
Tiiitt... Ttiiiitt... tttiiittt
Suara alarm handphoneku terdengar keras di telingaku, tanganku berusaha mengambil handphoneku dan langsung mematikan alarmku mematikan alarmku. Aku langsung membuka mata dan terkejut saat melihat di depan mataku terlihat wajah Hasasi yang tampan
"Huuhh aku kira apa tadi" desahku kaget
"Kenapa kamu melihatku dengan kaget seperti itu?" gumam Hasasi yang masih memejamkan matanya
"Ya gimana gak kaget, wajahmu terlalu tampan untuk dilihat" gumamku
"Oh ya? apa wajahku terlalu ganteng ini yang bisa membuatmu kaget?"
"Ya begitu lah... oh ya kamu udah bangun?"
"Udah dari tadi"
"Jadi kenapa kamu terus memejamkan matamu seperti itu?"
"Aku cuma pengen merem aja" gumam Hasasi
"Kalau udah bangun mandi sana, biasanya kamu udah mandi duluan"
"Aku udah mandi tadi cuma pengen merem aja"
"Udah sarapan?"
"Belum, lagi mager"
"Tumben mager?"
"Ya pengen aja sekali - kali gitu mager ngapa - ngapain"
"Emang gak ada agenda?"
"Agenda? Mmm ada, kan kita akan pergi hari ini"
"Jam berapa?"
"Nanti agak siangan soalnya kita pakek mobil"
"Jauh kan tempatnya?"
"Ya lumayan jauh, makanya aku ingin merem"
"Kenapa tidak naik pesawat atau helikopter" gumamku, tiba - tiba Hasasi membuka matanya
"Kalau naik itu nanti diparkir dimana? Di laut?"
"Ya kan aku bertanya gak usah sampai melototin aku kayak gitu!!" protesku
"Aku tidak melototin kamu" gumam Hasasi memejamkan matanya kembali
"Tapi matamu menakutkan tahu" protesku
"Ya memang mata asli ku seperti ini, makanya kenapa aku selalu bangun duluan ketimbang kamu"
"Oh ya?, jadi itu alasannya? "
"Tidak juga, aku memang pengen mandi duluan. Kalau cewek mandi itu lama banget" gumam Hasasi memeluk guling di tengah - tengah kami
"Oh ya Hasasi aku maaih penasaran kenapa banyak orang yang takut denganmu, tapi aku sendiri tidak takut denganmu" gumamku memandangi Hasasi
"Kamu melihat mataku dengan dekat aja kamu takut"
"Ya gimana gak takut, matamu kalau dari dekat kayak mata elang yang menemukan mangsannya" protesku
"Hei dari jauh sama aja"
"Enggak biasanya enggak kayak gitu" gumamku
"Ya karena aku tidak menunjukkannya padamu" gumam Hasasi menutupi wajahnya dengan guling
"Hasasi beritahu aku dong!!!" gumamku menggerak - gerakkan tangan Hasasi
__ADS_1
"Kenapa kamu pengen tahu?"
"Ya aku penasaran aja"
"Mending kamu tidak perlu tahu"
"Kenapa?" desahku kecewa, tangan Hasasi menarik guling yang menutupi wajahnya dan menatapku dengan tatapan yang lembut sangat beda dengan sebelumnya
"Kalau kamu tahu, aku jamin kamu bakal takut denganku dan meninggalkanku. Maka dari itu aku tidak mau memberitahukanmu diriku yang asli"
"Aku tidak akan meninggalkanmu Hasasi, aku janji. Jadi beritahu aku!!" ucapku memohon
"Hmmm kamu ini keras kepala, suatu saat nanti kamu akan tahu kok" gumam Hasasi memejamkan matanya kembali
"Huuu, kamu selalu kayak gitu Hasasi!!" protesku
"Udah mandi sana"
"Kan katanya nanti!!"
"Ini udah jam 9 pagi, mandi sana lalu sarapan... Aku akan membuatkanmu sarapan"
"Aku aja yang membuatkan sarapan"
"Udah mandi sana" gumam Hasasi beranjak pergi dari tempat tidur
"Beneran nih?"
"Ya beneran, udah sana mandi"
"Iya iya bawel" gumamku mrngambil baju mandiku dan bergegas pergi ke kamar mandi
Aku segera membuka kran air bathtub dan menuangkan sabun cair ke dalam bathtub. lalu merendamkan tubuhku di dalam air sabun yang wangi beraroma mawar. Setelah berendam aku segera berganti pakaian yang sudah ada di dalam lemari pakaian dan langaung keluar menemui Hasasi.
