Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 53 : Sedih


__ADS_3

Memang malam ini malam yang sangat indah, aku bisa mendengar semua penjelasan Hasasi tentang masalah dahulu. aku sadar bahwa Hasasi melakukan semua itu untuk menjaga perasaanku ini.


"Fifiyan ..."


"Iya Hasasi ... "


"Fifiyan, makasih banyak ya ... kamu masih menerima aku lagi " ucap Hasasi lirih


"Hmmm ... Hasasi ... udah berapa kali kamu ngomong seperti itu ke aku" desahku


"Mmmm ... maaf soalnya kalau cuma sekalu dua kali aku rasa kurang"


"Tapi cukup untukku Hasasi"


"Ba ... baiklah ... maaf"


"Hadeh ... maaf lagi" gumamku kesal


"Hehehe ... kamu cantik kalau lagi merah deh" goda Hasasi


"Kamu nih pinter banget goda wanita ... jangan - jangan kamu ..."


"Aku? ... aku kenapa Fifiyan?"


"Kamu suka goda wanita ya?" sindirku


"Menggoda wanita adalah hal yang wajar buat laki - laki, tapi kalau aku lebih suka menggodamu dari pada menggoda wanita lainnya"


"Kenapa begitu Hasasi?" tanyaku kaget

__ADS_1


"Karena ... kamu begitu polos dan sangat manis bila kamu sedang marah" goda Hasasi sambil mengangkat daguku lembut dan mencium bibirku lembut


aku tidak tau kenapa aku hanya bisa mengikuti setiap langkah lembut ciuman Hasasi padahal biasanya aku akan meronta dan menolak bila Hasasi menciumku terlalu lama seperti ini


"Ehem ... enak banget ya kalian berdua" terdengar suara di balik pohon dan secara otomatis Hasasi melepaskan ciumannya


"Siapa sih mengganggu banget" gumam Hasasi, tiba - tiba muncul sesosok laki - laki yang memakai jas hitam barjalan mendekati kami


"Hmmm ... siapa aku, kamu tahu kan diapa aja yang tahu tempat ini" ucap kesal Kwan Liang


"Kamu lagi ..." gumam Hasasi kesal


" Kenapa sih kamu selalu muncul?" protes Hasasi


"Kenapa? ... kamu mengambil istriku kamu bilang kenapa?" protes Kwan Liang


"Mana ada ... ini istriku" protes Kwan Liang lalu menarik tanganku ke dalam pelukannya


"Ini istriku" protes Hasasi dan kembali menarik tanganku


Aku seperti mainan boneka yang jadi bahan rebutan oleh anak - anak kecil. Hasasi dan Kwan Liang terus saja menarik tanganku sehingga tangaku menjadi merah dan merasa kesakitan sekali


"Aduuuhh ... kalian ini jangan kayak anak kecil dong" teriakku tapi Hasasi dan Kwan Liang tetap saja menarik tanganku


Hasasi dan Kwan Liang terus menerus menarik tanganku dan aku hanya bisa menahan rasa sakitnya karena mereka menggenggam tanganku terlalu kuat. karena kami berdiri di pinggir tebing tanpa mereka sadari kakiku sudah berada di pinggir tebing dan akhirnya aku terjatuh


"Aaaaa ... tolooonngg " teriakku sambil mencoba memegang akar kayu sekuat tenagaku


"Fifiyan ..." teriak Hasasi dan Kwan Liang di atasku

__ADS_1


"Fifiyan bertahanlah" ucap Hasasi khawatir


"Hasasi tolong" ucapku lirih dan menahan tanganku yang mulai berdarah


"Fifiyan tanganmu berdarah ... cepat gapai tanganku" ucap Hasasi mengulurkan tangannya


Tidak diduga Kwan Liang mendorong Hasasi dan jatuh ke tanah


"Apa yang kamu lakukan?" protes Hasasi


"Biarkan dia mati" ucap Kwan Liang dingin


"Kamu gila ya" teriak Hasasi marah


"Tidak ... kalau Fifiyan mati kita tidak akan ada yang memilikinya" ucap Kwan Liang dingin


"Emang ya kamu gila ... kalau Fifiyan kenapa - napa aku akan penggal kepalamu" ucap Hasasi dingin


"Silahkan saja" ucap Kwan Liang santai


"Kalian tangkap Kwan Liang" ucap Hasasi dingin dan bawahan Hasasi langsung menangkap Kwan Liang dan membawanya pergi lalu Hasasi menjulurkan tangannya kembali


"Fifiyan pegang tanganku " ucap Hasasi sedih


"Hasasi ... maaf aku belum bisa menjadi istrimu yang baik ... semoga kita akan bertemu di surga ya" ucapku sedih dan akar pohon itupun terlepas dari tanganku karena tanganku sudah tidak kuat menahannya lagi sehingga akupun terjun bebas ke bawah tebing


"Fifiyan ... Tiiiiddaaaakkkk" teriak Hasasi


Aku tidak tau apakah hidupku akan berakhir seperti ini, sebenarnya aku tidak mau mati sia - sia seperti tetapi bagaimanapun juga aku sudah senang bisa menjadi calon istri Hasasi, entah aku akan tetap hidup ataupun aku akan bertemu dengan Hasasi di surga.

__ADS_1


__ADS_2