
Namun seberapa berjuang aku menjauhi Ridhwan, malah membuatku semakin dekat dengan Ridhwan. Belum sempat aku membuka pintu aula, Ridhwan menangkap tangan kiriku yang membuatku terkejut
"Kamu mau kemana?" ucap Ridhwan dingin
"A...Aku ingin mencari seseorang" gumamku berusaha melepaskan tanganku dari genggaman Ridhwan
"Kamu belum menjawab pertanyaanku!!"
"Kan sudah aku jawab tadi. Tolong lepasin aku" gumamku memohon
"Tidak aku lepaskan sebelum kamu mengakui kamu adalah anak Tuan Shinju"
"A...Aku berbeda dengan wanita itu"
"Kamu Bohong!! Ayo ikut aku" ucap Ridhwan marah dan menarikku dengan paksa
"Heeh enak sekali ya menarik tangan istri orang" ucap seorang dingin dari arah belakangku, aku tanpa sadar menoleh ke arah belakangku dan menatap sepasang mata Hasasi yang menunjukkan kalau Hasasi sedang marah besar
"Siapa kamu?, ini bukan urusanmu" gumam Ridhwan kesal dan terus menarikku
"Heeh bukan urusanmu ya!!" gumam Hasasi dingin dan tiba - tiba sebagian tamu yang ada di sekitarku berjalan ke arah kami dan menodongkan senjata mereka masing - masing ke arah Ridhwan yang membuat langkah kakinya terhenti. "Tunggu, jadi diantara mereka semua bawahan Hasasi?" gumamku dalam hati
"Jadi mau melepaskan tangan istriku dari tangan kotormu itu atau kepalamu yang menjadi taruhannya" ucap Hasasi sangat dingin yang membuat Ridhwan ketakutan dan aku sendiri yang mendengarnya juga merasa takut
"Tidak, dia istriku. Kau hanya ******** yang merebut istri orang !!!" teriak Ridhwan kesal dan terus menarikku, namun belum sampai dua langkah suara kunci peluru yang terbuka membuat Ridhwan ketakutan dan tanpa sadar dia melepaskan genggaman di tanganku dan aku langsung lari bersembunyi di belakang Hasasi
"Heeii... Kamu jangan kabur ya!!" protes Ridhwan kesal saat sadar aku tidak di sampingnya
"Kau berani melawanku?" gumam Hasasi dingin
"Emang kamu kira aku takut padamu!!"
"Oh ya? Kalau memang benar, kemari dan rebut dia" gumam Hasasi dan langsung mendekapku dalam pelukannya yang hangat.
"Kamu ya!! itu tidak adil" protes Ridhwan
"Kalau nyalimu tidak kuat mending kamu minta maaf saja" gumam Hansol muncul dari sebelah Hasasi
"Han... Hansol!!" teriak Ridhwan kaget
"Yo, lama tidak berjumpa lawan lama" gumam Hansol tersenyum manis. "Hansol ngapain senyum seperti itu ya padahal kan Ridhwan lawan lama**nya dia" gumamku dalam hati sambil menatap Hansol
"Ja...Jadi?"
"Yups benar, di depanmu saat ini Hasasi. Yang dulu hampir mencincangmu loh" sindir Hansol dingin
"Ha...Hasasi si raja kegelapan?" gumam Ridhwan kaget
"Ya..." guman Hansol dingin namun tiba - tiba ada seseorang yang berteriak di belakang Ridhwan
__ADS_1
"Tunggu ... Tunggu" teriak seorang laki - laki paruh baya berlari ke arah kami
"Tunggu Tuan, jangan bunuh anakku. Tolong ampuni anakku tuan" ucap laki - laki paruh baya itu memohon di depan Hasasi namun Hasasi hanya menatapnya dengan tatapan dingin
"Tolong ampuni anakku tuan, anakku telah salah sangka. Anakku tidak tahu kalau nona ini adalah istri tuan " ucap laki - laki paruh baya itu sambil terus memohon, aku sendiri tidak tega dengan laki - laki itu aku berbisik di telinga Hasasi
"Udah maafkan aja Hasasi, aku tidak apa - apa kok" bisikku lirih
"Tapi kan?..."
"Udah gak apa - apa" gumamku tersenyum
"Hmmm baiklah aku ampuni kali ini karena permintaan istriku sendiri" desah Hasasi yang membuat seluruh bawahannya kembali ke posisi semula dan menyembunyikan senjata mereka
"Te... Terimakasih tuan" ucap pria tua itu senang
"Tapi ada syaratnya?"
