Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 63 : Kesedihan


__ADS_3

Kami berempat memakan makanan dengan sangat lahap, apalagi aku sendiri belum makan dari tadi. makanan ini walaupun mahal emang rasanya juga enak banget gak salah para pejabat tinggi tidak masalah jika harus mengeluarkan uang untuk makanan yang mahal ini


"Baiklah Michel, kita berdua sudah selesai ... kita berdua mau balik ke kamar apalagi udah hampir tengah malam juga kasihan wanitaku" ucap Hasasi sambil menunjuk ke jam tangannya


"Baiklah ... terimakasih Hasasi ... selamat malam ... semoga mimpi kalian hari ini indah" ucap Michel dengan senang


Aku dan Hasasi segera bergegas menuju kamar, selama perjalanan menuju kamar Hasasi terus memegang tanganku erat, sebenarnya sih biasa saja tapi genggaman tangan ini lebih erat dari yang biasanya


"Hasasi ..."


"Iya sayang"


"Tumben tanganmu megang tanganku erat banget malam ini"


"Ya ada sesuatu hal yang aku pikirkan"


"Apa itu Hasasi?"


"Nanti saja aku cerita ... udah malam waktunya kamu tidur" ucap Hasasi membuka pintu kamar


"Cerita dulu" protesku


"Kapan - kapan saja ... kamu ganti baju aja dulu" ucap Hasasi memasuki kamar mandi, lalu akupun ganti baju menggunakan baju tidur dan keluar dari ruang ganti dan berbaring di tempat tidur


"Hasasi ayolah cerita" rengekku di depan Hasasi yang sedang keluar dari kamar mandi


"udah kamu tidur ya ... selamat tidur sayang" ucap Hasasi mengecup keningku


"Hmmm dasar pelit" gumamku dan menutup mataku


Aku sebenarnya tidak bisa tidur karena masih penasaran dengan apa yang diucapkan Michel dan juga apa yang dipikirkan oleh Hasasi, akupun membuka mata dan mencari dimana Hasasi berada, saat aku melihat di sekeliling ruangan, aku melihat ke luar jendela ternyata Hasasi sedang duduk di luar kamar, karena melihat Hasasi berada di luar kamar akupun berjalan menemuinya


"Hasasi .." sapaku


"Kamu tidak tidur sayang?" tanya Hasasi kaget


"Aku tidak bisa tidur" ucapku dan duduk di kursi depan Hasasi


"Kenapa tidak bisa tidur sayang?"


"Aku mengkhawatirkanmu"


"Kan aku tidak perang kenapa mengkhawatirkanku" ejek Hasasi


"Bukan gitu sayang ... yang pertama Apa yang kamu butuhkan sampai - sampai Michel tau ang kamu butuhkan dan yang kedua apa yang kamu pikirkan?"


"Hmmm ... harus dijawab nih?"


"Iya lah ... harus ..." protesku


"Baiklah ... pertanyaan pertama ... sesuatu yang ku butuhkan ya ... mmm besok kamu akan tau"


"Kasih tau sekarang Hasasi" protesku

__ADS_1


"Besok kamu bakal tau sayang"


"Emang itu barang atau dalam sesuatu dalam bentuk apa?"


"Besok kamu akan tau ... ini kan supprise"


"Supprise buat siapa?"


"Buatmu lah buat siapa lagi"


"Hmm baik - baik, kalau maslaah supprise emang gak bisa di lawan ..." gumamku


"Kalau pertanyaan ke dua ?" tanyaku


"Mmm aku kepikiran sesuatu"


"Apa itu?"


"Yang pertama strategi buat balas dendam Sandy Liang, ke dua apa yang aku butuhkan buat membalaskan dendam itu ... dan yang terakhir ... aku keingat perkataan Michel tadi" ucap Hasasi


"Perkataan yang mana?"


"Yang itu ... jika hal yang terjadi oleh adik kandungnya Sandy terjadi kepadamu itu"


"Mmmm ya kan aku sampai sekarang baik - baik saja Hasasi"


"Kamu tidak ingat dulu kamu mengalami hal yang hampir menantang maut tau" protes Hasasi


"Mmmm ya kan itu masa lalu Hasasi, jangan khawatir"


"Tapi kan aku punya kamu Hasasi yang selalu menolongku selalu ada di sampingku jadi aku juga tidak takut" ucapku meyakinkan Hasasi


"Hmmm ... kalau seandainya aku mati dulu apakah kamu akan sedih" tanya Hasasi


"Kenapa kamu ngomong seperti itu Hasasi?"


