
Hasasi terus menarikku menjauh dari keramaian,aku tidak tahu dia akan membawaku kemana, dihatiku terus befikir dan juga bertanya – tanya. Lama kelamaan kami berada di sebuah hutan yang ada di belakang rumah Mutiara
"Hasasi ..."
"Iya sayang"
“Kamu mengajakku kemana Hasasi?”
“Kesuatu tempat”
“Untuk apa?”
“Nanti kamu akan tau” ucap Hasasi sambil terus menarikku
“Tapi kenapa di hutan seperti ini Hasasi?” tanyaku
“Ya ... biar sepi dan aku bisa leluasa mengobrol denganmu berdua?”
“Emang apa yang ingin kamu bicarakan sayang?”
“Nanti saja ... ayo cepetan nanti keburu di liat orang”
“Loh emang kenapa kalau ada yang liat sayang?”
“Nanti gangguin keromantisan kita atuh sayang”
“Aaah .. kamu ini sukanya romantis mulu” gumamku
“Ya kalau aku dingin kamu ninggalin aku ... kan serba salah” rengek Hasasi
“Iya – iya jangan nangis dong sayang” bujukku saat tau wajah Hasasi berubah sedih
“Kamu tidak meragukan keseriusanku kan sayang?”
“Tidak lah sayang”
“Seriusan?”
“Iya ... kalau tidak serius aku sudah dengan laki – laki lain Hasasi”
“Mmmm iya sih ... banyak laki – laki yang ingin merebutmu dari tanganku” ucap Hasasi sedih
“Emang ... banyak gitu?” tanyaku kaget
“Banyak ... nanti kita cerita – cerita ya”
“Emang mau cerita dimana Hasasi?”
“Disana “ ucap Hasasi menunjuk sebuah kursi kayu di ujung tebing yang menghadap ke bulan purnama yang indah
“Kamu kok tau tempat disini Hasasi?”
“Ya aku dulu sering main – main kesini waktu kecil jadi markas pertamaku disini” ucap Hasasi mengajakku duduk di kursi kayu tersebut
“Oalah begitu ... baiklah kamu mau cerita apa Hasasi?”
“Hmmm ... ya pertama – tama aku ingin minta maaf semua kesalahanku yang membuat kamu sakit hati Fifiyan, jujur aku tidak bisa menjelaskan kepadamu karena ...”
“Karena apa Hasasi?” tanyaku penasaran
“Karena kamu cinta terakhirku ... aku berfikir jika aku tidak menceritakan kepadamu kamu akan menerima dan tidak terluka ternyata ... aku salah malah membuatmu terluka berulang kali” ucap Hasasi sedih
__ADS_1
“Aku suka orang yang terbuka Hasasi, kalau kamu gak ngomong mana mungkin aku bisa tahu apa yang terjadi ... aku malah aku jadi salah paham denganmu” jelasku
“Iya maafkan aku Fifiyan, aku ingin menceritakan semua denganmu malam ini”
“Aku mendengarkan Hasasi”
“Saat di Jepang dulu, kamu pernah pergi dariku kan?”
“Iya ... karena kamu menyebalkan” protesku
“Maafkan aku Fifiyan ... kamu terlalu polos ...aku tidak mau kamu melihat kejadian berdarah, kalau kamu kemarin tahu mungkin kamu akan menahanku dan menyuruhku untuk melakukannya ... makanya aku bermain topeng denganmu, tapi tahu gak Fifiyan ...”
“Apa Hasasi?”
“Gak tahu kenapa hatiku merasakan sakit saat aku melihatmu sedih”
“Tapi kan kamu tidak mencariku Hasasi” ucapku lirih
“Aku mencarimu Fifiyan, makanya kenapa Hansol membawamu ke markasnya ... karena itu aku yang menyuruh dia mengamankan kamu, ku tidak mau kamu hilang lagi” ucap Hasasi sedih
“Jadi kamu mencariku Hasasi?” tanyaku
“Iya aku mencarimu, sampai aku meminta perkumpulan lain di seluruh dunia mencarimu”
“Maaf Hasasi, gara – gara aku kamu menjadi kesusahan” ucapku lirih
“Aku yang minta maaf Fifiyan” ucap Hasasi sedih
“Hmmm...” desahku
“Oh ya ... dengan yang sama Bunga Mo itu bukan aku yang mau sebenarnya”
“Kamu disuruh?”
“Sama siapa?”
“Sama ayah dan ibuku” ucap Hasasi lirih
“Kalau yang menyuruh ayah ibumu aku gak masalah unuk mundur Hasasi ... apalagi ...” gumamku lirih dan berusaha mengatur nafasku
“Apalagi apa Fifiyan?”
