Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 161 : Berbincang - Bincang Santai


__ADS_3

Aku membuka buku itu dan membacanya satu persatu lembar halaman yang ada di dalamnya. Ternyata setelah aku pelajari isi buku tersebut adalah tulisan ayah dan ibu selama hidup tentang perusahaan, aku membaca isi buku tersebut dari awal sampai akhir dan aku tidak mengerti apa maksud ayah dan ibu membuat catatan di buku kecil itu


"Kamu lagi apa itu?" tanya Hasasi yang sedang memakai baju mandi sehingga perutnya yang seperti roti sobek sangat terlihat


"Kamu ngapain gak pakek baju!!" protesku


"Aku baru mandi dan ingin minum wine dulu, jadi lagi males pakai baju"


"Kenapa gak sekalian gak pakek baju aja" gumamku sambil menutup buku


"Kamu mau?" ucap Hasasi santai memegang tali yang tertali dengan rapi di samping


"Eeh... gak perlu, makasih" gumamku memalingkan wajah


"Hadeh kita mau nikah aja kamu masih malu - malu kayak gitu" gumam Hasasi berjalan ke arahku


"Hei tali lagi itu jangan di buka!!!" protesku


"Heeh? siapa yang buka? aku gak jadi buka, makanya diliat dulu" gumam Hasasi dan aku menatapnya sedang berdiri di sebelahku


"Huumm syukurlah" desahku lega


"Kamu aja gak siap bagaimana aku tega memaksamu"


"Memaksa apa?"


"Kalau udah nikah kamu akan tahu sendiri"


"Kamu ngapain disini lagi?"


"Aku, ya ingin duduk disini aja. Apalagi ada kamu"


"Kamu kenapa gak tidur kan udah malem, apalagi kamu pasti capek" gumamku


"Gak mau aku lagi pengen nyantai dulu disini"


"Kamu pakek baju mandi nanti bisa masuk angin tau!!"


"Gak akan tenang aja" gumam Hasasi mengambil buku yang ada di meja


"Ini buku apa?" tanya Hasasi


"Buku milik orang tuaku"


"Dari mana kamu dapat?"


"Dari dulu saat mencari surat pernikahan bisnis"


"Dimana kamu nyarinya?"


"Di rumah"


"Oh ya?" gumam Hasasi membaca satu persatu dengan teliti


"Iya, tapi aku tidak paham maksudnya"


"Hmmm ini buku yang bagus banget tahu" gumam Hasasi membuka lembaran selanjutnya


"Bagus?, aku malah tidak paham"


"Ya memang kamu pasti gak bakal paham" gumam Hasasi terus membaca buku itu


"Apa sih maksudnya isi buku itu ?" tanyaku


"Ini buku catatan ayah ibumu saat masih hidup"


"Catatan apa?"


"Cacatan tentang bagaimana perusahaan keluarga Shinju dulu bisa berkembang pesat seperti itu"


"Oh begitu ya, aku malah gak paham"


"Kenapa gak ngomong dari awal kalau kamu punya buku seperti ini!!" protes Hasasi


"Ya mana aku tahu, aku aja baru ngeh kalau kalung yang di kasih kakek tadi itu bisa buka buku ini" gumamku


"Ntar dulu, aku gak pernah liat kamu bawa buku ini"

__ADS_1


"Ya buku itu berada di dalam tasku itu terus"


"Tas kecilmu itu?"


"Ya begitulah"


"Emang muat?"


"Hey muat lah, meskipun dari luar kecil tapi handphone, dompet, bedak, lipstik, blush on masih ada celah buat naruh buku ini"


"Oh ya?, keren juga ya cewek tas kecil aja muat segalanya" gumam Hasasi yang terus membaca satu persatu halaman buku


"Iyalah emang cowok bawa barang aja ribet semua barang di bawa pakek tas besar" gumamku


"Iya begitulah laki - laki, tidak seperti wanita yang sebenarnya ribet tapi ternyata dibikin simple"


"Ya kan biar praktis aja"


"Buku ini boleh aku pinjam?" tanya Hasasi menatapku


"Pakek aja, jangan sampai ilang" gumamku


"Iya tenang saja, kalau buku bagus kayak gini diambil orang lain wah bahaya"


"Bahaya gimana?"


"Ya bahaya lah, orang itu pasti udah sesukses perusahaan Shinju dulu"


"Oh ya?"


"Ya begitulah, Alex juga tidak tahu tentang buku ini?"


"Tidak, dia tidak pernah buka barang- barang pribadiku"


"Terus kalian berdua hidup bersama setahun lebih ngapain aja?"


"Aku?, ya gak ngapa - ngapain. Seperti saat sama kamu awal - awal aja"


"La iya ngapain?"


