Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 14 : Fakta Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Malam ini aku gak tau kenapa, aku merasa tidurku sangatlah nyenyak sampai – sampai aku tidak sadar selama aku tidur Hasasi menatapku dengan aneh


“Hooaaamm ... eh ... kenapa menatapku seperti itu?” tanyaku kaget melihat sepsang bola mata yang menatapku


“Tidak ada, aku cuma melihat kamu tidur”


“Orang tidur kok dilihatin sih, malu lah” protesku


“Ngapain malu, kan sama suami sendiri kok malu” ucap Hasasi


“Suami? ... emang sejak kapan kita nikah” protesku


“Nunggu waktu yang tepat... hahaha” ucap Hasasi dengan ketawa


“Eh ... kamu kalau tidur lucu ya” ejek Hasasi


“Ih udah ah... nyebelin” protesku sambil mendorong Hasasi


“Jangan ngambek dong cantik, udah mandi dulu sana, jam 9 acaranya dimulai lagi” ucap Hasasi dan dia bangun dari tempat tidur


“Ih ... pagi banget” protesku


"Iya la"


"Sebentar ... maksudnya acara apa jam 9" tanyaku


"Acara kita pergi"


"Kemana?"


"Kita akan jalan - jalan, udah jangan cerewet cepetan mandi" ucap Hasasi dan berlalu meninggalkan kamarnya


“Dasar monster berdarah dingin”ketusku dan akupun berlalu menuju kamar ku untuk mandi


Air yang ada di Paris benar – benar bikin badan yang letih bisa segar kembali, rasanya nyaman gitu mandi dengan air disini, setelah mandi aku menuju lemari pakaian untuk berganti baju.


“Eh iya ya aku gak bawa baju, dan kemarin seingetku cuma ada gaun emas yang aku pakai kemarin ya, masa aku harus pakai gaun itu lagi sih” gumamku sambil membuka lemari pakaian yang ada di depanku


Dan aku pun terkejut, ternyata banyak juga gaun – gaun yang indah di dalamnya, padahal semalam seingatku cuma satu gaun yang aku pakai semalam


“Kamu pakai baju yang yang menurutmu cocok saja” ucap Hasasi yang sedang berdiri di jendela kamarku


“Se ... sejak pakan kamu disitu?” protesku


“Sejak ... tadi”


“Ke kamar orang itu harusnya ngomong dulu” protesku


Tiba – tiba Hasasi melangkah menghampiriku dan dia tiba – tiba menciumku


“Itu hukuman kalau kamu protes” ucap Hasasi


“Iya – iya aku gak protes”


“Udah ah sana pergi aku mau ganti baju” protesku lagi sambil mendorong Hasasi


“Gak mau”


“Ih pergi dulu” protesku lagi


“Enggak”


“Ih terus kamu maunya apa?” protesku


“Mau liat kamu ganti baju” ucap Hasasi cekikikan


“Enggak” ketusku


“Bentar aja”


“Enggak” protesku sambil mendoronng Hasasi keluar kamar lalu menutup pintu kamar


Setelah mengusir Hasasi dari kamar aku langsung memiih gaun yang berwarna biru muda yang memiliki rok diatas lutut dengan renda – renda yang indah. Setelah mengambil gaun tersebut aku langsung berganti baju dan segera menemui Hasasi


“Udah belum ... dasar cewek lama” protes Hasasi dari luar kamar


“Iya ... udah selesai” jawabku dan membuka pintu kamar


"Aduh cantiknya" puji Hasasi


“Terimakasih, kamu mau ngajak aku kemana?” tanyaku kemudian


“Kemanapun yang kamu mau” ucap Hasasi

__ADS_1


“Aku kan gak tau tempat disni,Aku ngikut kamu aja”


“Baiklah” ucap hasasi dan kami berdua turun dari menara Eiffel untuk berjalan – jalan.


Disepanjang perjalanan, aku melihat banyak sekali orang – orang yang berlalu lalang, toko – toko yang menjual mewah dan juga kemdaraan yang berjejeran melewati kami. Saat kami melewati toko, aku melihat kalung yang sangat indah di dalam toko tersebut. Kalung itu berbentuk Menara Eiffel dan di pinggiran menara tersebut terdapat intan yang sangat berkilauan.


