
Aku segera merendamkan tubuhku ke dalam air hangat yang sudah aku beri sabun susu kambing di dalam bathtub. Setelah aku merendamkan tubuhku aku langsung memakai baju mandiku dan berganti pakaian di ruang ganti.
Aku membuka lemari pakaian dan ada lima gaun indah yang ada di dalamnya. Aku memilih gaun satu persatu gaun yang ada di hadapanku
"Mmm warna perak atau hitam ya?" gumamku bingung
"Apa warna perak aku pakai besok aja kali ya" gumamku menggantung kembali gaun itu dan mengambil gaun berwarna hitam.
Gaun hitam ini indah dan memiliki renda bermotif bunga di atasnya dan di bawahnya memiliki rok dibawah lutut. Aku segera memakainya dan berjalan ke arah meja rias untuk menyisir rambutku.
"Kamu sudah siap?" gumam Hasasi yang hanya memakai celana boxer sambil membuka pintu ruang ganti
"Ka... kamu ngapain disini?" gumamku kaget
"Aku? Ya mau pakek bajulah, mau ngapain lagi" gumam Hasasi berjalan menuju lemari pakaian di samping lemari pakaianku
"Oh ya lupa, kamu baru mandi ya?"
"Ya begitulah" gumam Hasasi bersembunyi di balik pintu lemari
"Menurutmu aku cocok gak pakai baju ini?" tanyaku menatap Hasasi
"Mmm... ya boleh lah, emang pakai gaun warna hitam" gumam Hasasi mengintip dari pintu lemari sambil menatapku
"Kamu ngintip - ngintip kayak gitu seperti sedang mengintip orang mandi aja" sindirku sambil tanganku terus menyisir rambutku
"Ya kamu juga udah tahu aku sedang ganti pakaian malah kamu tanya - tanyain" desah Hasasi memakai jasnya dan menutup pintu lemari itu
"Kan kamu tanpa mengintip seperti itu juga bisa Hasasi"
"Kalau aku tidak menatapmu bagaimana aku bisa menilai pakaianmu!!" protes Hasasi
"Hmmm iya - iya Hasasi" gumamku menali rambutku
"Sini aku tali rambutmu" gumam Hasasi merebut tali rambut dari tanganku
"Baiklah Hasasi" desahku
"Aku dandani kamu ya"
"Iya terserah kamu mau dandani aku seperti apa, aku ngikut aja" desahku mengalah dan Hasasi langsung mendandaniku sesuai dengan keinginannya sendiri
"Nih udah selesai kan" gumam Hasasi mengurai rambutku
"Rapi juga kamu melakukannya Hasasi"
"Ya dong, jadi kan nanti pas kita punya anak aku juga bisa membantu mendandani anak kita nanti" ucap Hasasi senang
"Baguslah jadi semua pekerjaan rumah bukan aku aja yang mengerjakannya" sindirku
"Tenang saja, kamu tidak perlu melakukannya. Kamu fokus mendidik anak - anak kita dan menyenangkan aku saja" ucap Hasasi lembut sambil memegang bahuku dengan lembut
"Baiklah, itu sih gampang"
"Ya udah kita turun aja dulu, pesta akan segera dimulai" ucap Hasasi menggandeng tanganku
"Ntar dulu, aku pakai sepatu dulu"
"Kamu mau pakai sepatu yang mana?" tanya Hasasi membuka lemari sepatu
"Mmm menurutmu aku cocok memakai sepatu yang mana?"
__ADS_1
"Mmmm... yang ini aja deh"
"Baiklah aku sudah selesai, ayo kita turun" gumamku senang
Kami berdua keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga bersama dengan Hasasi. Aku melihat banyak orang yang memakai gaun indah dan jas hitam yang mewah sedang mengobrol dan memenuhi lantai dasar kapal yang mewah itu
"Banyak banget ya yang datang" gumamku menatap Hasasi
"Ya pastilah sayang"
"Lalu dimana Tuan Hansol?"
"Hansol udah di bawah"
"Kenapa dia kesana dulu?"
"Dia tadi sedang menemui seseorang"
"Menemui siapa?"
"Menemui kliennya"
"Emang Tuan Hansol punya klien? Emang klien apa?"
"Punya, biasa lah kamu juga paham"
"Heeh??" gumamku bingung
"Udah gak usah dipikirkan, udah waktunya pesta" gumam Hasasi menarikku dengan lembut berbaur dengan semua orang yang hadir
"Malam Tuan Hasasi" sapa seorang wanita muda di depanku
"Malam" jawab Hasasi dingin
"Tidak"
"Tidak dengan Hansol?"
