Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 7 Perjuangan Tanpa Akhir


__ADS_3

Pada pagi harinya aku dibangunkan oleh Emilia, pagi ini tanganku terasa sakit sekali, kaku, sampai tidak bisa digerakan.


“Morning nona... Kenapa dengan tangan nona?” tanya Emilia


“Aauuhh sakit banget, rasanya kaku kalau aku gerakin Emilia “ jawabku sambil menahan sakit


“Ya sudah nona siap – siap dulu biar Tuan muda Daniel yang mengobatinya” kata Emilia


“Dia enggak bakalan ngobatin aku tapi malah membuat tanganku copot”


“Hihi... Enggak nona, percaya deh sama saya” kata Emilia dan dia berlalu keluar dari kamar


Setelah Emilia keluar kamar, akupun pergi mandi lalu berganti baju olahragaku dan akupun bersiap – siap dan menuju ke ruang latihan. Di ruang latihan aku melihat Daniel sedang duduk di tepi kolam renang dan


akupun menghampirinya


“Morning Daniel” sapaku dan aku mendekati dia


“Morning bagaimana tanganmu yang mana yang terasa sakit?” tanyanya


“Semuanya lah “ Jawabku ketus


“Sini mana tangannya biar aku obati” jawabnya dan langsung mengambil tanganku dan dia mengompres tanganku dengan air es.


Tiba – tiba terdengar suara Hasasi tanpa ada layar dan muncul wajahnya


“Hei, jangan goda milikku” teriak Hasasi


“Hahaha... Kagak lah. Tenang saja Hasasi” jawab Daniel sambil mengompres tanganku dengan pelan – pelan dan hati – hati


“Siapa yang kamu maksud milikmu Hasasi” teriakku ketus, mendengar teriakkanku Daniel tertawa


“Apa yang kamu ketawai” tanyaku


“Enggak ada kok, hari ini kita latihan ringan ya”


“Apa itu latihan ringannya?” tanyaku penasaran


“Ya ... skotjam, push up, sit up, dan lompat – lompat” jawabnya


“Oke siap” jawabku semangat padahal dalam hati berkata TIDAK KAU MENYIKSAKU.


Sepanjang hari aku latihan menguruskan paha dan perut sehingga tanganku tidak terlalu bertumpu. Tetapi hal itu juga sama – sama menyiksaku.


Sore hari datang dan itulah hari yang aku sukai karena aku sudah terbebas dari penyiksaan ini


“Oke latihan hari ini telah usai, kamu bisa beristirahat ... besok kamu bisa istirahat, aku sudah meminta ijin Hasasi


karena besok aku ada acara keluarga” ucap Daniel


“Oh ya ... makasih banyak” teriakku senang tanpa sadar aku memeluk Daniel dan kami pun berpisah dari dalam ruangan lalu akupun pergi ke kamar untuk mandi dan beristirahat. Dan sebelum beristirahat aku ingin mengobrol dengan Hasasi


“Hasasi aku ingin mengobrol sebentar” teriakku dan otomatis layar dan speaker turun dari atas dan muncul wajah Hasasi


“Mau ngobrol apa?” tanyanya dingin


“Ih... Cuek”


“Kamu ngapain peluk – peluk Daniel kayak gitu” protes Hasasi


“Ya karena dia ngasih libur buat besok” jawabku cuek


“Itu gak boleh ... paham...”


“Kenapa?” tanyaku


“Ya karena kamu milikku” ucap Hasasi


“Apa?...” teriakku kaget


“Gak” jawabnya cuek


“Maksud kamu jangan goda milikku tadi apa?”


“Hahaha... Ada deh, kamu akan tau suatu hari nanti.” Jawabnya sambil ketawa


“Hmmm iya deh iya” jawabkku cuek

__ADS_1


“Ada yang lain?” tanyanya lagi


“Kapan kamu pulang?” tanyaku


“Belum tau, kamu kangen ya?” tanyanya


“Hahaha... PD banget kamu” jawabku ketus


“Ya sudah aku mau rapat lagi, jangan lupa istirahat ya My Honey. Good Night” kata Hasasi dan dia pun hilang dari layar


“Aku rindu kamu, sangat rindu. Good Night too, jangan nakal – nakal disana” gumamku dan aku tidak peduli dia dengar atau enggak yang penting aku sudah merasa nyaman denganmu.


Setelah aku mengobrol dengan Hasasi, akupun segera mandi karena tidak tahan dengan bau badanku yang seperti air got ini. Setelah aku mandi akupun tidur dengan nyenyak karena besok aku tidak ada latihan


Pagi hari ini Emilia tidak membangunkanku, mungkin karena tidak ada latihan jadi dia tidak mengganggu tidur pagiku yang agung ini. Aku tidur selama aku mau dan selama aku ingin bangun. Pukul 09.00 alarmku berbunyi dan akupun bangun dari tidurku


“Hoaam... nyenyaknya tidurku” gumamku


Setelah bangun tidur, akupun segera mandi dan menemui Lisa Stun. Akhir – akhir ini karena latihan yang menyiksaku aku jarang ketemu dengan Lisa. Dan setelah mandi aku keluar kamar untuk mencari Lisa Stun. Saat berjalan mencari dia, aku bertemu Lisa Stun di pinggir kolam renang sendirian


“Lisa” panggilku


“Oh ... kakak Fifiyan” ucapnya kaget


“Ngapain kamu sendirian?”


