
Kruuccuukkk
Tiba - tiba perutku berbunyi dengan keras, aku membuka mataku dan terduduk di pinggir tempat tidur sambil memegang perutku
"Aduuh laparnya padahal masih sore" gumamku berjalan menuju ke kulkas dan mencari makanan yang bisa aku makan
"Ada makanan berat juga ternyata" gumamku mengambil makanan nasi goreng beku dan memasukkannya kedalam microwave yang berada di sebelah kulkas persis
"Mmm Hasasi di buatkan sekalian atau enggak ya? Hmmm dibuatkan sekalian aja deh" gumamku mengambil sekotak nasi goreng beku
Tiiingg
Tiba - tiba terdengar suara microwave keras yang menandakan kalau nasi goreng beku milikku sudah matang. Setelah mengeluarkan makananku aku langsung memasukkan makanan milik Hasasi ke dalam microwave kemudian aku kembali membuka kulkas
"Hmmm baiklah, sekarang tinggal minumannya. Apa ya enaknya? Ini aja deh" gumamku mengambil sekotak jus instan dan menaruhnya di sebelah makananku
Tiiinngg
Microwave berbunyi kembali dan aku segera mengambil makanan Hasasi dan meletakkan di meja makan beserta gelas di sebelahnya. Setelah semua selesai, aku langsung duduk di kursiku dan mengambil satu sendok nasi goreng.
"Aku kembali" ucap Hasasi membuka pintu dan aku menaruh kembali makanan ditanganku ke atas piring
"Cepet banget kamu udah kembali" gumamku
"Ya kan aku udah bilang cuma sebentar doang, kamu makan apa itu?"
"Mmm rencananya sih makan nasi goreng ini. Baru aja mau memakannya kamu balik ke kamar ya aku gak jadi makan" gumamku
"Ya lanjutlah makan, kenapa berhenti makan?"
"Kan gak enak tahu makan sendiri kamunya ada, mending makan bareng - bareng"
"Baiklah" gumam Hasasi mencuci tangannya dan duduk di depanku
"Seaat makan" gumamku kembali melahap makananku dan Hasasi juga memakan makanannya dengan lahap
"Jadi kamu habis rapat apa?"
"Ya, rapat biasalah"
"Dengan siapa?"
"Dengan ketua mafia, Leo, sama Hansol"
"Emang bahas apa?"
"Rahasia"
"Iihh kok rahasia sih, kan aku penasaran"
"Udah jangan pikirkan" gumam Hasasi
"Baiklah" desahku menghabiskan seluruh makanan yang ada di piringku tanpa sisa
"Oh ya Hasasi, aku lupa tidak membawa gaun"
"Tenang aja aku udah menyiapkannya" gumam Hasasi santai sambil memakan makanannya
"Tapi kan kamu sering banget nyiapin aku Hasasu, udah berapa potong gaun yang kamu berikan buatku"
"Ya tidak apa - apa yang penting kan kamu pakai"
"Kalau tidak aku pakai bagaimana?"
"Tenang saja, ada yang mau makek kok"
__ADS_1
"Serius? Siapa orangnya?"
"Ya banyak kok, sebagian gaun yang tidak kamu pakai atau tertinggal di suatu tempat itu sudah aku lelang"
"Seriusan? Siapa yang membawanya ke tempat lelang, kan kamu selalu bersamaku?"
"Ya kan bawahanku yang melelangnya"
"Oh begitu ya? Emang laku?"
"Laku lah, harganya malah lebih malah dari harga aslinya"
"Oh ya? Wah hebat bisa kayak gitu ya" gumamku tidak percaya
"Ya orang penting sih apa yang enggak bisa"
"Hmmmiya juga sih, aku percaya itu" desahku beranjak dari tempat duduk untuk mencuci piring dan gelasku di wastafel
"Jadi jangan khawatirkan masalah itu" gumam Hasasi meletakkan sendok dan garpunya di atas piringnya
"Tidak, aku tidak mengkhawatirkan itu"
"Lalu kamu mengkhawatirkan apa?"
"Aku mengkhawatirkan ... kalau aku kehilangan kamu" gumamku mengambil piring dan gelas Hasasi lalu mencucinya
"Jangan khawatir, aku tidak akan kemana - mana kok" ucap Hasasi memelukku dari belakang
"Iya - iya Hasasi aku percaya padamu"
"Kamu tumben masih sore udah makan aja"
"Ya namanya juga laper kan kita belum makan tadi pas berangkat kemari, apalagi kan sekarang pukul 5 sore"
"Oh ya lupa, maaf sayang"
"Fifiyan aku ada tugas buatmu"
"Tugas apa?" tanyaku bingung
"Kan kamu masih sekretaris pribadiku, nih... setumpuk laporan buau. Kerjain ya" ucap Hasasi memberiku setumpuk laporan yang sangat tebal
"Te... tebal banget, ini berapa tahun kamu tidak mengerjakannya?"
