Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 60 : Menikmati Senja


__ADS_3

Saat kami berjalan menuju ke dalam hotel kami disambut oleh tiga orang pria berpakaian rapi dan juga tampan sedang berdiri di depan pintu kaca hotel tersebut... tiba - tiba salah satu dari mereka mendatangi kami


"Selamat sore tuan, ada yang bisa saya bantu" ucap salah satu pria tersebut


"Tidak ada, kami berdua akan mengikuti pertemuan tertutup dengan Michel Cwan" ucap Hasasi dingin


"Oh boleh saya tahu identitas anda?" ucap pria tersebut dan Hasasi mengeluarkan lencananya


"Baiklah tuan Hasasi, silahkan masuk ... ini kunci kamar yang telah disediakan" ucap pria tersebut dan kami berjalan masuk menuju ke pintu hotel


"Hasasi..."


"Iya sayang"


"Kok mereka tahu namamu?"


"Ya taulah ... aku kan orang penting ... welk" ejek Hasasi


"Dasar ..." gumamku


Aku dan Hasasi masuk ke hotel dan berjalan menuju lorong yang di kiri dan kanannya terdapat beberapa pintu yang terlihat mewah dengan ukiran - ukiran yang indah.


"Silahkan masuk tuan putriku" ucap Hasasi melepaskan kartu akses kamar yang Hasasi telpelkan ke pintu


"Terimakasih" ucapku berjalan memasuki kamar dan tiba - tiba terdengar suara orang menutup pintu


"Loh kamu disini juga? ..."


"Iya lah ... kan cuma dapat kamar ini doang ... kayak kamu gak pernah sekamar denganku aja" protes Hasasi sambil melepaskan jas hitamnya


"Mmmm iya juga sih ... kita sering banget sekamar tapi belum nikah - nikah" ejekku dan tiba - tiba Hasasi mendekatiku dan mencium bibirku dengan lembut

__ADS_1


"Kamu menciumku" protesku


"Kayak kamu gak pernah aku cium aja ... kamu istirahat aja dulu, aku mau mandi" ucap Hasasi pergi menuju kamar mandi


"Dasar licik" gumamku dan aku berjalan keluar jendela dan duduk di kursi yang ada di luar jendela. aku melihat begitu banyak gedung - gedung tinggi, langit yang berwarna kuning kemerah - merahan dan juga banyak kendaraan bahkan orang yang berlalu lalang di bawahku


Tiba - tiba aku merasakan aku dipeluk oleh seseorang dari belakang dan akupun menoleh ke belakang dan ternyata itu Hasasi


"Kamu ngapain sendirian disini?"


"Kan kamu mandi" gumamku


"Oh iya yah ... ayo masuk sayang ... nanti kamu masuk angin loh"


"Aku masih pengen menikmati senja dan juga menikmati kota yang sibuk ini"


"Baiklah ... aku temani ya" ucap Hasasi duduk di kursi depanku


"Kamu tidak tidur dulu?"


"Kan kita setiap hari berduaan mulu" gumamku


"Iya juga sih ... tapi setiap hari terasa kurang bagiku"


"Lalu ...?"


"Aku pengennya setiap detik setiap menit bersamamu"


"Oh begitukah sayang?"


"Iya sayang ... because I Love You " ucap Hasasi serius

__ADS_1


"Hmmm I Love You Too" ucapku senang


"Kamu gak mandi dulu sayang?"


"Nanti aja lah mager"


"Dasar sayangku nih mageran"


"Meskipun begitu tapi kamu masih mau sama aku kan" sindirku


"Enggak ... yeee" ejek Hasasi


"Oh gitu ... oke " ucapku kesal


"Hahaha tidak lah sayang ... aku hanya bercanda ... kamu tetaplah milikku" ucap Hasasi tertawa tetapi aku hanya diam saja


"Bicara sayang ... jangan diem gitu dong .. entar cantiknya ilang loh" goda Hasasi


"Au ah ... ngeselin " gumamku


"Jangan marah sayang ... aku minta maaf ... besok mau aku ajak ke suatu tempat gak?"


"Dimana?"


"Ada deh pokoknya ... biar kamu penasaran dulu"


"Iiihh ... kasih tau sayang" ucapku sebal


"Besok kamu akan tau sendiri ... udah kamu mandi dulu ... udah senja nih bentar lagi pertemuan akan dimulai ... aku akan menjemputmu jam 7 tepat" ucap Hasasi berlalu meninggalkanku


"Kamu mau kemana?"

__ADS_1


"Aku mau keluar sebentar" ucap Hasasi meninggalkanku


"Huuuhh dasar nyebelin" gumamku kesal dan aku langsung bergegas berjalan menuju kamar mandi agar Hasasi tidak telat dalam pertemuan yang penting itu.


__ADS_2