
pusing ini sangat menyiksa diriku, dari pasa kepalaku pusing dan penat akhirnya aku kembali ke kamar untuk beristirahat sejenak. Hari ulang tahun ya?... Hmmm this isn't funny, seharusnya ulang tahun dirayakan dengan suka cita bukan dengan pilihan yang sangat menyiksa.
Aku berjalan lirih menuju ke kamar, sepanjang jalan tamu - tamu VVIP Hasasi melihatku dengan sinis. EMANG APA SALAHKU?... kata - kata yang terngiang di kepalaku, apa karena pernikahan Hasasi yang dibatalkan itu semua menilai aku yang menyebabkannya. Ini Sungguh Menyebalkaaann!!!.
"Fifiyan..."
"Mmm... " gumamku menoleh ke belakang dan melihat Alex di belakangku
"Kamu ngapain?... kok murung?"
"No problem... "
"Serius?"
"Iya... aku serius"
"Hmmm ... nanti kita pulang dari sini... pekerjaan kita lumayan banyak dan agenda kita lumayan banyak jadi mau tidak mau kita pulang"
"Emang agenda kemana?"
"Mmm... Ke Inggris lalu ke Jepang"
"Mau bertemu siapa?
"Ketemu seorang"
"Lalu kalau di Jepang?"
"Aku bertemu dengan Hasasi"
"Tadi tidak ketemu?"
"Tidak, dia tidak datang rapat"
"Ohhh... " gumamku mengerti karena memang tadi sedang di pantai bersamaku
"Ya udah ayo kita pergi!" ajak Alex dengan cuel
"Kemana?"
"Ke Inggris"
"Baiklah" gumamku dan mengikuti Alex keluar dari rumah Hasasi
"Oh ya barangnya gmana?"
"Udah di pesawat"
"Mmm baiklah" gumamku dan terus berjalan sampai kami berada di dalam pesawat
Di dalam pesawat, Alex berubah kepadaku. Dia semakin cuek dan dingin, bahkan melirikku saja tidak sama sekali
__ADS_1
"Kenapa memandangku seperti itu?" protes Alex
"Tidak ... aku hanya menatapmu saja, ada masalah apa?" tanyaku lembut
"Bukan urusanmu" ucap Alex dengan nada tinggi
"Kamu kenapa sih?"
"Tidak ada!!" teriak Alex dan aku langsung mengatur nafasku karena kaget dan kemudian diam
Selama perjalananpun kami berdua hanya diam tanpa kata, kenapa tiba - tiba dia galak seperti itu?, apakah dia tahu ranking dia sebenarnya sehingga memarahiku?, aku tidak tau.
"Kenapa kamu galak sih?" tanyaku lirih
"Tidak ada"
"Oh baiklah" gumamku
"Nanti ada seseorang yang akan aku kenalkan keoadamu"
"Siapa?"
"Seorang perempuan"
"Lalu, apa hubungannya denganku?"
"Kau akan tahu nanti" gumam Alex sambil berdiri dari tempat duduk
"Pesawat udah mendarat, jadi turunlah" bentak Alex
"Please bisa gak kalau kamu tidak bentak - bentak kayak gitu" ucapku memohon tapi Alex tidak memperdulikan perkataanku dan berjalan menuju ke arah mobil yang sudah menunggu kedatangan kami. Tanpa berkata apapun Alex masuk ke dalam mobil dan aku hanya mengikuti kemana Alex pergi, ini hanya permainan you know. Aku juga tidak tahu kenapa Hasasi mengajakku permainan yang seperti anak kecil ini kalau emang dia serius sama aku kenapa tidak langsung aja mengajakku pulang saja.
Setiap perjalanan, aku hanya terdiam tanpa kata. Aku malas kalau tidak di pedulikan seperti itu di hatiku juga menjadi tidak yakin Alex benar - benar serius sama aku. Kalau bukan karena Hasasi, aku tidak mungkin mau seperti ini.
Perjalanan demi perjalanan kita lalui tanpa suara sampai akhirnya kami sampai di sebuah rumah mewah yang berada di pusat kota Inggris dan aku tidak tahu ini rumah siapa.