"Oh ya?, hmmm tapi kalian pernah tidur bersama?" tanya Hasasi menatapku cemburu


"Tidur bersama?, mmmm pernah dulu waktu ada pesta"


"Kalian berdua berbuat apa saat tidur bersama?"


"Ya seperti yang kamu liat di pesta pernikahanmu kalau gak salah, ya seperti itu aja"


"Gak ngelakuin apapun?"


"Enggak, mau ngapain juga"


"Hebat ya kamu gak tergoda" gumam Hasasi melanjutkan membacanya


"Aku? Tergoda?, heeh maaf loh ya emangnya kamu"


"Kenapa aku?" protes Hasasi


"Ya lah kamu ngeliat wanita cantik aja tergoda"


"Enggak ya!!" protes Hasasi


"Faktanya kan begitu" gumamku memandang bulan


"Ya tapi kan sekarang enggak, itupun bukan tergoda tapi karena terpaksa" gumam Hasasi melirikku


"Ya aku harap kamu tidak seperti itu kedepannya walaupun kita udah nikah, kalau hal itu terjadi..." gumamku terus menatap bulan purnama yang indah


"Kalau terjadi kenapa?"


"Aku akan meninggalkanmu dan membawa anak kita pergi menjauh darimu dan tidak akan pernah kembali" ucapku dingin sambil melirik Hasasi dan Hasasi kaget melihatku yang sedingin itu


"I... iya tenang aja" gumam Hasasi menelan ludahnya


"Baguslah kalau kamu paham, belum nikah aku masih bisa sabar kalau tidak... kheeek" ucapku serius dan menggerakkan tanganku di leherku


"I... iya sayang tenang aja, tapi emang kalau itu terjadi kamu akan kemana?"

__ADS_1


"Ya, kalau itu sudah aku pikirkan matang - matang"


"Emang kemana?"


"Itu rahasia" gumamku kesal


"Kasih tahu dong"


"Enggak"


"Jangan pelit kayak gitu dong"


"Enggak akan aku beritahu" protesku


"Hmmm ya semoga aja tidak terjadi lagi"


"Kenapa?, kamu mau?" gumamku dingin


"Ti... tidak aku cuma asal bicara"


"Awas saja kamu Hasasi, kalau udah nikah tidak ada ampun bagimu" ucapku dingin


"I... iya jangan menunjukkan ekspresi menakutkan seperti itu" gumam Hasasi kaget


"Biar kamu tahu perkataanku sangat serius"


"Iya sayang aku mengerti"


"Baguslah kalau kamu mengerti"


"Udah jangan berfikir yang tidak - tidak, aku akan memenuhi janjiku kok"


"Janji yang mana?, janjimu terlalu banyak" gumamku


"Semua janjiku apalagi janjiku yang akan membahagiakan kamu kedepannya"


"Oh ya?"


"Ya, pegang janjiku" gumam Hasasi menutup buku itu


"Baiklah, aku pegang janjimu"


"Ya udah kita tidur dulu, besok kita harus berangkat ke Paris" ucap Hasasi menggandeng tanganku


"Baiklah" gumamku mengikuti Hasasi masuk ke dalam kamar


"kamu pakai baju sana" gumamku duduk di pinggir kasur


"Iya baiklah, sebentar ya" gumam Hasasi menuju ruang ganti


"Iya" gumamku merebahkan tubuhku di kasur


"Udah pakek baju nih, jadi jangan protes!!"


"Enggak aku gak protes kok"


"Hmmm iya deh" gumam Hasasi merebahkan tubuhnya di sampingku


"Mmm sayang" gumam Hasasi memeluk tubuhku


"Ada apa?"


"I Love You"


"I Love You too" gumamku dan Hasasi tersenyum bahagia di sampingku


"Udah tidur, jangan tersenyum gak jelas kayak gitu" protesku


"Iya iya jangan marah - marah dong. Dari tadi marah - marah mulu, lagi PMS kah?" gumam Hasasi membenamkan wajahnya di bahuku


"Tidak, cuma lagi sensitif aja kalau keinget kamu dulu sama cewek cantik mulu"


"Hehehe, hal itu tidak akan terjadi lagi sayang tenang saja" gumam Hasasi mengelus rambutku dengan lembut


"Hmmm baiklah Hasasi" desahku tersenyum dan memejamkan mataku


Ya aku merasa sangat senang saat mendengar Hasasi akan serius denganku dan menepati semua janjinya suatu hari nanti yang membuatku lega dan mantap menikah dengan Hasasi, semoga kejadian lalu tidak terjadi kembali.

__ADS_1


__ADS_2