
Di luar ruangan pelelangan banyak orang - orang yang berjalan santai ke luar. Sedangkan Hasasi terus menarikku dengan cepat keluar dari ruangan pelelangan yang membuatku hampir jatuh beberapa kali
"Hasasi kenapa tergesa - gesa sih?" gumamku mengikuti langkah Hasasi yang cepat
"Aku mau ada rapat penting dengan seorang petinggi"
"Rapatnya sekarang? Atau nanti?"
"Iya sayang, rapatnya sekarang"
"Kamu sendirian?"
"Kan aku udah bilang sama Hansol"
"Ya kan aku lupa" gerutuku
"Lalu aku bagaimana?"
"Kamu dengan Leo sementara waktu"
"Lalu dimana Leo?" gumamku
"Dia sedang di aula sedang mengikuti pesta"
"Pesta apa?"
"Tidak tahu sih, nanti tanya aja sama Leo yang lebih tahu"
"Kamu gak ikut?"
"Enggak ah, aku ada rapat penting sih. Nanti kamu dengan Leo saja" gumam Hasasi menatapkku
"Jangan lama - lama ya"
"Kenapa? Kangen ya?"
"Enggak ya, tiap hari aja ketemu kamu mulu" gumamku
"Iya kirain bakal kangen, kecewa deh" desah Hasasi sedih
"Iya deh ya aku kangen nanti, jangan sedih seperti itu dong"
"Hihihi, baiklah aku gak bakal lama kok" gumam Hasasi tersenyum kepadaku
"Kenapa kamu begitu sibuk sih Hasasi?" gumamku kesal
"Ya kan kamu tahu sendiri aku orangnya sibuk"
"Walaupun di kapal pesiar seperti ini?"
"Ya begitulah"
"Hmm tahu begitu aku tidak ikut"
"Kalau kamu tidak ikut aku sendirian disini juga gak enak, emang kamu mau membuatku kesepian"
"Kan ada Hansol sama Leo"
"Gak mau ah, Mending sama kamu"
"Kenapa mending sama aku?"
"Ya kan kamu istriku" gumam Hasasi tersenyum kepadaku sambil terus menarik tanganku lembut
Saat kami berdua sampai di aula pertemuan, aku melihat banyak sekali orang yang sedang mengobrol santai dan ada juga yang sedang memakan makanan ringan di temani alunan musik DJ yang sangat kencang
__ADS_1
"Iiihh musiknya kenceng banget" gerutuku
"Ya namanya juga pesta"
"Leo dimana?" gumamku
"Tidak tahu, kita cari dulu" gumam Hasasi menggandengku berjalan menyusuri di dalam kerumunan orang
"Terlalu banyak orang yang datang Hasasi" gumamku
"Tuan Hasasi..." teriak Leo di pojok aula
"Oh ... itu dia" desah Hasasi menggandengku ke tempat Leo berdiri
"Kamu kenapa berdiri di belakang seperti itu?"
"Aku cuma ingin menikmati makanan yang ada disini, apalagi makanannya sangat enak - enak" gumam Leo memakan chocolate cakeĀ yang ada di atas piringnya
"Oalah, ini aku tiitip istriku. Jangan sampai kehilangan dia tahu!!!"
"Iya tuan siap" gumam Leo semangat
"Aku tinggal sebentar ya sayang, jangan kemana - mana nanti kamu tersesat" gumam Hasasi mencium keningku
"Iya Hasasi" gumamku dan Hasasi berjalan meninggalkan aku sendirian dengan Leo
"Kamu mau makan apa nona Shinju?" tanya Leo menatapku
"Mmm bingung, kebanyakan makanan enak disini" gumamku
"Pilih aja sesuka kamu nona"
"Mmmm ya udah deh" desahku mengambil satu roti tawar berbentuk panjang dan krim sup yang ada di depanku
"Mari duduk kursi itu nona" gumam Leo berjalan mendahuluiku
"Silahkan nona" ucap Leo ramah
"Jangan terlalu formal Tuan Leo"
"Tidak apa nona" ucap Leo ramah
"Mmmm oh ya Tuan, Tuan Leo bisa kenal Hasasi?"
"Ya nona, udah lama sih aku kenal Tuan Hasasi"
"Kata Tuan Hansol, Tuan Leo pemilik PT. Park ya?"
