Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 17 : Kencan Pertama


__ADS_3

Pagi ini Hasasi mengajakku untuk pergi jalan – jalan, entah kemana dia akan mengajakku untuk jalan – jalan bersama dengan dia. Aku hari ini bangun agak pagi karena takut Hasasi membatalkan jalan – jalannya kalau aku bangun kesiangan. Setelah mandi dan memakai gaun, aku langsung memakai duduk di meja rias dan make up.


Toookk ... toookk ... toook


Aku dikagetkan suara orang mengetuk pintu kamarku


“Iya siapa?” ucapku dan pintu kamarku terbuka


“Permisi nona, Tuan Hasasi sudah menunggu di ruang tamu” ucap Cici


“Oh baiklah,terimakasih Cici” ucapku dan Cici keluar dari kamarku.


Setelah merias wajahku, akupun turun menemui Hasasi yang sedang duduk di kursi ruang tamu sambill membaca majalah hari ini.


“Kamu udah selesai?” ucap Hasasi


“Udah”


“Kita mau kemana?” tanyaku


“Jadwal kita nonton, makan, dan melihat pemandangan Kota di atas gunung” ucap Hasasi


“Ehh ... tumben ngajak aku di berbagai tempat, emang gak ada rapat”


“Tidak, Dennis yang menggantikan aku, aku malas bertemu dengan Kwan Liang apalagi Sari Lie” ketus Hasasi


“Jangan kayak gitu, gitu – gitu dulu mantanmu ... “ ejekku


“Ihh kamu suka aja mengejek, dah silahkan masuk tuan puteri” ucap Hasasi sambil membuka mobil lamborgini miliknya.


Selama perjalanan aku melihat Hasasi sangat senang sekali mengajakku jalan – jalan hari ini seperti tidak ada beban sama sekali


“Tumben kamu ceria”


“Iya lah, masa aku memancarkan wajah dingin di depanmu” ucap Hasasi


“Ya ... jadi keinget waktu pertama kali ketemu”


“Emang kalau wajahku dingin menakutkan kah?” tanya Hasasi


“Yaaa ... bisa dibilang begitu”


”Fifiyan ...” ucap Hasasi sambil tangan kanannya memegang tanganku


“Iya ...”


“I Love You” bisik Hasasi di telingaku


“Umm ... Hahaha” tawaku geli


“Ehh ... kenapa tertawa, aku serius lah”


“Eee ... Tidak apa – apa kok”


“Eh Hasasi .. bukannya anggota pembunuh berarah dingin tidak percaya dengan cinta?” tanyaku kemudian


“Iya ... benar sekali”


“Terus kenapa kamu bilang I Love You ke aku?” tanyaku lagi


“Kan aku kemarin udah bilang, karena kehadiranmu hatiku yang dingin jadi luluh”


“Preeet”

__ADS_1


“Eee .. serius loh”


“Terus kamu kenapa memasang muka dingin kepada setiap orang?” tanyaku lagi


“Ya karena... aku ketua pembunuh yang di takuti oleh dunia jadi mana bisa aku memasang wajah ceria?”


“Kalau Dennis itu ... dia memasang muka ceria” ucapku


“Kalau Dennis lain, emang dia ceria dari dulu ... cuma kalau udah disuruh membunuhorang, dia lebih brutal dari aku” jelas Hasasi


“Oh ya ... aku berharap bisa melihat kamu memainkan senjatamu saat membunuh seseorang”


“Itu tidak boleh” ucap Hasasi sambil mencium pipiku


“Umm ... jahat” gumamku tapi Hasasi malah tertawa lepas


Setelah kira – kira 30 menit kami berkendara, kami sampai di Plaza Internasional. Pusat perbelanjaanterbesar di Asia Tenggara, di pusat perbelanjaan ini bisa ditemukan tidak hanya makanan, minuman, ataupun toko baju saja, namun di dalamnya terdapat bioskop, restoran, hingga hotel bintang lima.


Setelah sampai, kami berdua masuk kedalam pusat perbelanjaan tersebut untuk menuju ke bioskop yang ada di lantai 6 dari gedung ini, salama berada di dalam aku melihat banyak sekali orang yang berjualan dengan berisikan banyak sekali barang – barang biasa hingga barang yang mahal sekalipun. Dan beberapa menit kemudian kami sampai di bioskop, di dalam bioskop tersebut terdapat berbagai macam film yang sedang popular saat ini.


“Kamu mau nonton apa?” tanya Hasasi


“Mmmm ... bagaimana kalau ini?” sambil menunjuk poster film You & Me


“Kurang greget”


“Yang ini?”


“Gak”


“Yang ini aja?”


“Jelek itu”


“Yang ini ...” ucap Hasasi sambil menunjuk poster The Shadow


“Are you serious?”


“Yeah ... kau takut?” tanya Hasasi


“Eeeh ... enggak kok” ucapku, sejujurnya aku paling takut film horor


“Ya udah hayuk” ucap Hasasi sambil menarik tanganku


“Eh .. emang gak beli tiket dulu?”


