
Aku dari tadi memandangi buku menu yang ada di tanganku, aku terus membolak balikkan kertas buku menu satu persatu secara terus menerus. Aku bingung mau makan apa siang ini.
"Kamu mau makan apa Fifiyan?" bisik Hasasi
"Mmm gak tau ... bingung, disini mahal - mahal" gumamku
"Udah pilih saja, kan aku yang bayarin" bisik Hasasi
"Hmmm baiklah ... aku mau SpicyTuna Melt dan yogurt gmana?" tanyaku pada Hasasi
"Boleh ... gak mau nambah lagi?"
"Udah itu aja ... jangan bikinku gemuk" gumamku
"Hehehe " tawa kecil Hasasi
"Kamu mau pesan apa Fifiyan?" tanya Almira yang membuat wajah Hasasi berubah dingin
"Aku Spicy Tuna Melt sama yogurt" ucapku sambil menutup buku menu
"Kalau Tuan Hasasi ingin memesan apa?" tanya Almira
"Mmmm aku Spicy Tuna Melt dengan bulgogi sausage diatasnya dan wine putih"
"Baiklah ... sebentar ya" ucap Almira pergi dan tinggal kami betiga yang berada di meja
"Oh ya Xiao Xi .. bagaimana perkembangan perusahaanmu?" tanya Hasasi dingin
"Sejauh ini baik tuan, cuma ada kendala"
"Kendala apa?"
"Ya masalah finansial seperti itu tuan"
"Ya namanya juga perusahaan pasti kalau masalah finansial tapi cukup beruntung perusahaanmu masih bertahan di posisi ke dua apalagi di China yang banyak perusahaan terkenal juga"
"Ya begitulah tuan ... kalau tuan sendiri apakah perusahaannya juga lancar?" tanya Xiao Xi
"Ya seperti biasa lah..."
"Bagaimana cara tuan Hasasi bisa berada di peringkat pertama dunia tuan ... saya sepertinya harus berguru kepada tuan" ucap Xiao Xi dengan tertawa
"Yang penting kerja keras dan juga semangat itu kuncinya" ucap Hasasi santai
"Kalau itu harus tuan hahaha"
"Oh ya tuan saya sangat beruntung bisa bertemu langsung dengan tuan" ucap Xiao Xi dengan senang
"Aku bertemu dengan dia aja tiap hari biasa aja tuh" gumamku mengejek Hasasi
"Dasar kamu ya" ucap Hasasi gemas sambil mencubit pipiku
__ADS_1
"Eheem kalian nih di tempat umum loh ini ... jangan bikin para jomblo iri dong" sindir Amelia di sebelahku
"Amelia ... kamu datang kesini?" tanyaku kaget melihat Amelia di sebelahku
"Iya pastinya lah ... mumpung di Korea nih gua"
"Kamu tetep aja kayak dulu Amelia" ejek Almira yang sedang membawa minuman wine putih sambil berjalan menuju meja kami dan duduk di sebelah Xiao Xi
"Hahaha biasa lah ... orang jomblo mah bebas" ucap Amelia sambil tertawa dan kami semua terdiam
"Kamu tetap saja kayak anak kecil" ejek Hasasi tiba - tiba sambil meminum wine putih yang di bawa Almira tadi
"Kamu ngapain disini?" tanya Almira kaget
"Aku? ... apa urusannya?" ucap Hasasi dingin
"Kamu ya! ..." protes Amelia
"Wait ... Wait ... jadi kalian saling kenal?" tanyaku kaget
"Ya tidak terlalu kenal sih" gumam Amelia
"Amelia tuh salah satu wanita yang sering mengejar - ngejar aku sampai sekarang seperti yang pembantuku pernah ceritakan padamu waktu itu"
"Yang mana?"
"Yang itu... waktu kamu datang di rumahku pertama kali ... yang kamu menyangkanya aku pria tua"
"Apa - apaan sih kamu Hasasi ... membahas masalah itu di depan teman - temanku" gerutu Amelia
"Loh emang tidak boleh?" tanya Hasasi
"Tidak boleh lah ... itu privasi kita" gerutu Amelia
"Privasi kita? ... sejak kapan hal itu berlaku? ... apapun yang terjadi istriku harus tau" gumam Hasasi mencubit hidungku
"Hei sakit lah" protesku
"Kamu udah menikah?" tanya Almira
"Belum lah ... dia mah plin plan ... gak ngasih kepastian yang jelas" protesku
"Huuh sama cwo yang gak jelas kamu mau aja jadi pacarnya Fifiyan" ucap Amelia jengkel
"Hey cwo gak jelas kayak gini juga masih kamu kejar" ejek Hasasi dan Amelia jadi marah besar
"Udah ... udah kalian kayak anak kecil aja ..." protesku melerai mereka berdua
"Huuffttt" desah Amelia kesal dan duduk di sebelahku dan Almira
"Oh ya Amelia gimana kabar dan karirmu?" tanya Almira di sebelahnya
__ADS_1
"Kabarku baik dan Ya begitulah ... berkembang pesat hahaha" ucap Amelia bangga
"Oh syukurlah"
"Oh ya Amelia ... kamu pengen ya nikah sama Hasasi?" tanyaku
"Enggak .. siapa yang bilang?" protes Amelia
"Ya kan aku cuma bertanya aja"
"Enggak ... itu masalalu aja"
"Heeeeh masalalu?" gumam Hasasi
"Apa yang bilang?" protes Amelia
"Tidak ada ..." ucap Hasasi santai
"Udah lah kalian jangan berantem mulu ..." gumamku kesal
"Dia tuh yang nyebelin Fifiyan" ucap Amelia kesal
"Kenapa aku?" protes Hasasi
"Udah lah Hasasi " ucapku sambil melirik mata Hasasi dan Hasasipun terdiam
"Kalian berdua nih berantem mulu... kalau kalian menikah seperti apa coba berantem mulu" gumamku sambil geleng - geleng kepala
"Aku? menikah sama Amelia? ... OGAH" protes Hasasi
"Terus kamu maunya sama siapa? kalau sama aku gak mau" protes Amelia
"Sama ini " ucap Hasasi mengelus rambutku
"Hey Fifiyan ... kenapa kamu bisa dengan mudah meluluhkan hati Hasasi sih?" protes Amelia
"Aku? ... aku juga tidak tahu Amelia"
"Kenapa kamu merebut suamiku Fifiyan" ucap Amelia dengan percaya diri
"Aku tidak merebut ... kalau mau silahkan sama Hasasi" tawarku
"HEY ... enaknya kamu menyuruhku menikah dengan dia" protes Hasasi
"Ya kan dia mau sama kamu Hasasi"
"Tapi aku tidak mau" gumam Hasasi kesal
"Terserah" ucap Amelia kesal
Aku sendiri bingung, apa yang terjadi dengan Amelia dan Hasasi... ya sebenernya aku cemburu sih kalau Amelia mengharapkan Hasasi, tapi aku harus bersikap biasa aja di depan mereka apalagi mereka adalah teman -teman dekatku. Apalagi Amelia bersikeras ingin menikah dengan Hasasi sedangkan Hasasi tidak mau dan memilih untuk menikah denganku. seperti hubungan yang sangat rumit.
__ADS_1