“Apalagi ... aku hanya wanita miskin yang tidak punya apa - apa, bukan orang kaya seperti kamu dan juga yang lainnya Hasasi ... aku orang yang gak berguna semenjak kepergian keluarga besarku ... aku seperti anak jalanan berjalan tanpa arah dan tujuan” ucapku lirih
“Tapi aku tidak mau Fifiyan, aku ingin denganmu ... aku tidak nyaman ataupun tidak senang tanpa ada kamu Fifiyan ... tanpa ada kamu hidupku hampa” ucap Hasasi lirih
“Ya aku tahu Hasasi ... tapi aku bukan siapa – siapa Hasasi, sekarang bukan anak seorang petinggi ataupun pengusaha besar dan pastinya orang tuamu juga akan tahu aku siapa”
“Aku tidak mau kehilanganmu Fifiyan ... jujur aku gak bisa ... aku gak bisa ...” ucap Hasasi menangis sekeras – kerasnya
“Hasasi kamu kenapa menangis?” tanyaku kaget Hasasi menangis dengan keras
“A .. aku gak mau kehilanganmu Fifiyan ... aku ingin menikah denganmu ... hanya denganmu” ucap Hasasi yang terus menangis di bahuku
“Tapikan ...”
“Gak mau Fifiyan ... aku maunya denganmu ... berjanjilah Fifiyan kamu akan selalu di sampingku dan menjadi istriku selamanya” ucap Hasasi menatapku dengan sedih
"Kenapa kamu memilihku Hasasi?"
"Karena kamu spesial sayang"
__ADS_1
"Hmmm .. iya aku tahu sayang"
"Kamu tau?"
"Iya ... saat kamu mengobrol dengan Naian di mobil"
"Hmmm ... kamu udah tahu sendiri ya ... tapi ya ... itu emang faktanya sih"
"Jadi kamu maukan sayang berjanji kepadaku kan sayang?"
“Hmm iya sayang aku berjanji kepadamu ... tapi ... orang tuamu?”
“Aku sudah mencari solusi dengan Naian jadi jangan khawatir sayang”
“Hmmm ... baiklah sayang ... oh ya katamu banyak yang naksir aku?” tanyaku penasaran
“Ya ... banyak banget sayang ... pada bilang ... wanitamu buatku saja ya ... kan aku sebagai suamimu sedih sayang”
“Emang mereka juga petinggi seperti aku ... malah Hansol sampai Naian juga suka denganmu” ucap Hasasi lirih
“Tapi kan aku orang yang gak penting , kenapa ingin menjadi suamiku?”
“Kalau mereka tidak memikirkan itu sayang ... cuma keluargaku saja yang ingin mempertahankan perusahaan”
“Hmmm ... Hasasi ... Kalau kamu menikah denganku ... apakah kamu tidak takut perusahaanmu bangkrut?” tanyaku
“Tidak ... karena ada kamu aku menjadi semangat Fifiyan dan aku yakin karena kamu perusahaanku akan terus maju”
“Kenapa kamu begitu yakin Hasasi?”
“Karena kamu juga anak dari petinggi perusahaan yang terkenal pasti kamu juga bisa melakukannya dengan baik sayang”
“Tidak selalu Hasasi”
“Aku yakin Fifiyan ... percaya denganku” ucap Hasasi serius
“Hmmm baiklah aku percaya kepadamu”
“Emang sampai sekarang masih kah petinggi – petinggi tersebut menyukaiku Hasasi?”
“Iya sayang ... sering ngomong kayak gitu kalau rapat denganku, kan sebel sayang”
“Ya ... tapi aku orangnya setia, kalau punya satu yang serius ya sampai kapanpun tengan orang yang serius sama aku Hasasi”
“Jadi kamu serius denganku Fifiyan?” tanya Hasasi tidak percaya
“Iya lah sayang, emang kamu masih tidak percaya dengan hatiku?”
“Aku percaya hatimu sayang, apapun itu ... aku percaya dengan kata hatimu”
“Terimakasih ya sayang” ucapku senang dan langsung memeluknya
“Aku yang berterimakasih kepadamu Fifiyan”
“Kenapa kamu berterimakasih kepadaku sayang?”
“Karena kamu .... selalu menerimaku kembali padahal diriku sering menyakitimu” ucap Hasasi lirih saat aku lihat dia sedih aku langsung memeluknya lembut
“Udahlah sayang, itu kan masa lalu, sekarang adalah masa depan kita Hasasi ... jadi jangan dipikirkan ya” ucapku lembut
“Makasih ya sayangku” ucap Hasasi lembut dan memelukku hangat.
__ADS_1
Aku dan Hasasi menikmati malam yang dingin, hanya kita berdua dan di temani oleh bulan dan bintang yang ada di langit malam ini. Sangat romantis menurutku