“Kan aku udah beli kemarin”


“Loh terus kenapa kamu menawariku tadi” protesku namun Hasasi malah mengejekku dengan menjulurkan lidahnya


Aku merasa kesal dengan Hasasi, dia tadi menyuruhku untuk memilih film, tapi dianya udah beli tiket nya jauh – jauh hari. Hal itu sangat menyebalkan.


Sampai aku dan Hasasi di dalam ruangan, kami mendapatkan tempat duduk di VIP dimana tempat duduk ini disamping kursi yang nyaman dan juga mendapatkan makanan yang mewah dan juga ruang teater ini cuma kami berdua yang melihatnya


“Eee ... ini cuma kita berdua?”


“Iya ... namanya juga VIP”


“I...ini buatku takut tau”


“Kenapa kamu takut, katanya pengen liat orang membunuh secara sadis” ejek Hasasi dan aku pun terdiam


Tiba – tiba film pun dimulai, aku berusaha untuk tidak takut apapun. Apalagi film ini menceritakan tentang seorang yang sedang terpuruk dan lama kelamaan ia menjadi depresi dan frustasi sehingga dia menjadi seorang psikopat yang tidak mempunyai rasa kasihan ataupun menyesal saat membunuh orang – orang yang menghancurkannya.

__ADS_1


Saat adegan psikopat tersebut membunuh korbannya dengan membabi buta akupun kaget dan tanpa sadar teriak


“Aaaaa ... kasihan tau itu orang dibunuh” ucapkku kesal


“Itu masih biasa” ucap Hasasi tenang


“Biasa gimana maksudmu?” tanyaku heran


“Ya ... akumalah lebih kejam dari psikopat itu”


“Oh ya ... jadi penasaran aku”


“Heleh, kamu liat film kayak gini kasihan... apalagi liat langsung” protes Hasasi


“Hehehe ...” tawaku


Tidak beberapa lama filmpun berakhir dan akupun lega sekali


“Ehh ... Hasasi seriusan kamu lebih kejam daripada psikopat tadi” tanyaku


“Suatu saat nanti kamu pasti akan tau ... udah ah kita makan dulu” ucap Hasasi sambil menarik tanganku


Aku tak tau apakah benar Hasasi kalau udah marah besar dia akan lebih kejam dari pada seorang psikopat, padahal masa lalu dia membuat perkumpulan pembunuh berdarah dingin tidak begitu mendalam, tapi hanya karena Kwan Liang ingin menguasai semua harta yang miliki teman – temannya dahulu.


Setelah menonton film tersebut, Hasasi mengajakku makan ke restoran Korea yang ada di pusat perbelanjaan ini. Didalam restoran ini terlihat banyak sekali orang - orang kaya yang sedang makan makanan Korea dengan lahap


"Kamu mau apa?" tanya Hasasi


"Ummm ... Bibimbap sama Jajangmyeon" ucapku


"Baiklah ... Bibimbap satu, Jajangmyeon satu, Gimbap satu, Teokbokki satu" ucap Hasasi


"Baik, silahkan tunggu" ucap pelayanan restoran tersebut


Setelah memesan, kami berjalan menuju meja yang ada di lantai atas. Di lantai atas restoran ini aku bisa melihat banyak sekali orang yang berjalan di trotoar dan juga kendaraan yang sedang berlalu lalang di jalanan. dan tidak lama kemudian pesanan kami datang


"Permisi tuan, pesanan anda" ucap pelayan


"Baik terimakasih" ucap Hasasi dan kamipun makan bersama dengan suasana yang ramai ini.


Tanpa aku sadari, Hasasi melihatku sedang makan Bibimbap dengan lahap dan diapun tertawa


"Hahaha ..." tawa Hasasi


"Umm ... kenapa ketawa?" tanyaku


"Kamu kalau makan kayak orang kelaparan" ejek Hasasi


"Ya lah ... aku tadi belum sarapan dan makan siang makanya aku lapar" protesku


"Hahaha ... Maaf - maaf " ucap Hasasi sambil mengelus rambutku yang bergelombang ini


Setelah kami selesai makan Hasasi mengajakku menuju sebuah tempat yang belum pernah aku kunjungi


"Ayo, kita ada satu tempat lagi yang harus di datangi" ucap Hasasi dan menarikku


"Kemana?"


"Tempat yang menakutkan" ucap Hasasi sambil tertawa geli


"Seriusan ih!" protesku


"Enggak kok, tempat yang sangat romantis lah" ucap Hasasi dengan tertawa

__ADS_1


Aku dan Hasasi turun menuju parkiran mobil dan keluar dari area pusat perbelanjaan tersebut. enah kemana Hasasi akan mengajakku keluar kali ini. Tempat Romantis, dimanakah tempat itu? Yang aku tau tempat romantis hanyalah di Menara Eiffel


__ADS_2