Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 175 : Pesta Di Aula


__ADS_3

Aku meletakkan sendok dan garpu di atas piringku sambil menunggu Hasasi dan Hansol menghabiskan makanannya. Aku menatap Hasasi dan Hansol yang sedang mengobrol serius tentang permasalahan yang tidak aku mengerti


"Hasasi..." gumamku memotong pembicaraan mereka


"Iya sayang"


"Kamu dan Hansol kemari bukan karena pesta dan pelelangan kan ataupun bukan karena musuh keluarga Shinju kan?" gumamku yang membuat Hansol terkejut


"Kenapa kamu tahu?" tanya Hansol menatapku


"Ya, aku hanya menebaknya saja, Apalagi tidak seperti biasanya di pesta, Hasasi sering mengadakan rapat dan membahas hal yang tidak aku mengerti " gumamku meminum minumanku


"Hmmm ya kamu benar, memang tujuanku bukan itu"


"Lalu tujuanmu apa?" tanyaku penasaran


"Tujuanku ... rahasia"


"Halah rahasia pula" gumamku kesal


"Ya intinya aku ada sesuatu yang harus aku selesaikan disini" gumam Hasasi meminum wine yang ada di gelasnya


"Oh begitu ya, ya aku mengerti" desahku kesal


"Hansol bagaimana dengan urusanmu?"


"Urusanku yang mana? Urusanku banyak"


"Yang tadilah"


"Oh yang itu ya? Udah clear mereka setuju"


"Baguslah kalau begitu. Kita lihat aja apakah ikan akan berhasil terjebak"


"Sepertinya, tapi semoga tidak salah umpan" gumam Hansol sedikit khawatir


"Kenapa kamu khawatir?"


"Aku cuma khawatir kalau salah umpan"


"Tenang saja, kalau salah umpan itu sebenarnya bagus sih"


"Kamu mau mengorbankannya?" tanya Hansol kaget


"Tidak, aku tidak akan mengorbankannya"


"Lalu, kenapa kamu bilang bagus"


"Karena banyak yang mengincarnya dan itu bisa memudahkan kita"


"Lalu kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bagaimana?" protes Hansol


"Kenapa kamu yang sangat khawatir?"


"Ya gimana gak khawatir dia orang lemah tahu!! Kalau terjadi apa - apa bagaimana?


"Tenang saja kita lakukan rencana B"


"Kalau rencana B gagal?"


"Hancurkan saja mereka semua tanpa sisa"


"Baiklah, emang kamu sungguh jenius Hasasi" sanjung Hansol


"Hahaha santailah apapun itu harus direncanakan dengan matang, apalagi kalau memusnahkan kamu paling suka kan?" sindir Hasasi


"Ya betul itu, aku sudah lama tidak memusnahkan segerombolan nyamuk - nyamuk menyebalkan"


"Kamu akan mendapatkannya. Tenang saja"


"Hahaha baiklah" gumam Hansol santai


"Apa sih yang kalian omongin aku tidak mengerti!" protesku


"Kamu masih kecil, kamu tidak akan mengerti" ejek Hansol


"Hei aku udah dewasa ya!!" protesku


"Udah jangan kamu pikirkan..." gumam Hasasi menatapku


"Yang terpenting sayang, nikmatilah pesta ini. Apapun yang terjadi tetaplah tenang jangan panik. Oke" ucap Hasasi tersenyum kepadaku


"Mmm maksudnya tetap tenang saat terjadi apa?"


