur"
"Kamu mau kemana?" tanyaku
"Ada urusan mendadak"
"Urusan apa?"
"Urusan bertemu sama orang"
"Boleh gak besok aja urusannya?"
"Tapi ini penting"
"Pentingan aku atau orang itu!!!" protesku
"Pentingan..."
Suara telpon sangat keras terdengar ditelingaku, Hasasi langsung merogoh jas hitamnya dan mengambil handphonenya lalu mengangkat telepon itu
"Hallo... mmm ya baiklah tapi wanitaku hari ini manja banget, besok saja kita ketemu... oke... oke" ucap Hasasi mematikan telponnya
"Udah aku batalin buat kamu" gumam Hasasi berbaring di sebelahku
"Nah gitu dong sekali - kali buat aku gitu" gumamku
"Iya ... iya cantik, udah tidur sayang" gumam Hasasi membelai rambutku dengan lembut
"Hasasi... aku cinta kamu"
"Iya sayang aku cinta kamu juga sayang"
"Hasasi ... kamu tidak menyesal kalau kamu menikah denganku?"
"Tidak kok buat apa juga aku menyesal, aku sudah mantap denganmu"
"Hmmm... oh ya?"
"Iya seriusan loh"
"Hmmm iya aku percaya" gumamku
__ADS_1
"Hmmm Hasasi..."
"Iya"
"Kenapa ya kisah cinta kita bisa rumit ya" gumamku
"Ya... namanya juga kehidupan sayang pasti ada pahit manisnya" ucap Hasasi lembut sambil terus mengelus rambutku
"Iya juga sih"
"Oh ya kalau kamu gak takut gitu kalau nikah sama aku?"
"Takut kenapa?" tanyaku penasaran
"Ya kamu akan menikah dengan pemimpin perkumpulan pembunuh berdarah dingin yang emmiliki banyak musuh apa kamu tidak takut?"
"Tidak... kan ada kamu yang melindungi aku, jadi aku juga gak takut sama kamu kok"
"Iya sayang aku akan terus melindungimu apapun yang terjadi..."
"Makasih ya sayang" gumamku
"Apa sih yang gak buat wanitaku yang cinta" ucap Hasasi memelukku dan lembut dan mencium dahiku
"Mmm ntar kalau kita menikah pesta kita kayak gimana?" tanyaku menatap Hasasi
"Kamu maunya yang seperti gimana?"
"Pengenku megah dan juga mewah"
"Terus"
"Ya pokok lebih mewah dari pesta pernikahanmu yang gagal itu"
"Seriusan pengen yang mewah?"
"Ya aku pengen yang mewah"
"Ya sayang nanti ku buatkan pesta termewah dan termegah sesuai keinginanmu" gumam Hasasi tersenyum
"Beneran loh ya?"
"Iya beneran ... Udah ... tidurlah sayang, aku besok ada perjalanan ke Amerika, kamu mau ikut?" gumam Hasasi terus membelai rambutku dengan lembut
"Mau... mau ... aku mau ikut"
"Baiklah kamu tidur dulu tapi"
Baiklah aku tidur" gumamku memejamkan mata di pelukan Hasasi
Aku terasa sangat senang dan terasa nyaman berada di sisi Hasasi, apalagi Hasasi kini milikku walaupun belum seutuhnya karena kami belum menikah, tapi dibalik semua itu aku sangat amat senang dengan semua ini apalahi Hasasi menemaniku tidur malam ini seperti dulu Hasasi selalu menemaniku setiap malam dimanapun dan kapanpun. Aku berharap aku bisa menikah dengan Hasasi suatu saat nanti
__ADS_1