Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 11 : Rencana Awal


__ADS_3

Semenjak kejadian malam itu, Hasasi yang awalnya dingin seperti es sekarang lebih suka manja dan selalu ingin di dekatku. Kegiatanku juga menjadi bertambah karena setelah aku menjadi kurus dan cantik, Hasasi mulai tidak menyuruhku olahraga ekstrem seperti sebelumnya, namun pola makanku tetap diatur jadi biasanya aku suka ngemil makanan ringan sekarang tidak bisa lagi. Selama tidak ada latihan, aku setiap hari membantu para pembantu mengurusi dapur, menemani Lisa bermain dan berbelanja, dan juga menjadi sekretaris dadakan Hasasi.


Pagi ini aku masih bertahan memandangi laptop untuk mengerjakan tugasnya, sedangkan dia sendiri tidur nyenyak di sampingku.


“Ahh ... akhirnya sudah selesai” ucapku senang


Akupun mematikan laptop dan keluar menuju dapur dengan hati – hati agar tidak membangunkan Hasasi.


“Emilia, sarapan sudah siap? ... mau aku bantu” ucapku


“Sudah nona, tinggal dikit lagi kok nona”


“Mana aku bantu”


“Tidak perlu nona, nona kan habis melembur tugas tuan, jadi nona istirahat saja ... di atas meja makan itu sarapan nona dan tuan” ucap Emilia


“Oh baiklah aku antar ke Hasasi dulu ya Emilia”


“Baik nona”


Akupun membawakan sarapan Hasasi sebuah susu sapi hangat dengan roti panggang isi daging sapi kesukaan Hasasi. Saat aku sampai di ruang kerjanya, aku masih melihat dia masih tertidur pulas dan aku membangunkannya


“Morning tukang tidur, ayo sarapan” teriakku dengan lembut


“Hoaam ... bentar lagi”ucap Hasasi dan dia tidur lagi


“Cepat bangun ... nanti aku hapus loh file tugas yang aku bikin tadi” ancamku


“Ehh ... jangan ... iya – iya aku bangun... Hooaaam” ucapnya dengan menguap terus menerus


“Ini sarapanmu tuan muda” ucapku sambil menyerahkan susu hangat untuknya


“Terimakasih .... kamu gak tidur tadi?” tanyanya


“Enggak ... baru aja selesai ... terus ambil sarapanmu” jelasku


“Kenapa gak tidur?”


“Tugasmu kali ini banyak bos dan hari ini anda rapat bos, bagaimana aku bisa tidur ...” jelasku


“Lain kali kamu harus tidur” ucap Hasasi dan pipiku di cubit dengan tangannya yang halus


“Aauu ... iya – iya bos”


Aku melihat Hasasi makan dengan lahap seperti orang yang tidak makan selama sebulan, setelah Hasasi selesai makan aku akan mencuci piring dan gelas kotor itu ke dapur.


“Aku akan kedapur” ucapku dengan membawa gelas dan piring


“Iya .. habis itu kemari ya .. ada yang aku kasih tahu ke kamu”


“Baiklah” ucapku dan berlalu menuju dapur. Setelah mencuci piring dan gelas Hasasi aku kembali ke dalam ruangannya


“Apa yang akan kamu katakan?” tanyaku


“Setelah aku rapat, kita berangkat ke Paris” ucap Hasasi


“Loh ... kok cepet banget?”


“Ini kan sudah dua bulan, ingat” ucap Hasasi dan aku langsung mengecek kalender


“Oh iya ya aku lupa hehehe”


“Ya udah kamu tidur dulu, aku mau rapat” ucap Hasasi dan diapun berlalu


Karena Hasasi sudah keluar ruangan aku pun rebahan di sofa dan tanpa aku sadari akupun tertidur di

__ADS_1


sofa tersebut.


