
"Oh ya cantik, mau jalan - jalan mengelilingi kerajaan tidak? ... aku ajak"
"Seriusan?" tanyaku
"Iya beneran"
"Emang boleh?" tanyaku
"Keluargaku yang punya kenapa tidak boleh"
"Gimana dengan pestamu"
"Pestaku masih lama, tenang aja"
"Aku kan gak enak" ucapku lirih
"Tidak apa ... ayo cantik" ajak Min Xiyan
"Ta ... Tapi ..."
"Udahlah, ayo cantik" ucap Min Xiyin menarik tanganku
Tanpa persetujuanku Min Xiying menarikku untuk mengikutinya mengelilingi kerajaan yang besar dan megah ini. Setelah melewati kerumunan tamu yang datang, kami berjalan menuju lorong yang menghubungkan ke area gedung utama yang ada di kerajaan.
"Mmm ... kenapa pangeran mengajakku mengelilingi kerajaan?" tanyaku kepada Min Xiying
"Tidak ada alasannya" ucap Min Xiyin santai
"Dari awal kita ketemu, jawabanmu gitu mulu ... nah dulu katanya kamu ada alasannya, kenapa kamu memilih sebangku denganku dari pada dengan orang lain?" tanyaku serius.
Tiba - tiba langkah kaki Min Xiying berhenti dan dia membalikkan badan mengarah ke arahku dengan mata yang sangat amat serius
"Nanti kamu akan tahu sendiri" ucap Min Xiying santai
"Aku maunya sekarang" protesku
"Habis jalan - jalan aku akan memberitahukan alasannya ... ya udah kita lanjutkan jalan - jalannya" ucap Min Xiying kembali berbalik dan berjalan mendahuluiku
"Nah ini adalah ruang pertemuan" ucap Min Xiying menunjukkan suatu pintu yang agak lebar
"Ohh ..." gumamku
"Nah kalau ini ruangan para selir raja ... didalam banyak selir - selir dari papa" bisik Min Xiying
"Berapa banyak selir yang ada di dalam?" tanyaku pada Min Xiying sambil mengintip ke dalam ruangan dari jendela
"Ya ... ada 10 wanita mungkin"
"Waaah banyaknya, di dalam ada orangnya ya?" tanyaku pada Min Xiying
"Iya pastilah"
"Emang di gabung gitu semua selirnya... emang gak berantem?" tanyaku
"Mmm entahlah, aku tidak tahu"
"Lalu kamu anak dari selir yang mana?" tanyaku pada Min Xiying
"Aku anak dari permaisuri"
"Serius?" tanyaku kaget
"Yups ... hanya anak dari permaisuri lah yang menjadi putra mahkota dimana nantinya menjadi raja"
"Lalu anak dari selir - selirnya ayahmu gimana?"
"Saudaraku? ... Ya bisa menjabat jadi kepala - kepala bagian kerajaan"
"Iiihhh kasihan banget"
"Kenapa kasihan ... itu sudah takdir mereka, ya udah ayo kita lanjutkan lagi" ucap Min Xiying menggandeng tanganku
__ADS_1
"Kalau aku pribadi gak mau jadi selir, mending jadi permaisurinya" gumamku
"Ya kamu gak bakal jadi selir kok, kamu bakal jadi permaisuiku kelak" gumam Min Xiying lirih
"Emmm ... kamu ngomong apa? ... aku gak terlalu jelas mendengarnya" tanyaku pada Min Xiying
"Ti ... tidak apa - apa... ayo kita jalan - jalan lagi" ucap Min Xiying menggandeng tanganku
"Nah ini adalah kamar - kamar anak - anak dari selir" ucap Min Xiying menunjuk sebuah pintu besar di sebelah kanan
"Besar juga ya" gumamku
"Iya pastilah kan anak - anak dari selir banyak"
"Kalau kamarmu yang sebelah mana?" tanyaku
"Sini aku tunjukkan" ucap Min Xiying langsung menarikku ke sebuah pintu besar yang diukir indah dan terdapat nama Min Xiying di tengah - tengah ukiran tersebut
"Nah ini adalah kamarku ... ayo masuk" ucap Min Xiying menarikku masuk ke dalam kamarnya
"Eehh ... enggak perlu" ucapku kaget karena di tarik Min Xiying
"Tidak apa - apa... " ucap Min Xiying dan langsung dibukanya pintu kamar miliknya
Saat pintu telah terbuka, aku melihat banyak barang - barang mewah yang di tata rapi di dalam kamar Min Xiying.
"I... ini kamarmu?" tanyaku kaget
"Iya ... pastinya"
"Waah ... keren" ucapku duduk di pinggiran kasur yang empuk
"Ini mah biasa aja kok" ucap Min Xiying mengambilkan segelas air di dalam lemari pandinginnya dan beberapa snack ringan
"Ini keren banget lah ... semua serba mahal barang - barang yang ada di ruangan ini"
"Iya aku tahu... tapi harta itu tidak segalanya cantik, semua barang - barang ini hasil jerih payahku saat aku bekerja" ucap Min Xiying menaruh makanan ke atas meja kecil di sudut ruangan
"Putra mahkota bekerja?" tanyaku kaget
"Emang mereka tidak mencurigaimu?" tanyaku
"Tidak cantik ... aku tidak menunjukkan identitasku"
"Emang kamu bekerja di perusahaan mana?" tanyaku
"Di perusahaan Liang"
"PT. Liang?" tanyaku kaget
"Iya... kenapa wajahmu kaget?"