"Ya terjadi apapun, jagalah dirimu sebaik mungkin. Oke" gumam Hasasi memegang tanganku

__ADS_1


"Hmmm baiklah" gumamku masih tidak mengerti maksudnya Hasasi


"Tapi Hasasi, kamu selalu melindungiku kan?" tanyaku menatap Hasasi


"Mana bisa dia terlalu sibuk. Masa kamu tidak mengerti perkataan Hasasi tadi!!" protes Hansol


"Udah tenang saja sayang, jangan hiraukan perkataan Hansol"


"Heeeiiii" protes Hansol kesal


"Udahlah Hansol jangan bikin dia khawatir"


"Ya udah terserah kamu" gerutu Hansol


"Lakukan sesuai rencana saja"


"Hmmm baiklah" desah Hansol mengalah


"Kamu udah selesai makan?" tanya Hasasi


"Udah"


"Ya udah kita kembali ke aula yuk, pasti pestanya sudah dimulai" gumam Hasasi menggandeng tanganku


"Emang acaranya apa aja?"


"Acaranya ya pesta yang pastinya"


"Ya pesta apa?" gumamku dan Hasasi membuka pintu aula tersebut


"Pesta dansa" gumam Hasasi langsung menarikku masuk ke dalam pesta


"Eeh kita mau kemana?" tanyaku kaget


"Ikut berdansa lah" gumam Hasasi langsung menarikku


"Tapi Hasasi, ini dansa yang berbeda dari yang kemarin" gumamku bingung


Tidak apa - apa, ikuti pergerakanku saja" gumam Hasasi sambil bergerak kekanan kekiri kedepan kebelakang berputar sampai - sampai aku berulang kali menginjak kaki Hasasi


"Eeehh... Mmmm maaf Hasasi, terpinjak hehehe" tawaku lugu


"Gak apa - apa, namanya juga belajar"


"Ini namanya, dansa kerajaan Inggris"


"Dansa Kerajaan Inggris?"


"Ya, dansa ini hanya dilakukan oleh orang - orang kerajaan dan orang - orang penting lainnya" gumam Hasasi dan terus menggerakkan tubuhnya


"Lalu kenapa dilakukan disini?"


"Ya kan kita orang penting, jadi bisa berdansa ini lah. "


"Emang semua orang penting bisa melakukannya?"


"Tidak. Hanya orang - orang tertentu yang bisa melakukannya, jadi bersyukurlah kamu bisa merasakannya sayang" gumam Hasasi melakukan dansa bersamaku sampai dansapun berakhir


Ploookkk... pllooookk... ppllooookk


Suara tepuk tangan yang sangat meriah dari semua orang yang hadir dalam pesta tersebut saat suara musik dansa berhenti


"Baiklah, para hadirin saatnya kita untuk bersenang - senang malam ini" ucap MC dengan ceria


"Siap..." teriak kami semua


"Baiklah kita berjoget lagi ya, kalian siaap?" teriak MC mengangkat tanganya


"SIAAAAP" teriak kami senang


"Baiklah, mainkan musik DJnya" teriak MCnya senang dan musikpun dimainkan, kami semua berjoget, loncat - loncat, bahkan ada yang sampai lupa diri


"Hasasi ini kita..." gumamku menatap Hasasi saat lampu Aula diredupkan


"Ya kita dugem bersama" gumam Hasasi menatapku


"Dugem kayak di bar?"


"Ya ... tapi agak beda"


"Beda?" gumanku tidak mengerti


"Bentar lagi kamu akan tahu sendiri" gumam Hasasi santai


Tidak lama kemudian muncul sebuah tiang dari lantai dan datanglah beberapa wanita cantik dan seksi memakai pakaian dalam saja menari di tiang dengan anggun

__ADS_1


"I... Ini" gumamku kaget


"Ya, inilah wanita - wanita yang di culik itu. Kalau tubuh mereka bagus mereka akan di suduh menari telanjang tapi kalau tubuh mereka jelek mereka akan di jual sebagai budak" bisik Hasasi di telingaku yang membuatku takut


"Kamu kenapa?"


