Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 9 : Ulang Tahun Lisa Stun


__ADS_3

Tidak terasa malam pun datang, aku tidak menduga menyiapkan pesta sangat lama bahkan hampir setengah hari untuk mempersiapkan pesta orang kaya, padahal pesta ini hanya pesta ulang tahun saja. karena acara hampir dimulai akupun berjalan menuju kamarku untuk mengambil hadiahku untuk Lisa, ya walaupun tidak begitu mahal yang penting ini hasil keringatku sendiri.


"Semoga Lisa tidak kecewa dengan hadiahku" gumamku sambil memegang kado


setelah mengambil kado, akupun bergegas menuju kamar Lisa Stun untuk membantunya menuju ruang acara.


Tok...Tok..Tok


Aku lalu mengetuk pintu kamar Lisa Stun yang memiliki ukiran bunga sakura berwarna merah muda di pintunya. Tidak beberapa lama kemudian pintu yang bermotif itupun bergeser dan aku melihat Lisa Stun yang sangat cantik dengan memakai gaun berwarna merah jambu yang berhias bunga sakura yang dahulu dibelinya di Mall bersamaku dan aksen hiasan rambut yang berbentuk bunga sakura di rambut lurusnya yang membuatnya tambah cantik


“Selamat pagi Lisa, selamat ulang tahun ya. kamu cantik sekali hari ini” pujiku sambil memeluk dan menyerahkan kado dariku


“Selamat pagi juga kak Fifiyan, makasih kadonya kakak, kamu juga cantik banget hari ini” pujinya balik


“Masih cantikan kamu nona”


"Ih kakak, jangan panggil aku nona ... panggil saja aku Lisa" protesnya


"Hehe ... iya Lisa, maaf"


“Iya gpp kok kak tapi Serius cantikan kamu kakak” puji Lisa


“Hehehe baiklah, makasih Lisa. Ayo kebawah para tamu sudah menunggumu loh” ajakku


“Oke baiklah”


"Oh ya kakakmu datang?" tanyaku


"Mmmm ... orang sibuk apa bakal datang ke pesta keluarganya sendiri" gumam Lisa


"Iya bisa jadi kakakmu datang" ucapku menghiburnya

__ADS_1


"Ya semoga saja ... dia datang" ucap Lisa dengan tertawa


"Tapi dia datang kok hari ini, dan sesuatu hal mungkin akan terjadi ..." gumam Lisa lirih


"Ehh ... maksudmu Lisa?" tanyaku karena tidak kedengeran Lisa ngomong apa


"Ti ... tidak ada kak" jawabnya kaget, mungkin dia keceplosan sesuatu yang tidak aku tau


Aku pun mendorong kursi roda dengan pelan menuju lantai bawah. Aku tidak merasa kesulitan karena rumah ini terdapat tangga yang otomatis berubah menjadi seluncuran ya seperti seluncuran di taman bermain untuk anak kecil, tangga ini di modifikasi untuk bisa memudahkan Lisa untuk naik dan turun tangga. Sangat modern rumah ini dan juga sangat mahal untuk membangun rumah seperti ini, hanya orang – orang kayalah yang bisa melakukannya seperti ini.


Dilantai bawah sudah banyak orang berkumpul serta ada juga yang berlalu lalang dan ya lagi – lagi orang kaya yang datang sama seperti acara ulang tahun Kwan Liang, dan akupun berharap agar tidak bernasib sial hari ini. Karena kalau aku bernasib sial hari ini aku akan malu untuk kedua kalinya dalam seumur hidupku.


"Eh ... banyak juga ya tamunya" ucap Lisa


"Ya kan ini hari spesialmu cantik, pastilah banyak yang datang untuk merayakannya"


"Iya juga sih, aku tidak pernah sebahagia ini merayakan ulang tahun, tahun - tahun sebelumnya terasa biasa saja dan terasa hambar" jelas Lisa


"Iya tidak tau, mungkin aku dulu tidak punya teman jadi merasa hampa ... tapi tahun ini kan ada kakak yang menemaiku setiap hari" jelas Lisa dengan tertawa


"Mmmm ... iya kan aku selalu ada buatmu Lisa" ucapku sambil mencubit lengan Lisa


"Ihh ... kakak sakit tahu" protes Lisa


"Hahaha maaf - maaf tuan putri" ucapku dengan tertawa sambil mendorong kursi rodanya.


