
Huuuhh ... hhuuhhh... huuuhhh
Nafasku tidak karuan gara - gara berlari menjauhi Hasasi, sambil mengatur nafasku aku duduk di bawah pohon palem depan restoran. Aku cuma berharap Hasasi tidak mengikuti dari belakang, aku tidak mau bertemu dengannya walaupun aku rindu dengannya.
Tiba - tiba terasa ada yang memegang bahuku dari samping. Aku langsung menoleh dan ternyata itu Alex yang terlihat khawatir.
"Kamu tadi kenapa berlari?" tanya Alex menatapku lekat
"Tidak ada ..." ucapku langsung membuang muka
"Ada masalah kah?" Alex langsung duduk di sebelahku
"Tidak ada ... emang kamu tadi tidak tau apa yang terjadi?" tanyaku
"Tidak... kalau tau aku gak Bakal tanya" protes Alex
"Emang ada apa?"
"Tidak ada" gumamku lirih
"Serius?"
"Serius..." ucapku cuek. Aku tidak mau menceritakan kepada Alex masalah aku bertemu dengan Hasasi biar aku pendam sendiri saja.
"Kamu tidak apa - apa kan?" tanya Alex sekali lagi
"Tenang saja aku tidak apa - apa kok" ucapku berusaha tersenyum
"Kamu berangkat sekarang?"
"Kemana?"
"Ke pesta"
"Terserah ..."
"Atau mau jalan - jalan dulu?"
"Mmm ... boleh lah jalan - jalan dulu" gumamku
"Kamu mau kemana?"
"Tempat yang bisa membuat tenang gak?"
"Mmm ... ada kalau itu, suatu tempat sepi mau?"
"Dimana?"
"Di pantai"
"Malam - malam ke pantai?" tanyaku kaget
"no problem"
"Mmmm... Sepi banget?"
"Enggak juga... tapi lumayan lah buat menenangkan hati dan jiwa" ucap Alex menatapku
"Boleh juga..."
"Ya udah ayolah kita jalan kaki"
"Loh jalan kaki?" tanyaku kaget
"why not? ... belakang restoran ini udah laut"
"Are you serious?"
"Yeah... let's go" ucap Alex menarikku berdiri
Alex menarikku dengan semangat sampai - sampai aku hampir terjatuh untuk menyeimbangi gerak langkahnya
"Mmm... Alex ... bisa pelan - pelan gak?"
__ADS_1
"Emang aku kecepetan ya?"
"Ya begitulah"
""Maaf ..." ucap Alex dan langkahnya langsung melambat
"Kenapa kamu bisa semangat gitu?" tanyaku penasaran
"Tidak ada"
"Masa gak ada alasannya?"
"Tidak, cuma ini pertama kalinya aku ke pantai dengan wanita"
"Lalu?" tanyaku sambil mengangkat alisku
"Lalu ya ... seneng aja"
"Emang sebelumnya gak pernah?"
"Enggak..."
"Emang gak punya pacar?"
"Enggak"
"Lah kenapa?"
"Ya ... karena ... gak ada yang cocok"
"Satupun?"
"Ada sih.. tapi ..."
"Tapi apa?" tanyaku penasaran
"Tapi tidak tau juga... belum waktunya"
"Suatu saat kamu akan mengerti" ucap Alex santai dan aku hanya terdiam beberapa saat dan sampai akhirnya kami sampai di pantai yang dimaksud
"Ini pantainya... " ucap Alex menunjuk ke arah laut
"Ramenya" gumamku melihat banyak orang - orang yang sedang berlalu lalang di pantai
"Iya emang... tapi disana sepi kok!!" ucap Alex menunjuk ke pasir pantai
"Oh baiklah... boleh gak ninggalin aku sendirian sebentar aja" ucapku memohon
"Kenapa?... aku takut ka..."
"*Please" ucapku memotong ucapan Alex
"Okey* ... jangan lama - lama" ucap Alex mengizinkanku sendirian untuk beberapa saat.
Setelah mendapat izin dari Alex, aku langsung berjalan menuju tepi pantai. Aku langsung duduk di tepi pantai dan merasakan angin laut yang menembus ke tulang - tulangku.