"Aku bersama dia"
"Dimana dia? Aku ingin bertemu dengannya"
"Dia sedang ada urusan"
"Yaaah. Jadi anda disini sendirian, boleh saya temani?"
"Tidak perlu, aku sudah ditemani seseorang"
"Lalu siapa seseorang itu?"
"Istriku" gumam Hasasi menarikku kepelukannya
"Aah begitu ya, perkenalkan aku Melani Shu teman Hasasi dan Hansol" ucap wanita cantik itu mengulurkan tangannya
"Saya Fifiyan"
"Oh Fifiyan ya, salam kenal" ucap Melani ramah
"Iya salam kenal juga"
"Ya udah selamat bersenang - senang ya, aku kesana dulu ya" ucap Melani berlalu dari hadapan kami berdua
__ADS_1
"Siapa wanita itu?" bisikku ke telinga Hasasi
"Ya iti wanita bergaun merah yang di menata Eiffeel kemarin"
"Oh ya? Cantik banget"
"Secantik apapun kalau berhati busuk sama aja gak ada apa - apanya" gumam Hasasi kesal
"Kenapa dia mencari tuan Hansol?"
"Tidak tahu. Mungkin punya rencana liciknya itu"
"Tapi kelihatannya dia masih punya rasa kepada Tuan Hansol" gumamku
"Heeh itu tidak mungkin" gumam Hasasi kesal
"Kamu masih benci banget sama dia?"
"Ya begitulah, ya udah gak usah dibahas. Kamu mau makan apa?" tanya Hasasi menatapku
"Mmm terserah deh"
"Ya udah tunggu disini sebentar ya, aku gak akan lama" gumam Hasasi berlalu meninggalkanku sendirian di antara orang - orang kaya
Aku melihat di sekelilingku dan aku melihat di samping kananku ada beberapa gelas yang berisi minuman ringan di atas sebuah meja. Aku berjalan ke arah meja itu untuk mengambil segelas minuman dan kembali ketempat aku berdiri tadi
Aku bersantai sambil menikmati orang - orang yang sedang asik berdansa. Tiba - tibs ada seorang laki - laki tampan, berjas hitam, dan gagah datang menghampiriku. Walaupun aku tahu dia berjalan kearahku, tapi aku pura - pura tidak mengetahuinya
"Malam nona cantik" sapa laki - laki itu dengan lembut
"Ma ... Malam juga" ucapku ramah
"Nona cantik disini sendirian?"
"Tii ... Tidak, aku bersama seseorang" gumamku
"Oh ya? tetapi aku amati dari tadi kamu sendirian"
"Tidak kok aku sama seseorang"
Aah hampir lupa aku Ridhwan Hann, aku anak tertua dari keluarga Hann. Kamu siapa?"
"Aku Fifiyan" gumamku mencoba tersenyum namun dalam hatiku bingung "Haduuh ini ya anak tertua keluarga Hann, kenapa ketemu disini lagi"
"Fifiyan ya? Hmmm nama yang bagus, kamu anak Tuan Shinju ya" ucap Ridhwan dingin menatapku dengan tajam seperti singa kelaparan
"Ee... Eemmm" gumamku bingung
"Kenapa kamu tidak menjawab??!!" ucap Ridhwan dengan nada tinggi
"Bu... Bukan..."
"Oh ya? Seingat aku nama anak Tuan Shinju itu Fifiyan" gumam Ridhwan kebingungan
"Tapi aku yakin sih kamu anak Tuan Shinju yang sok - sok menjodohkan anaknya dengan orang lain itu" gerutu Ridhwan kesal
"Adduuhh ini Hasasi kok lama banget ya gak muncul - muncul" gumamku dalam hati
"Mmm, jangan - jangan kamu sengaja membohongiku ya!!" ucap Ridhwan kesal
"Ti... tidak aku tidak berbohong, a... aku permisi dulu" gumamku panik
__ADS_1
"Hei kita belum selesai!!" ucap Ridhwan mengejarku
Ya namanya panik ya panik dong ya, ya mau kemanapun yang penting kan bisa terhindar dari orang mengeselin ini kan. Aku berjalan cepat keluar dari aula itu untuk kabur dari laki - laki yang menyebalkan itu