Tidak beberapa lama aku dan Lisa sampai di depan ruangan yang di khususkan untuk acara ulang tahun Lisa Stun. Dalam pesta mewah itu aku melihat didepan terdapat panggung kecil bertirai warna merah yang terdapat tulisan Happy Birthday dan kue besar bertingkat berwarna merah muda dengan hiasan berbentuk bunga – bunga di pinggir kue bertingkat tersebut, di kiri kanan aku melihat banyak tamu undangan yang memakai gaun bagus dan cantik sepertinya gaun yang mahal dan dikiri kanan juga aku melihat banyak piring, gelas, dan makanan yang disajikan untuk para tamu yang datang. Aku mendorong kursi roda Lisa Stun dan aku melihat kanan kiri depan belakang untuk mencari Hasasi dan ternyata tidak ada disini, mungkin dia tidak akan datang, tetapi aku melihat sepertinya Kwan Liang dan Sari Lie datang kepesta ini.


"semoga mereka tidak melihatku" gumamku lirih


"Ada apa kak?" tanya Lisa

__ADS_1


"Oh ... tidak ada apa - apa, aku cuma gugup" ucapku


"Jangan gugup, kan ada aku" ucap Lisa dan itu membuatku agak tenang


Disaat Lisa berada di tengah – tengah kerumunan ratusan orang tersebut banyak yang mengatakan dan menyuarakan selamat ulang tahun nona muda dan itu membuatku senang sekaligus sedih karena aku tidak pernah mengalami hal seperti ini selama hidupku, aku selama hidupku tidak pernah merasakan rasanya memiliki pesta ulang tahunku sendiri. Tidak ada yang tahu ulang tahunku kapan, hanya orang tuaku, aku dan Tuhan yang tau.


“Selamat datang para tamu undangan, selamat datang Nona muda Lisa Stun” sapa pembawa acara pada malam hari tersebut.


"Terimakasih" ucap Lisa stun dengan senyum di bibirnya


"Waah ... nona sangat senang hari ini, baiklah acara dimulai" ucap pembawa acara


Kursi roda yang sedari tadi aku dorong dari kamarnya lantai dua akhirnya sampai juga di ruangan acara yang sangat besar dengan berbagai pernak pernik acara ini, setelah sampai di panggung aku berdiri di samping kursi roda Lisa


“Mari kita menyanyikan lagu Happy Brithday untuk Nona muda Lisa Stun.


Happy birthday to you... Happy birthday to you... Dan semua yang datang ikut menyanyikan lagu itu bersama – sama. Dan secara bersamaan kue ulang tahun yang tinggi dan besar pun datang kehadapan kami, kue itu dihiasi dengan krim berwarna merah muda dan bertuliskan Happy Birhday Lisa Stun. Kue itu di bawakan oleh Emilia dan juga pembantu yang lainnya.


"Baiklah, Nona Lisa akan meniup lilinnya ... Tapi sebelum ini Nona Lisa berdoa meminta harapan dulu" ucap pembawa acara


"... Amiinn" ucap Lisa dan Lisa pun meniup lilinnya.


Ploookk ... ploook ... ploook


Tepuk tangan para tamu undangan yang serentak membuat suara bergema di seluruh ruangan, sangat meriah sekali pesta hari ini


“Baiklah mari kita potong kuenya” lanjut pembawa acara lalu Lisa memotong kuenya dan suara tepuk tangan yang meriah bergema di ruangan itu.


“Baiklah mari kita dengarkan sambutan dari Nona Lisa Stun. Silahkan nona” lanjut pembawa acara dan Lisa Stun pun mulai untuk memberikan sambutannya.


“Terimakasih, semua sudah berkenan hadir dalam acara ulang tahunku yang sederhana ini...” sambutan dari Lisa Stun yang membuatku kaget. What sederhana?... ini malah lebih mewah dari pesta ulang tahun Kwan Liang gumamku.

__ADS_1


"Silahkan, kalian bisa mencicipi hidangan yang sudah disediakan ... selamat menikmati" ucap Lisa dan para tamu mulai mengantri mengambil makanan yang sudah tersedia di meja. mereka tampak asik berbicara satu sama lain dengan memakan makanan yang ada di tangan mereka.


__ADS_2