Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 79 : Pergi ke Mall


__ADS_3

Siang ini kami melakukan perjalanan menuju ke perusahaan Lie Gun, perjalanan yang terbilang lama karena lalu lintas di sepanjang perjalanan sangatlah padat apalagi saat ini adalah waktu untuk makan siang para karyawan kantoran di Korea


"Hasasi, tumben kamu melakukan pertemuan siang pas jam makan siang" tanyaku


"Ya kan nanti sore kita ada acara"


"Oalah ... masih lama kah tempatnya?"


"Enggak kok.. di depan, dikit lagi sampai"


"Hmmm baiklah" gumamku dan melihat mobil yang berjejeran di sebelah mobil kami


"Kenapa wajahmu lemas seperti itu?" tanya Hasasi di sebelahku


"Enggak ... cuma agak capek aja"


"Kamu ingin pulang kah?"


"Gak mau lah... jauh ... malah bikin aku tambah capek" gumamku


"Beneran .. mau ikut aku nih?"  tanya Hasasi dan aku menganggukkan kepala


Tidak beberapa lama, kami pun sampai di sebuah gedung yang sangat tinggi dan malah lebih tinggi dari gedung - gedung lainnya. Gedung yang berbentuk sangat cantik dan memiliki artistik yang tinggi dimana bentuk dari gedung itu sangat unik jika di lihat


"Itu gedungnya?" tanyaku


"Ya itu gedungnya" ucap Hansol


"Loh ... gedhe banget" gumamku


"Iya pastilah perusahaan terbesar" ucap hansol


"Kok perusahaan Hasasi kalah ya" ejekku


"Hei ... dia arsitek juga ... pastilah bagus" protes Hasasi


"Hihihi iya- iya Hasasi" tawaku melihat wajah Hasasi memerah

__ADS_1


"Ya udah lah ... ayo kita turun" ucap Hasasi membuka pintu mobil


"Oh ya kalian berenam tunggu disini ya" ucap Hansol dan anak buah mereka mengaguk mengerti


Kami bertiga turun dari mobil dan berjalan menuju lobi perusahaan, di depan lobi tampak dua orang laki - laki yang sedang berdiri di depan pintu lobi. salah satu dari dua orang laki - laki itu sangat tampan memakai jas hitam mengkilap dan juga berwajah orang korea asli.


"Selamat datang tuan Hasasi" ucap laki - laki tersebut dengan sedikit membungkukkan badannya


"Terimakasih" ucap Hasasi dingin


"Perkenalan nama saya Lie Gun ... Silahkan masuk tuan - tuan dan nyonya" ucap laki - laki tersebut dan berjalan masuk ke dalam perusahaan tersebut


Kami mengikuti Lie Gun dari belakang, di dalam perusahaan tata letaknya sangat indah dan terstruktur dengan baik. Setiap pojokan ruangan di beri hiasan dinding yang sangat indah apalagi pernak pernik yang berukuran kecil menjadi pemanis dekorasi tersebut. Tidak berapa lama kami sampai di sebuah ruangan rapat yang sangat luas


"Silahkan masuk " ucap Lie Gun dengan ramah dan kami pun masuk ke dalam ruang rapat tersebut


"Baik ... terimakasih tuan Hasasi dan tuan Hansol yang sudah berkenan untuk berkunjung ke perusahaan saya" ucap Lie Gun ramah


"Iya no problem" ucap Hansol santai


"Baiklah ... apa yang ingin kamu katakan padaku Lie Gun?" ucap Hasasi dingin


"Oh boleh ... mau kerjasama masalah apa?" tanya Hasasi


"Kerjasama bisnis"


"Oh baiklah ... tapi ada syaratnya"


"Apa itu tuan?"


"Kau harus menjelaskan tentang Park Bo Shin dan juga membantuku membatalkan pernikahan bisnis itu jika ada kejanggalan" ucap Hasasi dingin


" Baik tuan ... tapi saya ingin hanya saya dengan tuan Hasasi dan tuan Hansol saja" ucap Lie Gun


"Kenapa ?"


"Kaena ini sangat rahasia tuan ... mohon dimaklumkan" ucap Lie Gun

__ADS_1


"Hmmm baiklah ... sayang ... kamu bisa keluar jalan - jalan sebentar?" bisik Hasasi


"Terus aku kemana?" tanyaku lirih


"Ke mall juga boleh ... ini kartuku" ucap Hasasi menyerahkan kartu


"Serius nih? ... " ucapku kaget karena dia memberikan kartu tanpa batas


" Iya ... sana kamu bisa beli apapun sesukamu" ucap Hasasi sambil mengelus rambutku


"Hihihi ... baiklah ... makasih sayang" ucapku senang dan pergi meninggalkan perusahaan milik Lie Gun dan berjalan menuju mall yang ada di sebelah perusahaan Lie Gun


"Siang nona, nona akan pergi kemana?" tanya seorang wanita yang sedang berdiri di depanku


"Oh aku mau ke Mall "


"Sudah meminta izin ke tuan Lie Gun?" tanya wnaita tersebut


"sudah malah dia yang menyuruhku keluar jalan - jalan" ucapku santai


"Oh baiklah ... perkenalkan saya Ningning, sekretaris dari tuan Lie Gun " ucap wanita tersebut dengan membungkukkan badannya


"Saya Fifiyan ... senang berkenalan dengan anda" ucapku ramah


"Kalau boleh tau anda karyawan baru ya disini?" tanya Ningning


"Eehh ... bukan, aku sekretarisnya sekaligus wanita dari tuan Hasasi, dia sedang berdiskusi dengan tuan Lie Gun, ya jadinya aku disuruh jalan - jalan ke mall sendiri" jelasku


"Oh maaf nona saya salah mengenal anda" ucap Ningning dan membungkukkan badannya lagi


"Tidak apa ... saya permisi dulu" ucapku melewati Ningning


"Tunggu sebentar nona" ucap Ningning dan aku menghentikan langkahku


"Iya ada apa?"


"Bolehkah saya menemani nona di Mall ... saya takut nona salah jalan dan tidak bisa kembali apalagi mall tersbut sangat besar" tawar Ningning

__ADS_1


"Mmm baiklah ... maaf merepotkan" uapku membungkukan badan sedikit dan kami berdua berjalan menuju ke mall tersebut


Mall yang ada di sebelah perusahaan Lie Gun sangat besar dan juga sangat ramai karena mall ini adalah mall terbesar di korea, mall milik dari PT Gun sendiri dan juga terletak di pusat kota jadi tidak heran kalau mall ini banyak orang - orang apalagi anak muda untuk menghabiskan waktu untuk berbelanja di mall ini


__ADS_2