
Aku membuka pintu kamarku dan langsung merebahkan tubuhku yang udah remuk, kalau tadi tidak di liat Nyonya Stun dan Tuan Stun aku gak mungkin masak dengan cepat ini.
"Huuuhh untung aku bisa masak kalau gak pesti di ketawain" desahku bergegas pergi ke kamar mandi
Aku langsung menghidupkan kran air hangat lalu menuangkan sabunku ke dalamnya dan merendamkan tubuhku ke dalam bathtub yang berisi air sabun. Aku menggosok - gosokkan seluruh badanku sambil memijit - mijit tangan dan kakiku yang terasa pegal
Tiiit... ttiiitt
Tiba - tiba kalungku bergetar dan berbunyi keras yang membuatku kaget
"Ada apa Hasasi?, masih satu rumah aja pakek ginian... ngomong langsung aja napa...!!!" protesku
"Ya kan kamu di kamar mandi gak mungkin aku teriak - teriak dikira sedang apa aja!!" protes Hasasi
"Kenapa kamu jadi marah- marah gitu!!" protesku
"Ya kamu juga protes"
"Ya gimana aku gak protes coba... ngagetin aku tau" gumamku kesal
"Ohh maaf... ada yang ingin aku katakan"
"Apa yang ingin kamu katakan?"
"I Love You..."
"Itu aja??!!" gumamku bingung
"Jawab lah!!"
"Hmmm... aku kira ada hal penting" desahku
"Jawablah!!!" protes Hasasi
"Iya - iya I Love You too... udah ya aku lagi mandi"
"Eehh ntar dulu..."
"Apa lagi...? " desahku kesal
"Nanti kamu ke kamarnya Lisa ya tanyakan kepadanya dari hati ke hati, aku percaya kamu bisa"
"Kamu aja ah aku mo tidur bentar"
"Kan kamu yang bilang mau berbicara dengan Lisa tadi!!" protes Hasasi
"Hmmm baik - baik"
"Kalau udah ajak makan terus habis makan temui aku di atap ya"
"Kenapa gak di kamar aja kan kita sekamar"
"Jangan... ada yang ingin aku katakan penting, takut ada yang tahu"
"Hmmm baiklah... aku akan ke kamar Lisa" gumamku sambil keluar dari bathtub dan bergegas keluar untuk berganti baju
Aku menuju ke ruang ganti untuk mengganti bajuku dan tidak lupa untuk berdandan, kemudian bergegas menuju ke kamar Lisa.
Saat berada di depan kamar Lisa, aku berusaha tenang dan memberanikan diri untuk mengetuk pintu
Tookk... tookkk...toookkk
"Siapa?" gumam Lisa
"Aku... Fifiyan"
__ADS_1
"Ada apa?"
"Boleh masuk?"
"Mau ngapain?"
"Ya... mau cerita - cerita sama kamu boleh?"
"Hmm baiklah... " gumam Lisa membuka pintu dan aku langsung masuk ke dalam kamarnya
"Duduklah Kak Fifiyan" gumam Lisa duduk di sofa dan aku duduk di sebelahnya Lisa
"Jadi apa yang ingin kakak ceritakan?" gumam Lisa sambil menyeruput susu coklatnya
"Ya ... aku mau tanya menurutmu aku cocok gak kalau nikah sama Hasasi?"
