Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 66 : Ketakutan


__ADS_3

Rahel membawaku masuk ke dalam rumahnya yang bisa dibilang mewah ini, aku sebenarnya ingin melawan dan berlari ke arah Hasasi agar Hasasi mengurungkan niatnya, tapi cengkraman Rahel begitu kuat di tanganku yang membuat tanganku sedikit kesakitan


"Aduh ... kenapa anganmu menggenggam aku sekuat ini" protesku


"Maaf Nona, ini perintah Tuan Hasasi, karena masalah aku juga Hasasi harus berkorban" ucap Rahel sedih dan melepaskan tangannya dari tanganku


"I...Ini bukan karena salahmu kok Rahel " ucapku menghibur walaupun aku khawatir dengan Hasasi


"Hmmm tapi aku juga merasa bersalah Nona" ucap Rahel menunduk sedih


"Ti ... tidak kok"


"Hmmm baiklah kalau Nona berfikir seperti itu, nona bisa istirahat sekarang" ucap Rahel menuntunku menuju sebuah ruangan


"Ini ruangannya siapa?"


"Ini kamar untuk anda Nona, maaf jika tidak sesuai dengan selera Nona" ucap Rahel menunduk


"Tidak ... tidak, ini nyaman kok ..." ucapku


"Syukur kalau Nona merasa nyaman di kamar ini, silahkan nona beristirahat ... saya undur diri dulu" ucap Rahel lalu pergi meninggalkanku sendirian di kamar ini


Aku merebahkan tubuhku yang lelah ini dan menatapi langit - langit kamar yang terdapat lukisan yang indah.Di dalam hatiku terus memikirkan Hasasi, Aku tidak tahu apakah Hasasi sudah berangkat atau belum ... tidak tahu siapa yang salah tapi ada rasa penyesalanku karena menyetujui permintaan Michel. Hasasi sudah lama tidak mengurusi perkumpulannya. aku percaya Hasasi mampu tapi aku merasa tidak tenang saja. Tiba - tiba pintu kamar diketuk agak keras


Tookk ... toook.. tookk...


"Iya siapa?..." teriakku tersadar dari lamunanku


"Saya Lily, pelayan Tuan Michel"


"Iya ada apa?"


"saya mendapatkan pesan dari tuan Hasasi agar nona menunggu Tuan Hasasi pulang, Tuan HasasiĀ  sudah berangkat bberapa menit yang lalu Nona" ucap Lily

__ADS_1


"Baiklah ... terimakasih sudah menyampaikannya ... kamu boleh pergi" ucapku berjalan mengarah jendela kamar


"Baik Nona ... saya undur diri ... jika nona ingin makan tinggal panggil saya... saya akan datang" ucap Lily dan pegi dari pintu kamarku


"Hmmm iya " gumamku sambil melihat taman bunga yang ada di belakang rumah, bunga tersebut sangatlah indah dan aku tetap saja tidak bisa untuk tidak mengkhawatirkan Hasasi


Aku ingin keluar untuk menenangkan diriku tapi ... aku malas banget apalagi di luar sangat panas dan juga badanku sebenarnya capek sekali ... aku ingin menyusul Hasasi tapi aku lupa bertanya kemana mereka pergi ... ah jadi aku bingung sendiri mau ngapain di kamar ini. Dan akhirnya aku memutuskan untuk tidur di sore ini.


"Bentar bukannya aku tadi tidur di sore ini ya ... kok aku melihat Hasasi di depan sana" gumamku dan berusaha mendekati Hasasi


"Hasasi bukannya kamu pergi?" tanyaku kepada Hasasi namun Hasasi hanya tersenyum saja


"Hasasi, kenapa kamu disini?" tanyaku sekali lagi, dan Hasasi lagi - lagi hanya tersenyum


"Hasasi kamu kenapa kok hanya tersenyum sendiri dari tadi?" tanyaku sekali lagi dan Hasasi tetap tersenyum


Tiba - tiba saat aku mendekati Hasasi dan Hasasi mulai memelukku terdengar suara tembakan dari sebuah pistol dari arah belakang Hasasi dan Hasasi langsung jatuh terkapar di depanku


"Hasasi ... Hasasi ... Bangun Hasasi" tangisku memegang tubuh Hasasi


"Sayang, tetaplah hidup ya, jangan nakal - nakal... aku sayang kamu" ucap Hasasi dan genggaman Hasasi pun terlepas di tanganku, aku tidak tahu... aku harus bagaimana ... apakah ini mimpi atau apakah ini kenyataan aku tidak tau


"Nona Fifiyan..." panggil sesosok wanita dan menggoncang - goncangkan badanku


"Nona Fifiyan ada apa nona" panggil wanita itu lagi, dan aku langsung membuka mataku dan aku melihat wajah Rahel di depan mataku


"Nona ada apa nona?" tanya Rahel khawatir


"Hasasi ... dimana Hasasi?" tanyaku panik


"Tuan Hasasi dan kakakku belum pulang nona" jawab Rahel menenangkanku


"Kapan mereka akan pulang?" tanyaku khawatir

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu nona, ada apa nona berteriak kencang tadi?" tanya Rahel


"Aku ... aku mimpi buruk Rahel ... aku bermimpi Hasasi mati di tembak ... Rahel aku takut" tangisku pecah lagi


"Nona tenangkan diri nona, aku yakin tuan Hasasi tidak akan kenapa - napa" ucap Rahel meyakinkanku


"Ta ... tapi ..."


"Udah nona tenangkan diri nona, ini secangkir air putih untuk nona agar nona tenang" ucap Rahel memberiku segelas air putih


"Terimakasih Rahel" ucapku dan meminum air tersebut


"Nona tenangkan diri nona ya ... aku akan menemani nona disini, boleh?" tanya Rahel padaku


"Boleh ... silahkan saja" ucapku dan kembali berbaring di kasurku


"Terimakasih nona"


"Ini jam berapa Rahel?" tanyaku


"Ini sudah pukul 5 pagi nona" jawab Rahel melihat jam tangannya


"Loh sudah pagi, aku tidaknya lama juga ya ..." gumamku


"Nona ingin sarapan?" tanya Rahel mendekatiku


"Tidak ... nanti saja"


"Kan nona dari kemarin tidak makan, nanti kalau nona skit bagaimana"


"Nanti saja Rahel, aku lagi tidak selera makan" gumamku


"Hmmm baiklah nona, nona istirahat saja... saya akan menemani nona disini" ucap Rahel memegang buku novel di tangannya

__ADS_1


Di dalam pikiranku masih mengkhawatirkan Hasasi, aku takut mimpiku barusan menjadi kenyataan dan aku harus kehilangan salah seorang laki - laki yang aku sangat cintai dan laki - laki yang berani mengorbankan hidupnya untuk membalaskan dandam Rahel dan juga membalaskan dendamku kepada keluarga Liang dan Lie.


__ADS_2