"Apa syaratnya tuan?"
"Kalian Keluarga Hann jangan pernah mengganggu kami apalagi mengganggu istriku" gumam Hasasi dingin
"Ba... Baik tuan. Kami berjanji"
"Ya udah pergilah..." gumam Hasasi dingin
"Aku tidak takut kamu ********, kalau berani kesini kau!!" protes Ridhwan memberontak
"Diam kamu!!" protes laki - laki paruh baya itu
"Ayah, aku ingin dia. Berikan dia ayah" gumam Ridhwan memohon
"Huusstt, dia bukan tandinganmu. Masih banyak wanita lain" Teriak laki - laki itu dan terus menarik tangan Ridhwan
"Ku bunuh kau!!" teriak Ridwan menunjukkan jarinya ke arah Hasasi
"Udah ayo pulang!!" ucap laki - laki tua itu pergi dari depan kami dan hilang di antara banyak orang
Aku menatap disekelilingku dengan aneh, padahal kan kami melakukan keributan tapi tamu - tamu yang ada di aula itu tidak terpengaruh sama sekali dan malah asik mengobrol bersama yang lain.
"Ayo sayang, kita makan malam dulu" gumam Hasasi mengajakku keluar aula
"Baiklah" desahku mengikuti langkah Hasasi keluar ruangan
"Mulai sekarang kamu harus terus di dekatku ya, jangan kemana - mana" gumam Hasasi menatapku
"Ya aku gak akan kemana - mana kok" desahku
"Ta... tapi aku masih bingung Hasasi"
__ADS_1
"Bingung apa?" tanya Hasasi menarikkan kursi untukku
"Bingung dengan orang - orang disini" gumamku duduk di kursi dan kemudian Hasasi duduk di depanku
"Bingung kenapa?"
"Ya padahal kan kita melakukan keributan tadi tapi tamu yang ada di aula sama sekali tidak terpengaruh loh"
"Kata siapa tidak terpengaruh?" ucap Hansol mendatangi kami
"Ya tadi aku lihat mereka asik mengobrol" gumamku
"Ya karena mereka takut dengan Hasasi, sebelum Hasasi dateng mereka melihat kamu dengan Ridhwan tau. Kan udah aku bilang jangan jauh - jauh dari Hasasi!!" protes Hansol kesal
"A... Aku..."
"Udah Hansol bukan salah dia, kalau ini emang salahku tadi menyuruhnya menunggu disana sendirian. Aku tadi mau memesan meja dan makanan" gumam Hasasi memotong daging steak dengan garpu dan pisau
"Hmmm kamu sudah tahu disini tidak aman main tinggal saja, kalau besok kamu tinggalin ini bocah ya udah bye - bye kalian berdua" gumam Hansol kesal
"Ma... Maksudnya?" tanyaku bingung
"Ya besok adalah pelelangan, di aula tadi tidak semua hadir dan pelelangan besoklah puncak acaranya sehingga banyak yang hadir di pelelangan itu. Dan kamu, kalau kamu sampai tidak bersama dengan Hasasi ya udah kamu tidak akan pernah ketemu Hasasi lagi" gumam Hansol menatapku dingin.
"Hmmm" desahku takut
"Udah tenang aja, dimanapun kamu hilang aku pasti akan menemukanmu" gumam Hasasi santai
"Emang bisa kamu menemukanku?" tanyaku menatap Hasasi
"Hasasi sih bisa aja menemukanmu kalau kamu tidak sedang jauh dari kami kalau jauh ya paling mrmbutuhkan bertahun - tahun untuk menemukanmu" gumam Hansol dingin
"Ya bisalah, santai aja. Yang penting kita melakukan preventif aja dulu" ucap Hasasi menatapku
"Hmmm baiklah Hasasi, aku tidak akan jauh darimu" desahku memakan makanan yang ada di depanku
"Baguslah, kamu tenang aja aku tidak akan membuatmu terluka. Oke sayang"gumam Hasasi menatapku dan aku mrngangguk mengerti
"Baguslah. Udah makanlah dulu yang kenyang habis itu kita balik legi ke aula
"Ngapain balik lagi?" protesku
"Ya kan acaranya belum dimulai"
"Oh ya? Kalau ketemu orang itu lagi bagaimana?"
"Tidak akan, dia tidak akan berani mendekati kamu"
"Hmmm baiklah" gumamku memakan makananku dengan lahap begitu juga Hansol dan Hasasi memakan makanan mereka dengan lahap
__ADS_1