Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 141 : Berdiskusi Dengan Keluarga Stun


__ADS_3

Aku dan Hasasi berjalan menuju kembali ke rumah orang tua Hasasi untuk bertemu dengan Tuan Stun. Aku sebenarnya masih belum paham dengan apa yang telah terjadi. Aku gak mau ikut campur tapi aku sangat penasaran.


"Mmm Hasasi"


"Iya sayang"


"Ada masalah apa tentang Lisa?"


"Tidak ada masalah"


"Jadi?... apa yang akan di omongkan ayahmu tentang Lisa?"


"Ya mungkin masalah pernikahan Lisa"


"Lisa akan menikah?"


"Iya..."


"Dengan siapa?... dengan laki- laki kemarin?"


"Bukan?"


"Lalu dengan siapa?"


"Dengan Min Xiying"


"Putra mahkota itu?" tanyaku kaget


"Ya..."


"Seriusan?"


"Ya seriusan"


"Sejak kapan mereka bertemu?"


"Mereka belum pernah bertemu"


"Jadi?"


"Raja Min menjodohkan putra mahkota dengan Lisa karena perjanjianku dengannya"


"Perjanjian apa?"


"Ya perjanjian kalau aku dan Hansol bisa menyelesaikan misi yang diminta raja imbalannya adalah putra mahkota menikah dengan Lisa"


"Kenapa kamu lakukan itu?"


"Karena... biar putra mahkota tidak mengejarmu lagi"


"YaTuhan... cuma masalah itu?" gumamku kaget


"Ya... emang karena masalah putra mahkota menyukaimu... dan terlalu banyak laki - laki yang menyukaimu tahu" gumam Hasasi kesal


"Ya kan itu bukan salah aku..."


"Kamu kok bisa memikat hati laki - laki kenapa sih!!"


"Ya mana aku tahu" gumamku


"Hmmm... kamu pakai jurus pemikat?"


"Tidak lah... buat apa aku memakai seperti itu"


"Ya mana tau"


"Enggak lah!!!" protesku


"Ya... ya aku percaya" gumam Hasasi membuka pintu rumah dan kami berdua menaiki tangga menuju ke ruangan Tuan Stun yang berada di lantai atas. Saat kami sampai di lantai atas kami di sambut oleh pengurus rumah tangga keluarga Stun


"Tuan muda ... nyonya muda, tuan sudah menunggu di dalam" ucap pengurus rumah tangga itu dan membukakan pintu untuk kami berdua


Saat pintu terbuka terlihat Tuan Stun dan Nyonya Stun dusuk di sofa dan kami berdua masuk ke dalam ruangannya


"Jadi.. apa yang ingin ayah bicarakan?" gumam Hasasi membuka pembicaraan


"Duduklah dulu" gumam Tuan Stun dan kami berdua duduk di depan orang tua Hasasi


"Jadi ayah dan ibu bertanya masalah perjodohan yang kamu lakukan untuk adikmu"


"Ayah dan ibu malah nanyain itu bukannya nanyain pernikahanku" gumam Hasasi


"Ya kan mau gak mau kamu udah punya pasangan sedangkan adikmu belum"

__ADS_1


"Dia kan masih kecil" protes Hasasi


"Meskipun masih kecil kamu juga yang menjodohkannya"


"Ya kan untuk nanti, kalau aku udah menikah dengan Fifiyan"


"Ya itu menurutmu, tapi raja Min mau datang melamar Lisa dan pengen segera menikahkan anaknya "


"Emang kapan raja kemari?"


"Dua hari lagi"


"Ya baguslah"


"Baguslah apanya... kamu aja belum nikah, kamu mau di duluin adikmu"


"Tidak apa - apa, asalkan Lisa senang"


"Emang kamu gak malu?"


"Malu buat apa?"


"Malu... kamu tertinggal oleh adikmu"


"Tidak masalah"


"Hmmm kamu ini selalu keras kepala" desah Nyonya Stun meminum teh di tangannya


"Ya kan kalau mu cepat nikah tinggal nikah aja apa repotnya"


"Masalahnya Lisa mau tidak nikah dengan putra mahkota?"


"Tidak tahu"


"Kamu belum tanya?"


"Belumm..."


"Kamu tanyain dulu sama adikmu"


"Ya ntar kalau bertemu dia"


"Dia sedang perjalanan kemari, nanti kamu berbicara empat mata dengannya" gumam Tuan Stun


"Ya itu bisa di atur"


"Belum... cuma aku dan Fifyan yang udah pernah berjumpa"


"Kalau putra mahkota tidak bersedia bagaimana?" tanya Nyonya Stun khawatir


"Ya namanya perjodohan ... mau gak mau kan, aku juga sama... dulu apa tau tentang Fifiyan dan apa mau dengan Fifiyan dan akhirnya aku sekarang jatuh hati kepada Fifiyan" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Ya kan ceritanya lain Hasasi"


"Tidak itu sama saja, apapun yang terjadi namanya juga perjodohan pasti ada penolakan di awal" protes Hasasi