“Ya, biasa kak liat laut yang cantik ini”


“Mmmm ... Lisa ... aku mau tanya boleh?” tanyaku


“Mau tanya apa kak?”


“Apakah aku pantas untuk menikah?” tanyaku


“Iya pantaslah kak ... apalagi kalau kakak nikah sama kakakku” ucap Lisa


“Maksudnya?” tanyaku kaget


“Emmm ... tidak ... maksudku kamu pantas menikah kok kak” ucapnya


“Hmm ... emang ada yang mau nikah sama aku?” tanyaku


“Hmmm ... mau jalan – jalan keluar rumah” tawarku


“Boleh ... aku mau beli boneka sama gaun baru kak” ucapnya


“Untuk apa?” tanyaku


“Kan bentar lagi ulang tahunku, jadi aku harus cantik”


“Baiklah. Ayo” ucapku dan aku langsung mendorong kursi rodanya menuju luar rumah, saat akan keluar rumah aku bertemu dengan Emilia


“Nona mau kemana?” tanya Emilia


“Aku mau ke mall mau beli baju dan boneka” jawab Lisa


“Ijinkan saya ikut nona”


“Baiklah ayo kalau mau ikut” ucapku dan kamipun berangkat menuju mall menggunakan mobil pribadi


Setelah kami sampai mall, kamipun berkeliling mall untuk mencari barang yang diinginkan Lisa Stun, dan akhirnya kami menemukan sebuah toko mewah yang ada di dalam mall tersebut


“Silahkan mau cari gaun yang mana?” tawarku dan Lisa Stun pun mencari satu persatu gaun dan akhirnya dia menemukan gaun berwarna merah muda yang indah


“Aku mau yang ini kak” ucapnya


“Sini kakak bayarkan” aku pun menuju kasir untuk membayarnya


“Berapa harga gaun ini?” tanyaku


“Itu harganya 100 Dollar nona” jawab petugas kasir


“Ini uangnya”


“Terimakasih” akupun menemui Lisa dan Emilia


“Ini bajumu Lisa, jadi beli boneka?” tanyaku

__ADS_1


“Tidak kak, kak Hasasi melarangku” ucapnya kecewa


“Kenapa tidak boleh?” tanyaku


“Gak tau tuh orang”


“Aku beliin mau?” tanyaku


“Tidak usah kak, nanti Kakakku marah”


“Kalau dia marah nanti aku yang menanggungnya” ucapku


“Baiklah” ucapku dan kamipun menuju toko boneka. Di dalam toko boneka, Lisa Stun langsung menunjuk boneka besar yang ada di atas rak


“Aku mau yang itu” ucap Lisa Stun


“Baiklah” akupun menuju kasir toko tersebut


“Tolong boneka yang besar itu ya” ucapku


“Baik nona” ucap petugas kasir tersebut dan mengambil boneka yang diinginkan Lisa Stun


“Berapa harganya?” tanyaku


“1 juta Dolar nona” ucap pelayan toko tersebut


“Baiklah” aku pun memberinya uang


“Terimakasih” ucap mereka dan aku balas dengan senyuman


Setelah memberikan gaun dan boneka keinginan Lisa Stun, kamipun pulang ke rumah. Sesampainya kami di rumah aku langsung menuju kamar untuk rebahan. Dan tidak aku duga Hasasi menghubungi aku lewat layar Tvnya itu


“Dari mana kamu?” tanyanya


“Aku habis jalan – jalan”


“Sama siapa?”


“Sama Lisa dan Emilia”


“Kemana?”


“Ke mall”


“Beli apa?” tanyanya lagi


“Iiihh.. tanya mulu deh” ucapku kesal


“Beli apa?” teriak Hasasi


“Beli gaun sama boneka”


“kamu beliin dia boneka?” tanyanya lagi


“Iya” jawabku cuek


“Kan udah aku larang beli kanapa tetep beli” protes Hasasi


“Kan pakai uangku” protesku balik


“Ya tetep gak boleh” protesnya lagi


“Ya sekali – kali lah, aku juga pengen nyenengin Lisa, apalagi latihan menyebalkanmu membuat aku jarang bertemu dengan Lisa dan itu membuatku gak enak sama Lisa tau” jelasku sambil badanku miring ke kanan


“Ya udah terserah kamu” ucapnya cuek


“Aku mau rapat lagi, bye” ucapnya lagi


“Kamu ini rapat, rapat, rapat apa kamu gak capek” protesku


“Ya kan pekerjaanku”


“tau gak aku itu kangen kamu” ucapku lirih


“Apa yang kau katakan tadi aku tidak mendengarnya” goda Hasasi sambil tertawa


“Tidak ... tidak ada”

__ADS_1


“Ya udah kamu tidur dulu ya sayang... met bobok” ucapnya dan wajah Hasasi beserta TV kecil itu hilang


“Iya, cepat pulanglah” gumamku dan akupun tertidur


__ADS_2