"Ini rumah siapa?" tanyaku sambil menatap Alex
"Rumahku" ucap Alex cuek dan berjalan dulu menuju rumahnya. Saat sampai di depan rumah, pintu rumah yang mewah itu terbuka dan berdiri seorang wanita muda dan cantik sedang memakai baju sexy menyambut kedatangan kami
"Selamat datang di rumah Baby" ucap wanita muda itu dengan senang
"Hay Baby, kamu gak kangen aku?" tanya Alex manja
"Iyuuuhhh" gumamku lirih, menjijikan banget, ternyata sebegitu alaynya itu orang... tapi tunggu ... kenapa mereka berkata... BABY??
"Aku kangen banget tau Baby" gumam wanita itu dengan manja
"Uunncchhh gitu ya"
"Mmm siapa wanita kampung ini *Baby?"
__ADS_1
What... wanita kampung... Hellow, aku bukan wanita kampung keleuz, ngeselin banget dah ini mulutnya... tapi... tunggu... bukannya wanita itu yang mengejek aku di pesta pernikahan Hasasi kemarin ya*?
"Oh .. dia bukan orang penting, dia cuma sekretaris biasa" ucap Alex sambil memeluk wanita muda itu
What? cuma sekretaris biasa?... maksud Loe?
"Tap...pi?.." gumamku
Eeh tunggu aku paham maksudnya kenapa aku disuruh memainkan permainan ini oleh Hasasi, aku cuma jadi pelampiasan doang ya... bagus untung Hansol dan Hasasi memberitahuku semuanya jadi buat apa cemburu aku kan gak punya rasa sama Alex, kerjain aja ah ini bocah
"Mmm... eh.. iya aku cuma sekretaris biasa dia, itu... GAK PENTING, apa lagi aku sudah tidur sekamar sama Alex " ucapku dingin dan sedikit melebih - lebihkan perkataan
"Ihh sombong kali, siapa yang mengizinkan kamu tidur sekamar dengan calon suamiku" protes wanita itu dengan keras
"Heeh... buat apa meminta izin, aku kan... istrinya... "
"Atas dasar apa kamu berkata seperti itu?" protes wanita itu lagi dan dengan semangat aku memanas - manasi wanita itu
"Nih... liat ini, ini adalah cincin pertunanganku dengan Alex... kalau gak percaya liat di jari tangan Alex" ucapku sombong sambil mengangkat tanganku lalu wanita itu memandang tangan Alex yang terdapat cincin di tangannya
"Apa - apaan ini Baby?, tega banget kamu seperti ini kepadaku!!!" teriak wanita itu dan pergi meninggalkan kami
"Wan... wanda tunggu!!" teriak Alex berusaha mengejar wanita itu
"Kenapa pula kamu mengejarnya, kan kamu suamiku" gumamku
"Kamu ini apa - apaan berkata seperti itu di depannya?" protes Alex dengan marah
"Hey... aku mengatakan yang sebenarnya... lagi pula perjanjian bisnis ada di tanganku" gumamku sombong dan Alex tidak memperdulikanku lalu pergi mengejar wanita itu..
Heeh... berhasil, enak juga ya menginjak - injak harga diri orang speerti orang - orang yang sering menginjak - injak harga diriku seperti itu
Setelah Alex dan wanita itu pergi, Aku membuka handphoneku dan mengirimi Hasasi sebuah pesan
*Jadi begitu ya, kamu menyuruhku untuk melakukan permainan anak kecil ini, aku paham sekarang.
Fifiyan
Ya kamu sudah tahu kan, ada alasannya... suatu hari aku akan memberitahukanmu, kamu akam ke Jepang kan. Cari wasiat ayahmu yang lain di rumah lalu temui aku
Hasasi
Ahhh kamu sungguh merepotkan tau
Fifiyan
Udah jangan protes, aku ada dendam sendiri dengan keluarga GUAN jadi mau bagaimanapun kamu membantuku... semoga enjoy dalam permainan ^_^
Hasasi*
"Dasar si rubah licik" gumamku lirih dan memasukkan handphoneku ke dalam tas kembali
__ADS_1
Ya walaupun termasuk jahat tapi ya gak apa - apalah belajar berkuasa, apalagi aku Nyonya Guan (cuma permainan, apalagi aku tidak tahu aku akan jadi Nyonya Stun atau tidak aku tidak tahu) tapi yang terpenting aku bisa menjadikannya wanita itu dan juga Alex budakku pasti permainan ini pasti bakal seru.