
Setelah dari taman bermain itu aku menceritakan semua yang di katakan Fiyoni kepada Hasasi, setiap hari Hasasi terus menggenggam erat tanganku. Dia sama sekali tidak melepaskanku walaupun hanya sekedar pergi ke toilet. Dari wajahnya, Hasasi terlihat sangat khawatir tiba-tiba Fiyoni datang dan merebutku.
Hari ini karena Steven sudah selesai dengan urusannya jadi dia akan datang ke rumah untuk bertemu denganku. Aku membersihkan kamar Steven dan Hasasi hanya terduduk di sofa sambil mengawasiku.
"Sayang kamu hari ini kan ada pertemuan?" Tanyaku menatap Hasasi yang sedang menatapku dingin sedari tadi.
"Aku undur besok."
"Kenapa? Apa kamu masih khawatir?"
"Pastinya, kamu milikku Fifiyan aku tidak mau Fiyoni itu merebutnya dariku." gerutu Hasasi kesal. aku berjalan ke arah Hasasi dan mengusap lembut punggungnya.
"Tenang saja sayang, aku tidak pergi kemanapun kok."
"Tapi Fifiyan, aku tidak ingin kehilanganmu. Aku ingin hidup dan matiku bersama denganmu. Aku...aku..."
"Sayang dengar...aku mencintaimu jadi tidak mungkin aku mencintai kak Fiyoni, lagi pula aku tidak memiliki rasa kepadanya."
"Aku tahu, tapi aku takut dia membunuhku dan kamu menjadi istrinya, walaupun aku mati aku...aku tidak akan rela!!" teriak Hasasi sedih.
"Apa sih teriak-teriak kalian ini?" tanya Steven yang berjalan masuk ke dalam kamar.
"Fifiyan...dia disukai Fiyoni sama seperti perkataanmu dulu..." gumam Hasasi menggenggam erat tanganku.
"Memang, itulah kenapa aku menyuruhmu cepat menikahinya kan."
"Tapi dia sekarang masih saja menginginkan istriku Steven!" protes Hasasi kesal.
"Ya aku tahu, Hansol sudah menceritakannya padaku. Kemarin aku tidak bisa datang karena banyak urusan mendadak jadi ya maaf saja..."
"Lalu apa yang harus aku perbuat Steven."
"Tenanglah, aku akan berbicara dengan adikku. Kamu ikutlah pertemuan itu, tenang saja aku akan menjaga adikku..."
"Tapi Fiyoni..."
"Fiyoni mengenalku, kalau dia muncul aku akan berbicara dengan dia baik-baik. Tapi aku rasa dia tidak akan muncul sekarang. Dunia mafia sedang kacau, ada mafia misterius yang suka mengganggu keamanan dunia mafia."
__ADS_1
"Mafia misterius? Siapa?"
"Kamu akan tahu jika kau mengikuti pertemuan itu pertemuan penting Hasasi!"
"Tapi... hmmm baiklah aku akan pergi ke bawah. Jaga istriku ya..." gumam Hasasi memasangkan alat pelacak di belakang telingaku dan menciumku lembut.
"Aku rapat dulu ya sayang..." gumam Hasasi keluar kamar meninggalkan aku dengan Steven.
"Jadi dia benar-benar Fiyoni?" tanya Steven serius.
"Ya kak, aku masih ingat wajah kak Fiyoni waktu kecil."
"Dan dia membuatkan gelang itu untukmu?"
"Ya kak, hmmm aku tidak mengerti kak. Kenapa kak Fiyoni bisa mencintaiku padahal kan..."
"Adikku, nasib kalian berdua itu sama. Kehilangan keluarga dan dipungut keluarga Liang hanya untuk menjadi kelinci percobaan. Fiyoni mencintaimu karena hanya kamu yang menerima dia bahkan kemanapun dengan dia akan bersamamu sedangkan anak yang lain tidak peduli benarkan?" tanya Steven meminum wine di depannya
"Jadi dia mencintaiku karena itu?" tanyaku terkejut.
"Ya, selama hidupnya yang selalu menemani dia hanya kamu bahkan membuat Fiyoni lupa kejadian pembantaian di keluarganya juga karena kamu itulah kenapa dia sangat mencintaimu sampai sekarang."
"Memiliki suami atau anak sekalipun tidak akan menghilangkan keinginannya memilikimu jadi sia-sia saja kamu beralasan seperti itu."
