Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 58 : Curahan Hati


__ADS_3

Setelah Lisa pergi dari kamarku, aku berkeliling kamar dan melihat kamar yang aku tempati saat ini... kasur empuk dengan hiasan kamar yang sudah di dekorasi ulang dengan dekorasi yang imut dimana banyak foto - foto aku bersama Lisa dan juga foto - foto bersama Hasasi yang di tempelkan di lampu tumbler yang menghiasi dinding kamar itu dan ditambah dengan hiasan jendela yang berbentuk hati dan berwarna merah dipadukan dengan pemandangan samudera membuat nyaman untuk dilihat dari dalam kamar. aku berjalan menuju jendel kamar dan membuka jendela tersebut dan disambut oleh angin yang sepoi - sepoi langsung dari samudera


"Wah ... indahnya pemandangan dari atas sini..." gumamku menikmati indahnya samudera dan sinar matahari terik yang memantulkan sinarnya masuk ke dalam kamarku. aku langsung merebahkan tubuhku di kasur empuk yang berada di pojokan kamar. aku memandangi langit - langit kamar dan tidak lama kemudian akupun tertidur.


Entah berapa lama aku tertidur di kamar dan seingatku tadi aku tidur sendiri di kamarku, namun entah kenapa aku merasa ada yang mengelus - elus rambutku dengan lembut karena aku penasaran akupun membuka mataku dan aku melihat disebelahku ada Hasasi yang sedang menatapku dengan tatapan kasih sayang


"Oh ... Hasasi" ucapku kaget


"Kamu udah bangun sayang" ucap Hasasi lembut


"Mmm ... Iya begitulah, kamu ngapain ada di sini"


"Hei ... ini kan kamarku juga"


"Kamarmu? ... bukannya ini kamarku" ucapku sebal


"Kamu istriku jadi ini kamarku juga"


"Kan kita belum nikah" protesku


"Iya menunggu waktu aja"


"Huuu ... kapan itu?" gumamku menatap Hasasi serius


"Nanti ... sabar"


"Tuh Lisa aja udah nikah.... masa kakaknya belum sih" ejekku


"Dasar ... ngode ya" ucap Hasasi gemas sambil mencubit pipiku


"Mmmm ya begitulah ... oh ya ... siapa calon suami Lisa?" tanyaku penasaran


"CEO sebelah"

__ADS_1


"Siapa namanya?"


"Park Bo Shin, CEO perusahaan terbesar di Korea"


"Orang Korea?"


"Yah begitulah"


"Kok Lisa bisa bertemu dengan dia"


"Ingat perjodohan demi perusahaan?"


"Mmmm ... ya aku ingat"


"Itu lah sebabnya, orang tuaku menjodohkan Lisa untuk menikah dengan dia"


"Oh begitu ya... untung bukan kamu" gumamku lega


"Aku .. di jodohin ... gak mau ah ... aku kan punya kamu"


"Iya seriusan lah lah ngapain bohong"


"Hmmm baiklah Hasasi "


"Kenapa sayang?"


"Enggak ada sayang"


"Kalau aku dijodohin gimana?"


"Enggak apa - apa"


"Serius? ... wajahmu sepertinya tidak ikhlas?" ejek Hasasi

__ADS_1


"Enggak kok, biasa aja"


"Ahh masa ... sini aku liat" ucap Hasasi langsung mencium lembut bibirku


"Tuh bohong ... kamu gak ikhlas kan?" ucap Hasasi sambil ketawa sedangkan aku hanya bisa diam


"Hmmm tenang aja sayang aku tidak akan meninggalkanmu, kamu satu - satunya buatku sayang" ucap Hasasi lembut dan aku pun mulai menangis


"Kenapa sayang nangis?" tanya Hasasi khawatir


"Eng ... enggak kok" ucapku sambil tersedu - sedu


"Ceritalah ke aku sayang" ucap Hasasi mengusap lembut rambutku


"A... aku takut kehilanganmu Hasasi" ucapku lirih


"Wih tumben kamu bilang begitu sayang ... curhat ya?... hihihi" ejek Hasasi aku hanya bisa diam dan menatap Hasasi serius


"Hmmm ... tenang saja sayangku aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Hasasi serius


"Tenang ya sayang ... kamu miliku sayang" ucap Hasasi menenangkanku


"Mmmm ... makasih ya Hasasi kamu selalu ada buatku" ucapku senang sambil terus meneteskan akir mata


"Iya sayang ... kamu milikku jadi aku akan terus menjagamu dan menemanimu apapun yang terjadi" ucap lembut Hasasi mengusap air mataku yang membasahi pipiku


"Udah jangan nangis ya sayang ... mmm mau jalan - jalan" tanya Hasasi lalu bangun dari tempat tidur


"Kemana?"


"Ke suatu tempat"


"Kemana sih? ... jangan buat aku penasaran deh"

__ADS_1


"Udahlah ayo sayangku ... ganti baju dulu ya... aku menunggumu di luar kamar" ucap Hasasi langsung mencium keningku dan berlalu meninggalkan kamarku


Aku tidak tau Hasasi akan membawaku kemana, aku hanya bisa mengikutinya kemanapun dia pergi. entah bagaimana bisa aku mencintai seorang CEO perusahaan terbesar yang dikenal dingin menyebalkan dan ditakuti oleh seluruh orang bahkan aku takut jika suatu saat nanti aku kehilangan Hasasi, aku pasti tidak tau arah dan tujuanku untuk hidup hanya Hasasi sandaranku dan panutanku saat ini.


__ADS_2