"Ti ... tidak ada apa - apa"
"Ini snack dan minuman untukmu" ucap Min Xiying sambil meminum minuman yang ada di gelas
"Ya aku dulu bekerja di PT. Liang tapi setelah aku mendapatkan kabar papaku sakit karena kepergianku, aku langsung resign dan pulang ke kerajaan" ucap Min Xiying
"Sampai sekarang PT Liang masih atau enggak?" tanyaku
"Masih kok... setelah peperangan itu Kwan Liang berhasil kabur dan dia masih hidup sampai sekarang"
"Kamu tau masalah peperangan itu?" tanyaku
"Iya tahu lah... kan aku anak kerajaan Min, kami punya banyak mata - mata. jadi apapun yang terjadi di luar sana kami juga tahu" ucap Min Xiying santai
"Oh begitu ya ..."
"Emang disini tidak ada taman - taman yang indah gitu disini?" tanyaku memakan makanan ringan di meja
"Ada ... kamu mau kesana?"
__ADS_1
"Boleh kalau diperbolehkan"
"Ya udah ayo kita ke taman belakang" ucap Min Xiying menarikku menuju taman
Disaat aku berjalan di belakang Min Xiying, aku mendengar ada suara Hasasi yang ada di balik pintu kayu sebelah kiri kami, pintu yang terdapat di pojok deretan pintu yang ada di gedung kerajaan.
"Min Xiying ... ini ruang apa?" tanyaku
"Oh ini ruang rapat khusus tamu VIP nya papa. biasanya orang yang penting rapat di ruangan ini" ucap Min Xiying
Aku mencoba mengintip ke dalam, daru luar aku melihat Hasasi dan Hansol sedang mengobrol dengan sang kaisar dengan wajah serius, aku tidak mendengar apa yang didiskusikan oleh Hasasi di dalam.
"Kenapa perkataan mereka tidak terdengar?" tanyaku setelah mengintip ke dalam
"karena ruangan ini di rancang khusus untuk kedap suara, jadi siapapun tidak akan mendengar pembicaraan mereka jika di dengar dari luar" ucap Min Xiying
"Oh begitu ...masih jauh kah taman itu?" tanyaku
"Tidak sebentar lagi kok" ucap Min Xiying dan menarik tanganku kembali
Kami berdua berjalan di sebuah jalan kecil yang kiri kanan kami terdapat pepohonan yang rindang dan ditemani oleh suara burung yang bernyanyi - nyanyi
"Mmm disini udaranya segar banget ya" gumamku
"Ya pastilah... ini adalah kawasanku, tempat menenangkan diri bagiku" ucap Min Xiying
Setelah lumayan lama kami berjalan akhirnya kami berada di sebuah danau yang dikelilingi pohon - pohon besar yang rindang dan air danau yang sangat jernih yang didalamnya banyak sekali ikan - ikan yang berenang - renang di dalamnya
"Waaahhh keren sekali" gumamku kagum
"Ini adalah danau alami yang ada di wilayah kerajaan, danau ini emang asli dari alam jadi karena tidak ada orang yang tahu danau ini makanya danau ini masih alami banget" ucap Min Xiying memandang danau yang ada di depan kami
"Keluargamu juga tidak tahu?" tanyaku
"Tidak ... tidak ada yang tahu, hanya kamu yang tahu" ucapku
"Kenapa kok hanya aku yang tau?"
"Karena sesuatu alasan yang mulia"
"Apa itu?" tanyaku penasaran
"Iya kamu akan tahu nanti kok cantik"
"Hmmm kenapa kamu memanggilku cantik, padahal aku biasa aja?" tanyaku pada Min Xiying
"Karena sesuatu hal"
"Apa itu?" tanyaku lagi
"Nanti kamu akan tahu sendiri" ucap Min Xiying
"Kamu padahal anaknya raja Min ... kenapa kamu belum nikah?" tanyaku
"Menikah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, semua butuh proses dan pencarian yang sesuai dengan calon permaisuriku kelak"
"Ohh ... gitu ... jadi apa alasanmu?" tanyaku kembali
"Nanti kamu akan tahu sendiri"
"Gitu aja mulu, aku penasaran tau" gumamku kesal
"Iya ... iya aku kasih tahu, jangan cemberut gitu dong" ucap Min Xiying membujukku
"Alasanku melakukan semua itu karena ... kamu adalah permaisuriku"
"Pe ... permaisuri?" tanyaku kaget
"Iya ... kamu adalah wanita yang sesuai dengan keinginanku dan kriteriaku ... " ucap Min Xiying serius dan akupun menunduk bingung
"Ta... tapi kan aku udah punya laki - laki lain" ucapku, tiba - tiba tangannya memegang dan mengangkat daguku yang menyebabkan mataku melihat matanya yang dingin dan tajam
__ADS_1
"Ingat ya cantik, aku gak peduli kamu punya laki - laki lain atau pacar atau suami atau apapun... kamu tetaplah permaisuriku, tidak ada siapapun yang boleh memilikimu" ucap Min Xiying serius yang membuatku terdiam tanpa kata
Aku bingung mau menjawab apa, matanya sangat dingin melebihi Hasasi saat Hasasi marah, bagaimana jika yang dikatakan Min Xiying sungguhan dan tidak main - main ... bagaimana reaksi Hasasi kalau tau Min Xiying suka padaku...