"Lalu apa yang harus aku lakukan kak?"
"Tenang saja, kita masih ada waktu untuk santai apa lagi dia ikut mafia musuh jadi selama Hasasi belum bertarung jadi keadaan akan aman."
"Kenapa kakak begitu santai?"
"Walaupun kamu hanya gadis biasa dahulu tapi kamu menikah dengan mafia penguasa seluruh mafia jadi kamu pastinya akan terjun di dunia mafia dan kamu akan mengerti nantinya. Yang terpenting anggap saja kejadian ini biasa saja nanti kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan adikku."
"Oh mmm apa kalian mengenal Fiyoni?" tanyaku pelan.
"Ya dan Hasasi juga mengenalnya. Dulu sebelum kalian menikah Fiyoni sudah mengatakan kepada Hasasi kalau dia akan merebutmu jadi mendengar dia memiliki musuh cinta yang sangat menyebalkan akhirnya Hasasi tanpa pikir panjang untuk menikahimu."
"Hanya karena itu alasannya kak Hasasi mencintaiku?"
__ADS_1
"Tidak juga, kamu tahu kan dia sangat ragu karena di hatinya masih ada nama mantan kekasihnya. Tapi Hasasi mengetahui banyak pria yang menyukaimu akhirnya Hasasi mantap menikahimu."
"Ohh... jadi bisa dibilang saat ini masih aman kan kak?"
"Ya begitulah, Fiyoni pasti sadarlah siapa musuhnya apalagi siapa yang berani melawan Hasasi? Hasasi pemilik seluruh dunia mafia bahkan sampai sekarang."
"Mmm benar juga sih..." desahku menatap gelang di tanganku.
"Apa kamu mencintai Fiyoni?"
"Tidaklah kak, aku hanya menganggapnya seorang kakak apalagi aku hidup sendiri setelah kejadian dulu."
"Mmm benar juga sih..." desah Steven mengusap rambutku lembut.
"Tenang saja Adikku, yang menjadi ancaman bukan Fiyoni tapi mafia - mafia yang membuat ulah itu."
"Mafia yang berulah?" tanyaku bingung.
"Ya...yang terpenting jaga Hasasi jangan sampai Hasasi kembali seperti dulu. Mantan kekasih Hasasi dulu belum benar-benar mati takutnya dia akan menjadi ancaman apalagi banyak wanita yang menyukai Hasasi jadi kamu harus melindungi mereka semua, paham kan?"
"Tapi bagaimana aku melakukannya kak?" tanyaku pelan.
"Kamu sekarang nyonya Stun, kamu harus belajar tentang mafia dan juga perusahaan. Kamu harus menemani Hasasi kemanapun jangan sampai lengah, apa kamu mengerti?"
"Oh mmm aku akan berusaha kak Steven..." desahku pelan.
"Walaupun usia Hasasi sudah hampir tua tapi dia penguasa semua mafia bahkan perusahaan jadi kamu harus menemaninya, ada beberapa pria yang mencintaimu dimasa lalu juga ingin merebutmu kembali Fifiyan jadi kamu harus waspada, belajarlah seperti nyonya Stun kamu akan tahu apa yang akan kamu lakukan yang terpenting...jangan sampai kejadian dimasa lalu kembali terulang!" gumam Steven menatapku serius.
"Ba...baiklah kak..." gumamku pelan.
"Jangan khawatir, ada aku dan Hansol kalau Hasasi berbuat hal seperti dulu kami akan menghukumnya yang terpenting adalah kamu harus belajar menjadi nyonya Stun yang kuat adikku!"
"Mmm ya aku akan belajar kak, ajarin aku juga ya kak..." gumamku mencoba tersenyum.
"Tenang saja, aku akan mengajarimu adikku. Oh ya ini makanan untukmu makanlah..." gumam Steven memberikanku camilan keripik kentang kesukaanku.
"Waah... mmm terimakasih kak..." gumamku memakan cemilan itu.
__ADS_1
"Sebentar ya kakak mau mandi dulu..." gumam Steven berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Aku menatap camilan di bawahku dan sedikit terkejut kalau banyak yang masih menginginkanku dan menginginkan Hasasi, aku tidak ingin keluarga kecilku hancur setelah keluargaku aman dan damai. Aku harus menjadi nyonya Stun yang kuat apapun yang terjadi aku harus mempertahankan keluargaku.