
Hasasi terus memelukku dan tidak mau melepas pelukannya, sampai - sampai aku tidak tau harus bagaimana untuk menenangkan Hasasi. karena lama kelamaan badanku terasa kaku karena menahan pelukan Hasasi
"Mmm Hasasi, tenanglah jangan sedih terus - terusan" ucapku menghibur Hasasi tapi Hasasi tetap saja diam saja
"Hasasi .... " ucapku lembut sambil berusaha melepaskan pelukan Hasasi
"Hasasi ... dengerin aku, aku tidak tergoda dengan Min Xiying ... udah jangan sedih" ucapku menenangkan Hasasi sambil mengelus rambutnya
"Janji ya" ucap Hasasi dengan mata berkaca - kaca
"Iya Hasasi... aku janji, ya udah kita balik lagi ke pesta ya ... katanya mau ikut pelelangan"ajakku
"Hmm baiklah... kamu harus hati - hati ya jangan sampai sama Min Xiying ya" ucap Hasasi merapikan jasnya dan mengelap air mata di wajahnya
"Iya sayang, beneran ... " ucapku meyakinkan
"Ya udah kita istirahat aja di kamar, yang mulia sudah memberikan kamar untuk kita tinggal sementara"
"Oh ya? ... kok bisa dapat?" tanyaku penasaran
"Tidak tau... tadi sewaktu rapat dengan yang mulia"
"Emang tadi membahas tentang apa aja?" tanyaku
"Ya masalah sesuatu yang harus dikonsultasikan dengan raja, apalagi ini di wilayah kerajaaan Min jadi mau tidak mau raja Min harus tahu"
"Emang masalah apa?" tanyaku penasaran
"Masalah yang masih rahasia... nanti kamu akan tau sendiri "
"Hmmm baiklah... tidak penting juga untukku" gumamku
"Ya udah jangan ngambek ... kita istirahat dulu ya" ucap Hasasi mengajakku kembali kekerajaan
__ADS_1
Selama kami berjalan menuju ke kerajaan, aku melihat banyak orang yang baru datang ke kerajaan dengan memakai pakaian yang sangat indah dan juga terlihat mahal dan juga berpenampilan cantik dan tampan yang datang di pesta ulang tahun Min Xiying tersebut.
"Kan pestanya udah dimulai dari tadi Hasasi, kok tamunya baru datang?" tanyaku pada Hasasi
"Ya kan mereka ingin ikut pelelangan mungkin"
"Emang barang - barangnya bagus - bagus kah?" tanyaku lagi
"Ya ... karena barang - barang kali ini barang - barang dari kerajaan kuno"
"Kerajaan Min?"
"Bukan seluruh kerajaan didunia"
"Waahh barang - barang mahal ya"
"Ya.... pastinya"
"Oh ..." gumamku sambil mengikuti langkah kaki Hasasi
"Bagaimana menurutmu dengan desain ini ruangan Fifiyan?" tanya Hasasi memandangku
"Mmm bagus juga sih, terasa jaman dulu"
"Ya emang tapi tetep saja modern dan mengikuti perkembangan jaman"
"Iya juga sih ..." gumamku, tidak lama kemudian kami sampai di sebuah ruangan besar dan mewah yang ada di ujung lorong ini dan Hasasi mengeluarkan sebuah kartu akses dari dalam saku jasnya dan menempelkannya di sebuah alat yang terpasang di atas gagang pintu tersebut
"Silahkan masuk tuan putri" ucap Hasasi sambil menahan tawa saat pintu telah terbuka
"Heeeh apa sih Hasasi" gumamku kesal
"Hehehe iya gpp sayang" ucap Hasasi menggodaku
__ADS_1
"Hmmm terserah kamu aja deh" gumamku
"Ya udah kamu istirahat aja dulu, nanti aku jemput kamu pas pelelangan" ucap Hasasi meninggalkanku sendirian
"Tapi ... kamu mau kemana?" tanyaku
"Sebentar, ada urusan dengan Hansol" ucap Hasasi menutup pintu kamar
"Hmmm baiklah" gumamku dan merebahkan tubuhku.
Aku sangat amat capek rasanya di badan, aku ingin sekali untuk tidur sebentar dan mandinya nanti saja setelah bangun tidur sepertinya pasti akan segar. Jadi aku memejamkan mataku dan tidur pulas di petang hari ini. Tiba - tiba handphoneku berdering
Kring ... kring .. kring
"Mmmm siapa sih yang telpon, tumben " gumamku dan menatap layar handphone dan ternyata Lisa yang meneleponku, akupun langsung mengangkat telpon itu
"Mmm Halo Lisa ... ada apa?" tanyaku
"Halo kak, kak Fifiyan sekarang ada dimana?"
"Di korea... ada apa Lisa?"
"Mmm Kak Hasasi ada di situ atau tidak?" tanya Lisa
"Tidak, dia baru saja keluar" gumamku
"Oh .. baiklah, kalau ada Kak Hasasi bilangin dia kalau aku mencarinya ya kak. Soalnya tadi aku telpon tidak diangkat"
"Oke Lisa, emang ada apa?" tanyaku
"Ada maslaah sedikit kok... Oke terimakasih kak...."
Tuuut ... tuuutt... tuuuttt
__ADS_1
Telpon dari Lisa langsung mati dan tanpa memberitahukan masalah apa yang sedang terjadi, akupun jadi penasaran emang ada masalah apa sih di keluarga Stun. kenapa semua tidak memberitahukan masalah itu kepadaku.
"Hmmm ya udah deh tidur aja dulu" gumamku da aku langsung memejamkan mataku