"Karena ... entah nanti apakah aku akan kalah dan mati tidak tenang karena masih punya kamu ataukah aku akan menang saat melawan perkumpulan Liang itu..."


"Tapi kan kamu punya sekutu perkumpulan yang lain Hasasi"


"Iya ... tapi aku tidak bisa jamin juga" ucap Hasasi sambil berjalan menuju pagar Gazibu


"Kenapa tadi kamu menyetujuinya?" protesku


"Kan itu juga persetujuanmu juga"


"Kalau gitu batalkan Hasasi" protesku


"Tidak bisa ... perkataan laki - laki tidak bisa di tarik kembali dan laki - laki tidak boleh mundur karena ketakutan"


"Hmmm kalau gitu ... aku juga ikut biar bisa melindungimu"


"Tidak ... tidak boleh" bentak Hasasi

__ADS_1


"Kenapa? ... aku rela mati demi melindungmu" ucapku dengan lantang


"Tidak ... tidak aku ijinkan" bentak Hasasi


"Kenapa tidak boleh?" rengekku dan Hasasi berjalan mengarahku


"Tidak boleh sayang ... apapun yang terjadi kamu harus tetap hidup ... aku tidak masalah jika suatu hari aku mati tertembak tapi kamu harus selalu berada di sisiku sampai aku dimakamkan" ucap Hasasi dengan mata berkaca - kaca memandangku dalam


"Tidak boleh Hasasi ... aku tidak mau kehilanganmu" rengekku dan aku tanpa sadar mengeluarkan air mataku


"Tidak apa sayang ... jangan sedih seperti itu ... aku akan berusaha agar tidak mati dengan cepat" ucap Hasasi meyakinkanku dan tangannya mengusap air mataku


"Tidak boleh Hasasi ... kamu tidak boleh ikut ... kamu tidak boleh mati" rengekku dan terus menangis dengan keras


"Udah sayang ... jangan menangis terus ... aku akan selalu di sampingmu kok, aku tidak akan mati kok tenang saja" ucap Haasi dan terus menyakinkanku


"Janji ya Hasasi" ucapku dan menaikkan jari kelingkingku


"Iya aku janji sayang" ucap Hasasi dan mengaitkan jarinya ke jariku


"Aku pegang janjimu Hasasi ... kalau kamu mati aku juga akan ikut mati bersamamu" ucapku tegas


"Tidak boleh ... kamu harus tetap hidup" protes Hasasi


"Enggak mau ... buat apa aku hidup tapi aku mengalami kesendirian kembali" ucapku sedih


"Hmmm pokok kamu harus tetap hidup sayang ... kalau kamu mati juga aku tidak akan mati dengan tenang"


"Tidak mau ... aku juga ikut mati bersamamu" protesku


"Hmmm ya sudahlah ... ayo tidur sayang ... sudah malam besok kita juga harus pergi" ucap Hasasi mengajakku ke dalam kamar tidur dan akupun berbaring di tempat tidur


"Hasasi ... aku tidak mau kehilanganmu" ucapku saat aku melihat Hasasi dari bawah


"Iya sayang ... aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Hasasi dan terus mengelus rambutku


"Hasasi .."


"Iya sayang ..."


"Kamu tidak tidur?"


"Kamu tidur aja dulu sayang?"


"Gak mau... kamu harus tidur bersamaku" protesku


"Hmmm baiklah " ucap Hasasi dan berbaring di sebelahku


"Hasasi"


"Iya sayang ..."


"Jangan mati ya sayang ... kamu harus terus hidup apapun yang terjadi" rengekku sambil memejamkan mata

__ADS_1


"Iya sayang... udah tidur ya sayang" ucap Hasasi dengan lembut


Jujur aku sedih mendengar perkataan Hasasi, pertama kali Hasasi berbicara seperti itu seperti sedang mengisyaratkan sesuatu, dalam hatiku yang terdalam menolak, tidak terima kalau Hasasi harus mati apalagi karena keputusanku juga membuat Hasasi harus membalaskan dendam Michel kepada Sandy. Apapun yang terjadi, aku tidak akan menerimanya jika suatu saat Hasasi mati tertembak, aku akan balaskan dendamku itu.


__ADS_2