"Hmmm ya itu terserah kamu Hasasi... masalah Lisa... ayah dan ibu menyerahkan sepenuhnya kepadamu"


"Ya tenang aja ... ayah dan ibu jangan khawatir"


"Hmmm baiklah ..." desah Tuan Stun mengalah


"Kamu tahu sendirikan Fifiyan... Hasasi itu orangnya keras kepala, kalau kamu bisa.meluluhkan hati Hasasi yang batu ini kamu udah hebat banget" gumam Nyonya Stun dan aku hanya tersenyum ramah


"Ya namanya jodoh mah gak kemana mi" guamma Tuan Stun geleng - geleng kepala


"Baik... baik... gak ada topik lagi apa yang membicarakan tentang aku" protes Hasasi


"Tidak ada" jawab Tuan dan Nyonya Stun serempak


"Huuh dasar ayah dan ibu seperti itu" protes Hasasi


"Oh ya Hasasi... kamu yakin bisa meyakinkan Lisa?" tanya Tuan Stun meyakinkan perkataan Hasasi


"Ya... itu bisa di atur"


"Oh ya ...laki - laki yang dulu itu tidak jadi sama Lisa?"


"Tidak"


"Kok bisa tidak?"


"Karena dia membatalkannya?"

__ADS_1


"Apa alasannya?"


"Alasannya seperti aku"


"Seperti kamu gimana?"


"Ya ... dia ketemu dengan jodoh bisnisnya jadi mau gak mau kan? harus terpaksa melepaskan... ya sama denganku" gumam Hasasi meminum minumannya


"Oohh... jadi kamu terpaksa ya!!" protesku


"Hayoo... calonnya marah" goda Nyonya Stun sambil tertawa


"Enggak bukan gitu, aahhh ibu selalu manas - manasin!!" protes Hasasi dan Nyonya Stun hanya tertawa senang


"Hmmm kalian berdua selalu berantem... gak ibu gak anak sama aja" gumam Tuan Stun sambil menggeleng gelengkan kepala dan aku hanya tersenyum melihat tingkah kekanak - kanakan ibu dan anak itu


"Oh ya Hasasi... kamu rencana kapan akan menikah?" tanya Tuan Stun serius


"Nanti liat situasi kondisinya"


"Situasi kondisi apa?"


"Ya... aku harus menyelesaikan satu urusanku habis itu memikirkan kapan aku harus menikah" gumam Hasasi


"Urusan apa lagi?... urusan mulu, ntar Fifiyan diambil laki - laki lain kamu nangis setiap malam" ejek Nyonya Stun


"Enggak ya... ibu selalu kayak gitu!!" protes Hasasi


"Ya itu kan faktanya kan... hahaha" tawa Nyonya Stun yang membuatku ikut tertawa


"Iya sih... tapi aku beneran harus mengurusi satu hal dulu"


"Masalah alex?" tanya Tuan Stun


"Iya... aku harus mengurusi itu"


"Nikah aja dulu habis itu mengurusin itu"


"Gak ahh... aku pengen pernikahanku khidmat... mana tahu nanti enak - enak prosesi nikah tiba - tiba Alex menembaki tamu - tamuku... kan gak lucu" gumam Hasasi


"Hmmm... emang kejadian itu akan berlangsung kapan?"


"Belum tahu..."


"Kok bisa belum tahu?"


"Karena menurut informasi dia akan menyerang mendadak"


"Kamu kata siapa?"


"Kata mata - mataku"


"Oh... hmmm ya emang udah selesai semua persiapanmu?" tanya Tuan Stun


"Udah yah... tenang aja"


"Ya ayah dan ibu sih pengennya kalian segera menikah biar kami bisa menggendong cucu"


"Ya semoga saja yah" gumam Hasasi meminum minumannya


"Oh ya Fifiyan... besok temani ibuk ke mall ya!!" pinta Nyonya Stun menatapku


"Baik ibu"


"Aku ikut dong" gumam Tuan Stun


"Boleh... kamu dan Hasasi ikut juga"


"Kenapa aku juga ikut?" protes Hasasi


"Ya Harus ikut lah"


"Tapi aku gak suka..."


"Nanti kalau Fifiiyan dilirik laki - laki lain gimana kamu mau"


"Ya udah biar dia gak usah ikut"


"Kamu mau ibu belanja sendiri!!"


"Hmmm.... baik- baik aku ikut" gumam Hasasi mengalah


"Nah gitu dong"

__ADS_1


"Iya - iya ibuku yang cantik" desah Hasasi dan Nyonya Stun hanya tertawa geli


Aku yang dari tadi diam dan hanya beebicara beberapa katapun masih belum mengerti apa yang mereka bicarakan bahkan topik yang mereka bicarakan terus berubah - ubah membuatku bingung mau berkata apa selain mendengarkan dan menjawab bila di tanya. Tapi keluarga Stun ini membuatku sangat nyaman berada di tengah - tengah keluarga Stun dan hal itu membuatku terasa mempunyai keluarga baru


__ADS_2