"Mmm cocok banget lah... apalagi kakak terlihat serius sama kak Fifiyan"
"Oh ya?... emang seberapa seriuskah?" tanyaku penasaran
"Ya gimana gak serius, kakak kan udah di kenalkan sama ayah ibuku"
"Tapi kan sebelumnya mantan Hasasi juga udah dikenalkan ayah ibumu"
"Tapi kalau kakak beda "
"Beda apanya?" tanyaku penasaran
"Kakak aja udah bangunin rumah untuk kalian, beliin mobil untukmu, terus udah merancang pernikahan kalian yang sangat mewah"
"Oh ya??... emang seperti apa rumah yang dibangun Hasasi?" tanyaku penasaran
"Bentar..." gumam Lisa membuka handphonenya
"Ini rumahnya?... serius?" tanyaku kaget
"Ya... itu rumah kalian"
"Ini terlalu mewah" gumamku
"Gak tau ... kakak itu yang membangunkannya untuk rumah kalian"
"Hmmm padahal bangun rumah biasa aja aku tak masalah" gumamku
"Ya kan namanya juga serius sama kak Fifiyan... apapun akan dilakukan lah"
"Mmm iya juga sih, kalau kamu ada yang mau diceritakan ke kakak?" gumamku mematap Lisa
"Kakak cuma mau cerita itu aja?" gumam Lisa mengalihkan pembicaraan
"Ya... udah itu aja... kamu mau cerita?"
"Tidak ada..."
"Kalau ada ceritalah... nanti kakak kasih solusi"
"Hmmm... gak ada"
"Jangan malu - malu, aku kan teman Lisa dan juga calon kakak ipar Lisa"
"Hmmm baiklah aku mau cerita.. "
"Silahkan kamu bercerita"
"Kak ... kenapa kak Hasasi menjodohkanku dengan putra mahkota?" tanya Lisa bingung
__ADS_1
"Ya mungkin Hasasi pengen kamu bahagia... apalagi putra mahkota Min Xiying sangat baik, tampan, perhatian, sayang banget"
"Kenapa kakak tahu?"
"Ya karena aku dan Hasasi pernah berjumpa dengannya"
"Kapan?"
"Waktu ulang tahun putra mahkota kalau gak salah... dulu Min Xiying pernah ingin menikahiku"
"Lalu?..." tanya Lisa penasaran
"Ya kamu pasti bisa menebaknya"
"Kak Hasasi cemburu ya?"
"Yups betul sekali"
"Ya kak Hasasi emang kayak gitu"
"Dulu aku pernah sampai di kejar sama Min Xiying tapi Hasasi langsung mengajakku pulang dari pesta itu tanpa pamit"
"Ya pasti kakak takut"
"Ya emang... tapi dia baik banget sumpah"
"Tapi kan kalau raja pasti punya banyak selir"
"Ya emang"
"Makanya itu aku gak mau!!!" protes Lisa
"Ya tapi beda dengan Min Xiying... dulu dia pernah cerita ke aku waktu memberitahukanku semua kamar - kamar yang ada di dalam kerajaan beserta selir - selir ayahnya ... dan saat aku tanya apakah dia mau punya selir juga dia berkata gak mau" jelasku
"Dia gak mau karena apa kak?"
"Ya dia bilang buat apa selir banyak cukup punya satu istri yang aku sayang dan menyayangiku aja udah cukup"
"Aku gak percaya"
"Ya percaya atau enggak tapi dulu dia bilang begitu kepadaku"
"Hmmm tapi aku bingung kak" gumam Lisa
"Ya kalau menurut Hasasi itu yang terbaik kenapa gak mencoba untuk mengenal Min Xiying terlebih dahulu, bisa aja kalian cocok"
"Tapi kak"
"Percaya sama kakak... belum mencoba belum tahu" gumamku meyakinkan Lisa dan Lisa mengangguk mengerti
"Baguslah kalau kamu paham... ada yang ingin kamu ceritakan atau tanyakan lagi?"
"Belum ada kak aku cuma tanya itu aja"
"Hmmm baiklah... ya udah ayo kita makan!!"
"Makan apa?"
"Makam masakanku... ayo!!" ucapku dan menarik Lisa keluar kamar
"Mmmm pasti masakan kak Fifiyan enak banget"
"Pastilah" gumamku dan terus menarik tangan Lisa menuju ke ruang makan
Aku gak menyangka cuma pancingan pertanyaan aku cocok gak sama Hasasi membuatnya mau bertanya masalah Min Xiying, tapi aku bersyukur aku bisa meyakinkan Lisa untuk mencoba mengenal lebih jauh tentang Min Xiying dengan demikian Lisa juga bisa cepat - cepat menikah
__ADS_1