"Iya benar sekali, perusahaan terbesar di Korea"
"Dulu sepertinya bukan Perusahaan Park deh seingatku" gumamku mencelupkan roti tawar ke dalam krim sup
"Ya memang, tapi aku berusaha bisa mengembangkan perusahaan keluargaku menjadi perusahaan terbesar di Korea" gumam Leo bangga
"Waaah hebat banget Tuan Leo, pasti perjuangan banget ya?"
"Ya bisa dibilang begitu. Perjuangan tidak pernah menghianati hasil"
"Jadi penasaran dengan perusahaan milik Tuan Park"
"Datanglah nona, sekali - kali mampir ke perusahaan"
"Ya nanti kalau sempat ke Korea, aku mampir deh"
"Tuan Leo juga sering melakukan kerjasama bisnis dengan Hasasi?"
__ADS_1
"Iya nona, tapi kami juga melakukan kerjasama perkumpulan" gumam Leo meminum wine di gelasnya
"Emang Tuan Leo juga memiliki perkumpulan sendiri?"
"Punya nona, tapi ya tidak sehebat milik Tuan Hasasi dan Tuan Hansol"
"Apa nama perkumpulan Tuan Leo?"
"Nama perkumpulanku adalah Mafia Malam"
"Mafia Malam? Mmm kok sedikit aneh ya?" gumamku
"Ini ada artinya sendiri nona"
"Apa artinya"
"Ya artinya itu perkumpulan mafia yang beraksi di malam hari"
"Oh ya?Jadi bawahan Tuan Leo juga ada disini?"
"Yups benar sekali nona"
"Oh ya. Emang Hasasi sedang melakukan apa disini?" gumamku menatap Leo
"Sedang melakukan kegiatan yang rahasia nona"
"Emang aku tidak boleh tahu?"
"Kata Tuan Hasasi sih nona tidak boleh sampai tahu"
"Kenapa aku tidak boleh tahu?"
"Ya untuk menyangkut keberhasilan misi ini"
"Emang aku pengganggu apa?" gerutuku kesal
"Bukan begitu nona, Tuan Hasasi tidak mau kalau nona tahu sadisnya Tuan Hasasi saat melakukan misinya tersebut"
"Sadis? Emang seberapa sadis?"
"Mmmm bagaimana ya menjelaskannya? Intinya Tuan Hasasi tidak mau nona terlibat apalagi nona hatinya terlalu lembut berbeda dengan Tuan Hasasi"
"Mmmm tapi kenapa ya Hasasi bisa selembut itu kepadaku sekarang, padahal dulu pertama kali ketemu dia menakutkan banget tatapannya dan sikapnya snagat dingin"
"Ya sebenarnya Tuan Hasasi emang bersikap dingin kepada siapapun kecuali kepada nona, dengan aku dan Tuan Hansol saja juga dingin banget" desah Leo meminum winenya
"Tapi kenapa dia kepadaku bersikap baik Tuan Leo?"
"Karena nona adalah istrinya, sedingin - dinginnya Tuan Hasasi kepada oranglain tapi sangat lembut dan perhatian kepada keluarganya"
"Mmmm iya mungkin juga sih" desahku
"Sebentar ya nona, aku ijin ke kamar mandi dulu" ucap Leo meninggalkanku
"Baiklah" desahku menatap Leo yang pergi dari aula ini
Aku melahap kembali makananku sambil melihat kerumunan orang yang sedang asik berpesta di depanku. Pada saat aku menatap sebuah sudut sepi oleh orang yang sedang berpesta, aku melihat seorang wanita yang terikat kedua tangannya dan disebelah kiri dan kanan wanita itu laki - laki berbadan besar dan tegap.
"Siapa mereka?" desahku penasaran sambil terus menatap wanita yang terikat itu
"Eehh, bukannya itu wanita yang sangat dibenci Tuan Hansol ya? Kenapa dia ada disini dan diikat seperti itu?" gumamku meletakkan rotiku di atas piring
"Jangan - jangan dia diculik lagi?" gumamku kaget
"Eeehhh tunggu dibelakangnya bukannya Ridhwan Hann ya?" gumamku kaget
__ADS_1
"Aku harus mengikuti mereka" gumamku berjalan mengikuti mereka secara diam - diam
Ya walaupun kata Hasasi dan Hansol wanita itu pernah hampir mencelakai Hasasi dan Hansol, tapi aku sebagai perempuan melihat ada yang di culik seperti itu juga merasa kasihan. Kalau bisa aku memecahkan misteri tentang kapal pesiar ini