Aku ingin sendiri karena aku ingin mengkuatkan hatiku untuk bertemu Hasasi sebentar lagi, apalagi Hasasi akan menikah dengan sahabatku sendiri. Walaupun aku yang dulu berharap Hasasi akan menjadi suamiku tapi kenyataannya ... aku ditinggal menikah dengan dia. Sakit sih iya... tapi mau bagaimanapun dia bukan jodohku dan itu adalah kenyataan pahit yang harus aku lalui.
Desiran ombak laut dan angin laut yang dirasa semakin lama terasa semakin dingin membuat aku keingat masa lalu. Masa lalu yang indah walaupun hanya sesaat, masa lalu yang sangat berkesan tapi juga menyakitkan. Walaupun aku tidak ingin menangis tapi aku tidak bisa menahan air mataku yang terus mendesak keluar dari kedua mataku. Emang tidak boleh mengeluh atau mengingat masa lalu, tapi bagaimanapun juga masa lalu tetap saja teringat di pikiranku.
Tiba - tiba aku terasa ada seseorang yang menutupi tubuhku dengan sebuah pakaian hangat dari belakang, dia juga mengusap - usap lembut bahuku sebelah kanan dan seseorang tersebut adalah Alex.
"Udah jangan menangis..." ucap Alex terus mengusap lembut bahuku tapi aku hanya menangis dalam diam
"Aku tahu apa yang kamu rasakan, pasti sakit..."
"Aku juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan... ditinggal menikah oleh seseorang yang dicintai karena alasan yang tidak masuk akal..."
"Aku tau apa yang terjadi padamu, tapi aku pura - pura tidak tahu karena takut menyakiti hatimu..."
"Emang sakit... tapi bagaimanapun juga Fifiyan... kamu masih ada aku, aku akan menjagamu apapun yang terjadi..."
"Inilah janjiku padamu" ucap Alex serius sambil memelukku dari samping
__ADS_1
Aku menoleh ke arah Alex dan menatapnya dengan terus mengeluarkan air mataku, aku tidak mau berharap dengan Alex, aku titelah menutup hatiku kepada siapapun orang yang ada. Sakit hati ini membuatku tidak percaya akan cinta.
"Maaf Alex, hatiku sudah tertutup oleh siapapun... aku tidak percaya cinta" ucapku serius
"No... i don't care ... apapun yang terjadi aku akan menjagamu dan melindungimu ... aku tidak peduli hatimu sudah tertutup atau masih terbuka... yang penting kamu aman bersamaku" ucap Alex bersungguh - sungguh dan aku langsung menoleh ke arah pantai tanpa berkata - kata apapun
"Kalau kamu tidak siap bertemu Hasasi, kita pulang saja... tidak perlu datang ke sana" tawar Alex
"No... Kamu harus datang" protesku
"Aku tidak mau datang kalau kamu terus bersedih seperti itu"
"Aku sedih karena diriku sendiri bukan masalah itu"
"But... itu sama saja menurutku"protes Alex
"Alex... kamu harus datang kesana, jangan karena gara - gara aku kamu gak datang"
"*No problem..."
"That's a problem ... you know*" protesku
"I will go... but ... you coming too..."
"*But..."
"No reason*" bentak Alex dan aku terdiam
"You remember ... you once wanted to kill yourself"
"I'm afraid of that happening again"
"Hmmm..." desahku
"Please..." ucap Alex memohon
"Hmmm ... okay, aku lakuin ... but just this once"
"Nanti saat Hasasi menikah juga kamu harus ikut"
"What...??"
"Gak boleh protes"
"But..."
"It's okay dear, do not protest"
"Oke... aku menurut ... kalau kamu bukan atasanku aku gak akan mau" ucapku kesal
"Nah gitu dong..." ucap Alex tertawa sambil memberantakin rambutku
"Baiklah ... mau berangkat kapan?" tanyaku pada Alex
"Udah gak nangis?"
"Udah capek"
"Ya udah... kalau begitu sekarang kita berangkat saja"
"Sekarang?"
"Iya, biar tidak terlambat banget, pasti banyak pejabat datang jd tidak enak saja kalau sampai telat"
"Okey..." ucapku serius dan langsung berdiri
"Kamu siap...??" tanya Alex sekali lagi
"Iya aku udah siap"
"Okeylah ..." ucap Alex langsung menggandeng tanganku dan kami berdua berjalan meninggalkan pantai berpasir putih tersebut.
Apapun yang terjadi, aku harus kuat dan sabar... aku yakin aku pasti akan mampu bermuka dua kali ini.
__ADS_1