“Kenapa berhenti?” tanya Hasasi


“Liat, kalung itu indah ya”


“Kamu mau?” tanya Hasasi


“Enggak ah, cuma liat doang” ucapku lalu menarik Hasasi, aku takut dia akan membelikanku kalung itu padahal aku sendiri sudah punya kalung pemberiannya


Setelah beberapa ratus meter dari toko tersebut, kami melewati restoran yang terlihat mewah dan Hasasi berhenti di depan restoran tersebut


“Kenapa berhenti?” tanyaku


“Kita makan siang dulu” ucap Hasasi


“Baiklah” aku mengikuti Hasasi masuk kedalam restoran tersebut


Setelah di dalam restoran tersebut, Hasasi menuju tempat pemesanan


“Kamu mau makan apa?” tanya Hasasi


“Aku mau steak sapi sama milkshake vanila aja”


“Kami pesan steak sapi spesial 2 milkshake vanila 1 sama capucino spesial 1” ucap Hasasi


“Baik tuan, silahkan ditunggu tuan” ucap pelayan tersebut dan Hasasi pun mengajak ke lantai atas restoran ini dan aku melihat menara Eiffel berdiri


“Wah bagus banget pemandanganya” ucapku kagum


“Do you like it?” tanya Hasasi


“Suka sekali” ucapku senang


Tiba – tiba pesanan kami sampai, diantar oleh pelayan restoran ini


“Permisi tuan, pesanan anda” ucap pelayan tersebut


“Oke  terimakasih” ucap Hasasi dan pelayan itupun berlalu


Karena makanan sudah datang, aku dan Hasasi pun langsung melahap makanan yang ada di depan kami. Setelah selesai makan aku menikmati pemandangan yang indah ini. Tiba – tiba aku melihat Kwan Liang dan Sari Lie disebuah gang, sepertinya mereka bertengkar.


“Mmmm ... Apa” ucap Hasasi sambil memegang handphonenya


"Ihh ... mainan handphone mulu" protesku


"Iya ... maaf, ada apa?"


“Itu bukannya Kwan Liang sama Sari Lie ya?” tanyaku


“Mungkin ... emang kenapa?”


“Kayaknya mereka bertengkar deh”


“Baguslah”


“Apanya yang bagus?” tanyaku


“Ya ... bagus aja ... biarkanlah, ayo kita balik ke menara sebentar lagi aku ada jumpa dengan seseorang” ucap Hasasi menarikku turun restoran


“Emang kemana?” tanyaku


“Aku ada pertemuan sama sahabatku” ucap Hasasi dan kamipun kembali menuju menara


Di dalam ruangan tersembunyi yang ada di menara tersebut, aku melihat sosok pria yang sama – sama tampan tetapi tidak sedingin Hasasi, dia sepertinya sangat ramah kepada orang lain


“Hay Hasasi, aku menunggumu lama sekali” ucap pemuda tersebut


“Oh maaf, aku habis jalan – jalan”


“Sejak kapan kamu suka jalan – jalan” ejek pemuda itu


“Ah ... jangan cerewet” protes Hasasi


“Wih sekarang bawanya wanita cantik aja Hasasi” Ejek pemuda itu


“Iyalah, gak kayak kamu jomblo” ejek Hasasi


“Pufftt”

__ADS_1


“Ini kenalin sekretaris pribadiku” ucap Hasasi


“Oh halo cantik, aku dennis Sin” ucap pemuda itu sambil mengajakku berjabat tangan


“Aku Fifiyan Shinju, salam kenal” ucapku sambil membalas jawaban tangannya


“Ngomong – ngoomong masih sendiri atau udah nikah?... kalau masih sendiri abang Dennis masih jomblo nih” ucap Dennis