Saat aku membuka pintu ruang ganti tercium aroma pancake yang sangat harum. Aku segera berjalan ke dapur untuk melihat apa yang di buat oleh Hasasi
"Mmm wanginya bau, kamu masak pancake?" tanyaku berjalan ke arah Hasasi
"Ya, aku lagi bikin pancake"
"Tidak, ini tidak rapi banget" gumam Hasasi membalik pancake di wajan
"Bisa bundar banget kayak gitu namanya juga rapi banget"
"Ya kabetulan aja sih"
"Aku bantu ya" gumamku mengambil madu dan buah berry - berryan di dalam kulkas
"Kamu mau pakai toping buah?"
"Ya kalau segar kayak gini kan sehat" gumamku membersihkan buah - buahan itu dan memotongnya tipis
"Baguslah, aku sudah selesai membuat pancakenya. Aku panggil Hansol dulu ya" gumam Hasasi menaruh sepotong pancake di atas piring dan pergi keluar dari kamar
"Baiklah" gumamku menaruh potongan buah - buahan itu ke atas mangkok
Aku menyiapkan susu dingin yang aku ambil di dalam kulkas dan menyiapkan piring serta gelas di atas meja makan
"Tumben kamu sarapan mengajakku" ucap Hansol saat Hasasi membuka pintu kamar
"Ya biar kita makan bareng sekalian" gumam Hasasi menutup pintu kamar
"Selamat pagi tuan Hansol" sapaku menunduk sopan
"Oh selamat pagi juga cantik" ucap Hansol menarik kursi
"Silahkan tuan Hansol" gumamku menaruh piting kosong di depan Hansol
"Terimakasih" gumam Hansol mengambil beberapa potong pancake di atas piring dan memakan pancake tersebut
"Mmm rnak banget, siapa yang membuat pancake ini?" gumam Hansol mengunyah pancake di mulutnya
"Fifiyan yang buat" gumam Hasasi memotong beberapa potong pancake
__ADS_1
"Oh ya?"
"Ti... Tidak, bukan aku. Hasasi yang mrmbuatnya, aku hanya membuat toppingnya saja" gumamku kaget
"Oh Hasasi? Kalau Hasasi sih aku gak kaget"
"Emang kalau Hasasi yang masak selalu enaknya tuan Hansol?"
"Ya begitulah, dia memang jago masak"
"Oh ya... Mmm... aku harus berguru nih sama Hasasi" sindirku menatap Hasasi
"Apa sih!!" protes Hasasi sambil mengunyah pancake
"Ya faktanya seperti itu Hasasi" gumam Hansol
"Hmmm ya deh terserah kalian aja"
"Oh ya Hasasi, setelah ini kita harus berangkat"
"Kenapa?"
"Ada yang menunggu kita disana"
"Siapa?" tanya Hasasi bingung
"Si buas"
"Kenapa dia ingin bertemu dengan kita?"
"Bukan kita tapi kamu"
"Kenapa?"
"Enggak tahu"
"Buas itu siapa?" tanyaku penasaran
"Dia ketua mafia Rusia"
"Ketua mafia?"
"Ya mata - mata terkuat"
"Kenapa dia mencari Hasasi?"
"Ya paling juga ngajak kerjasama" gumam Hasasi mberanjak dari kursi dan mencuci piringnya
"Ngapain di mengajak kerjasama denganmu, kan dia udah punya kelompoknya sendiri apalagi dia terkuat. Nanti dia hanya memanfaatkanmu aja" gumamku
"Ya gak tahu kalau itu" gumam Hasasi santai
"Kalau kamu diapa- apakan gimana?"
"Tenang aja tidak akan kok" gumam Hasasi santai
"Ya kamu tenang aja, kamu nanti tidak perlu ikut biar tidak terjadi apa - apa. Apalagi siapa yang berani dengan Hasasi" gumam Hansol meletakkan sendok dan piringnya
"Tapikan..!!" desahku membereskan piring dan gelas lalu mencucinya
"Udah jangan khawatir sayang, yang penting kamu tidak kenapa - napa, aku sudah bersyukur banget" gumam Hasasi mengusap lembut rambutku
"Hmmm baiklah" gumamku meletakkan piring yang baru aku cuci ke dalam rak piring
"Ya udah kita berangkat sekarang dari pada kelamaan nanti keburu malem" gumam Hasasi mengambil jas hitamnya dan menggandeng tanganku
"Bemtar Hasasi, aku ambil tasku dulu" gumamku berlari ke tempat tidur untuk mengambil handphone dan tas selempangku
"Udah siap?"
"Ya aju udah siap" gumamku dan Hasasi langsung menggandeng tanganku
"Baiklah mari kita berangkat" gumam Hasasi mengandengku berjalan mendahului Hansol dari depan untuk meninggalkan menara Eiffell tersebut
__ADS_1
Aku sendiri sangat penasaran seperti apa kapal pesiar yang kata orang - orang sangat menakutkan itu