"Yaaa.... setahunan lah lebih lah, periksa semuanya ya biar aku tinggal tanda tangan hehehe" ucap Hasasi cengengesan
"Hmmm untuk sayang" desahku mengambil bolpoint di dalam tasku dan mulai memeriksa seluruh laporan itu
"Jangan sampai salah ya" gumam Hasasi berjalan menuju ke pintu kamar
"Kamu mau kemana?"
"Tidak kemana - mana, aku hanya mengenci pintu saja" gumam Hasasi menempelkan kunci akses dan pintupun tertutup rapat secara otomatis
"Kenapa kamu kunci?"
"Tidak kenapa - napa, aku hanya ingin kamu bisa fokus mengerjakan tugasmu dan aku bisa menemanimu disini" gumam Hasasi duduk di sebelahku
"Hmmm terserah kamu aja" desahku sambil terus mengerjakan tugasku
"Ya beginilah enaknya kalau punya sekretaris pribadi itu istri sendiri" gumam Hasasi senang
"Hmmm dasar ya kamu Hasasi, jadi dulu kamu menyuruhku menjadi sekretaris pribadimu karena apa?"
"Ya ada alasanya kok"
__ADS_1
"Apa alasannya?" tanyaku penasaran
"Alasan sederhanannya, agar kamu bisa terus bersamaku dimanapun dan kapanpun" ucap Hasasi sambil mematapku
"Cuma itu aja?"
"Ya cuma itu aja sih"
"Jadi kenapa kamu ingin aju terus bersamamu dimanapun dan kapanpun?"
"Karena kamu calon istriku jadi aku lalukan itu agar kamu tidak diambil orang lain"
"Hmm " desahku
"Emangnya kenapa?"
"Tidak ada..." gumamku
"Aku hanya penasaran aja sih" desahku
"Ya sejujurnya Fifiyan, apapun yang aku lakukan dulu itu hanya agar kamu terus bersamaku dan kamu terus berada di sisiku"
"Emang segitunya berarti aku buatmu ya Hasasi" gumamku
"Ya, kamu sangat berarti buatku bahkan perkumpulanku dan perusahaanku tidak berarti sama sekali"
"Hmmm Hasasi, aku hanya manusia biasa dari orang biasa dan tidak seperti kamu seorang yang ditakuti oleh seluruh orang" gumamku
"Ya aku tidak peduli akan hal itu, aku akan terus bersamamu sampai akhir hayatku"
"Ya semoga aja Hasasi, aku berharap sama denganmu" gumamku tersenyum
"Kamu aku ajak mengobrol dari tadi apa tidak mengganggu konsentrasimu?"
"Tidak masalah, aku biasa aja kok" gumamku
"Oh bagiklah, aku ingin rebahan sih tapi males"
"Kenapa males?"
"Ya, aku takut kebablasan tidur sampai pagi"
"Kamu ketiduranpun tidak masalah Hasasi, aku juga tidak akan marah"
"Ya jangan lah, kan aku mengajakmu kemari untuk bersenang - senang denganku"
"Ya kan kamu juga pasti capek Hasasi belum istirahat sama sekali setelah sampai"
"Ini kan aku udah istirahat ditemani istri tercinta"
"Kan aku cuma menemanimu duduk aja Hasasi" gumamku
"Ya tidak masalah sih, meskipun begitu aku masih tetap merasa energiku pulih kembali"
"Oh ya kok bisa?"
"Ya kan kamu adalah sumber kehidupanku"
"Kamu juga sumber kehidupanku Hasasi" gumamku menutup bolpointku
"Baiklah, ini sudah aku kerjakan semuanya" gumamku menyerahkan kembali setumpuk laporan kepada Hasasi
"Udah selesai? Serius? Cepet banget??" gumam Hasasi kaget
"Ya ini sih masalah gampang menurutku dan aku juga udah dulu aku udah terbiasa dengan setumpuk laporanmu yang beratus lembar. baiklah aku mandi dulu ya, kan ada pesta malam ini" gumamku mengikat rambutku dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi
__ADS_1
"Baiklah, jangan lama - lama loh aku juga mau mandi"
"Ya aku gak akan lama kok" gumamku menutup pintu kamar mandi