“Aku ...” ucapku namun di potong Hasasi


“Apanya ... dia milikku” protes Hasasi


“Sejak kapan dia milikmu” protes Dennis


“Sejak dahulu kala, sebelum negara api menyerang” ketus Hasasi


“Alah buatku aja sekretarismu, kamu kan banyak cewek” sindir Dennis


“Gak ... jangan coba – coba merebut milikku” protes Hasasi dengan wajah yang memancarkan aura kemarahan


“Ehh ... iya – iya ... jangan ngeluarin naga dong, ntar cewekmu takut loh” ejek Dennis


“Kamu ngajak aku ketemuan kenapa?” tanya Hasasi


“Banyak sih, kalau masalah bisnis ntar aja kalau gak ada cewekmu”


“Oke selain bisnis apa?” tanya Hasasi


“Oh ya, aku mendapat informasi dari anak buahku, Kwan Liang beberapa minggu ini bertengkar sama Sari Lie”


“Terus apa hubungannya denganku?” ketus Hasasi


“Ada hubungannya”


“Apa?”


“Dia ingin menjatuhkanmu dan mengambil cewekmu itu sedangkan Sari Lie cuma ingin menghindarkan cewekmu dari kamu, jadikan keinginan mereka berdua bertolak belakang makanya berantem terus ... beberapa hari ini Kwan Liang tetap menemui cewekmu kan... mungkin itu tanda – tandanya, makannya kamu harus berhati – hati” jelas Dennis


“Oke terimakasih infonya”


“Oh ya ada satu hal lagi ... Sari Lie ada rencana untuk membunuh cewekmu suatu hari nanti, kamu harus menjaganya dari pada dia mati sia – sia” jelasnya lagi


“A .. apa, Sari Lie ingin membunuhku?” teriakku kaget


“Iya begitulah info dari anak buahku, jadi kamu harus hati – hati ... kamu harta yang berharga bagi Hasasi, oke bye aku ada urusan lain” ucap Dennis dan berlalu meninggakan kami


Aku mendengar Sari Lie ingin membunuhku mebuatku sangat syok berat, aku tidak percaya kalau sahabatku sendiri akan membunuhku karena dia cemburu. Karena syoknya akupun menangis ketakutan.


“Kamu jangan kawatir, aku akan menjagamu” ucap Hasasi lalu memelukku


“Makasih Hasasi” ucapku sambil menangis


“Udah jangan nangis kan ada aku, kita istirahat dulu ya” ucap Hasasi dan menuntunku menuju kamar


Saat di kamar aku masih tidak percaya sahabatku sendiri akan membunuhku, kalau dia mau Hasasi akan aku berikan asalkan aku tidak mati sia – sia


“Hasasi kenapa Sari Lie ingin membunuhku?” tanyaku sambil tersedu – sedu


“Aku tidak tau” ucapnya sambil menatap luar jendela kamarku


“Apa dia cemburu aku berada disampingmu, kalau ia aku tidak masalah pergi darimu”


“Tidak boleh, apapun yang terjadi kamu harus tetap bersamaku” teriak Hasasi


“Terus aku harus apa, masa aku terus berlindung darimu terus” ucapku


“Iya lah”


“Tapi aku gak mau merepotkanmu terus, aku ingin kuat” ucapku


“Maksudnya?”


“Aku ingin mempelajari jurus bela diri, jadi kalau Sari Lie berani denganku aku bisa menjaga diriku” jelasku


“Nanti kita pikirkan itu” ucap Hasasi


“Pokok apapun yang terjadi kamu harus terus berada di sisiku” ucapnya kemudian


“Baiklah”


“Udah kamu istirahat aja dulu, nanti aku tmui kamu” ucapnya sambil berjalan keluar kamar


“Tapi ... kalau Sari Lie datang ke kamarku dan membunuhku gimana?” tanyaku khawatir

__ADS_1


“Tenang saja, pengawalku akan melindungimu, dan juga kartu akses ke kamarmu aku yang bawa jadi aku akan menguncimu dari luar” jelas Hasasi dan berlalu meninggalkan kamarku


Aku tidak tau aku salah apa kepada Sari Lie, kenapa dia tega akan membunuhku,padahal dulu saat kita masih bersahabat dia sangat baik banget dan sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri.


__ADS_2