"Takut tahu" gumamku memeluk Hasasi erat


"Santai sayang, kan ada aku. Nikmati saja musiknya" gumam Hasasi


"Tapi kan mereka di depan itu!!" protesku


"Ya udah kamu gak usah melihat mereka. Lihatlah aku saja" gumam Hasasi menarikku membelakangi panggung dan aku saling bertatapan dengan Hasasi


"Hmmm baiklah" gumamku pasrah


"Tapi kamu jangan ngeliat mereka loh ya!!!" protesku kesal


"Tidak sayang, walaupun mereka telanjang seperti itu aku tidak tertarik" gumam Hasasi menatapku


"Kenapa?"


"Karena mereka buka typeku dan bukan istriku"


"Tapi kan?"


"Sayang walaupun tubuh mereka indah dan banyak orang yang terpanah melihatnya tapi bagiku mereka seperti burung yang kehilangan bulunya yang telah hilang keanggunan dan kecantikkannya. Jadi jangan khawatir ya" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Walaupun wabita cantik?"


"Kamu kan tahu aku dulu dikelilingi banyak wanita, wanita cantik pula" ucap Hasasi menatapku serius


"Mmmm iya sih"


"Aku sama sekali tidak tergoda dengan wanita - wanita itu"


"Heleh bohong" gumamku


"Kalau aku bohong, aku susah merawani mereka sampai mereka hamil tahu!!" protes Hasasi


"Ya kan bisa aja kamu gak melakukannya sampai mereka hamil"


"Fifiyan, laki - laki umumnya kalau hanya main - main aja tidak puas tahu!!"


"Kenapa kamu bisa tahu? Emang udah pernah? Udah pernah kan" gumamku menatap Hasasi sinis


"Hadeeh, kalau aku sudah pernah melakukannya. Pasti sudah banyak korbannya dan buktinya aku belum pernah kan melakukan itu kekamu walaupun kita sering sekamar bertahun - tahun"


"Mmm iya juga sih, biasanya laki - laki akan melakukannya kalau sekamar dengan wanita. Tapi kamu kenapa tidak pernah melakukannya?" gumamku heran


"Kamu mau melakukannya?" sindir Hasasi


"Eehh ... Eng... Enggak, aku cuma penasaran aja kenapa kamu tidak melakukannya?" gumamku bingung


"Karena aku adalah laki - laki yang bedtanggung jawab jadi aku tidak mau merusakmu walaupun status hubungan kita sudah dicatat oleh negara"


"Dicatat negara?"


"Ya, kamu tidak ingat kan kemarin kakek bilang kalau orang tuaku sudah mencatatkan aku dan kamu di Kantor Urusan Pernikahan"


"Oh ya?... Jadi artinya?"


"Ya sebenarnya kita sudah resmi menikah... Tapi karena kita belum merayakannya aku tidak mau melakukannya kepadamu dahulu"


"Jadi kamu selalu memanggilku istri itu karena kita sudah resmi nikah?" tanyaku kaget


"Mmm ya begitulah, tapi kan aku harus merayakannya bersamamu dan disaksikan seluruh keluarga Stun baru aku anggap kita resmi menikah"


"Uunncchg jadi makin sayang sama kamu Hasasi" gumamku senang dan memeluk Hasasi erat


"Aku juga sayang kamu, istriku"


"Oh ya ini udah larut, kamu mau tidur?" gumam Hasasi melepaskan pelukanku


"Tapi kan acaranya belum selesai"


"Acara ini sampai pagi buta, kamu kuat?"


"Mmm enggak"


"Ya udah kita tidur aja, aku juga capek banget. Besok aku jadwalnya juga padat banget"


"Hmmm baiklah kita istirahat dulu kalau begitu, kamu juga terlihat sangat capek" gumamku menggandeng Hasasi pergi dari aula berjalan menuju kamar


Di dalam pikiranku masih tidak percaya ada wanita yang di culik dan melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal, kalau besok aku di culik juga saat ini aku harus pandai - pandai menyusun rencana untuk meloloskan diri.

__ADS_1


__ADS_2