Entah berapa aku tidur di sofa ruanganya Hasasi sampai aku di bangunkan oleh Hasasi


“Fifiyan bangun, kenapa kamu tidur disini bukannya tidur di kamarmu?” tanya Hasasi


“Ehh ... kamu udah pulang?” tanyaku


“Ya ... udah cepat ayo ke Paris”


“Se ... sekarang”


“Taun depan... ya sekaranglah” ucap Hasasi kesal


“Aku belum mandi”


“Ya udah mandi sana”


“Ya udah aku ke kamar dulu”


“Gak usah mandi di kamar mandi sini aja biar cepet” protes Hasasi


Akupun langsung mandi dengan cepat – cepat dan aku lupa kalau aku tidak ada baju ganti, baju gantiku ada di kamar


“Bajumu ada di luar, cepatlah” teriak Hasasi


“Iya – iya udah selesai ini” ucapku dan langsung berpakaian dan bergegas menemui Hasasi


“Ayo, acaranya kurang 20 menit lagi” ucap Hasasi


“Segitu pendek waktunya, apa bisa ke sana dengan cepat” protesku


“Ayo ikut aku ke atap” ajaknya, dan tanpa persetujuanku dia menarikku menuju atap


Setahu aku yang selama 1 tahun tinggal di rumah mewah ini aku tidak tahu kalau ada tangga rahasia diruang kerja Hasasi. Hasasi menarikku ke atap melalui jalan rahasia, dimana jalan rahasia tersebut berupa tangga sempit dan di dindingnya terdapat foto – foto keluarga besar Tuan Stun dan ada juga foto masa kecil Hasasi Stun. Setelah melihat foto remaja Hasasi aku berhenti dan melihat dia udah tampan banget putih, imut, dan aura wibawanya sudah ada dari dia kecil.


“Bentar aku mau liat foto ini?” jawabku sambil menunjuk sebuah foto masa kecil Hasasi memakai kemeja putih dan jas berwarna biru dongker.


“Oh.. Itu aku saat umur 15 tahun... Tampan kan?” diapun ketawa


“Ih... PD banget” Jawabku ketus


“Udah nanti aja dibahas... Ayo kita enggak ada waktu” tegasnya dan langsung menarikku.


“Tidak ada waktu kenapa?” tanyaku


“Kita harus menghadiri suatu pertemuan” jawab singkat Hasasi dan tetap menarikku.


Dan setelah sampai atap aku melihat ada sebuah pesawat berwarna hitam yang besar, sepertinya ini pesawat pribadi miliknya.


“I..Ini pesawat?” tanyaku terkaget


“Iya lah, kenapa kaget?... Apa aku harus gendong kamu ke pesawat ”


“Eng...Enggak, aku yang terlalu meremehkan CEO PT.Stun” jawabku


“Udah jangan banyak ngomong ayo masuk “ ketusnya dan lagi – lagi tanganku ditariknya memasuki pesawat itu.


Setelah sampai di dalam pesawat itu. Aku kaget ternyata disini fasilitasnya bisa dibilang mewah, aku kira kalau biasa aja di dalamnya dan ya ternyata aku salah. Didalamnya ada bar kecil yang berisi minuman ringan hingga minuman keras, sofa berwarna krem dan meja bundar kecil berwarna emas. Dia sepertinya suka warna krem yang dipadukan dengan warna emas sehingga menghasilkan warna yang mewah bila dilihat.


“Kenapa kamu mengajak aku masuk?” tanyaku terheran


“Kita akan ke Paris, memulai rencana kita” Jawabnya dengan santai sambil meneguk minuman ringan berwarna orange di gelas genggamannya.


“Buat apa aku ikut?” tanyaku heran

__ADS_1


“Iya aku jelasin sedikit ya... di Paris ada pertemuan para CEO yang ada di seluruh dunia dan diharuskan membawa pasangan ” jawabnya santai


“Emang Lisa tahu kepergian kita?” tanyaku


“Tahu lah... Serumah sudah tahu acara itu kecuali kamu”


“Ihh dasar jahat” omelku... dan kami pun hanya diam selama beberapa menit, karena canggung akhirnya aku bertanya kepada dia


“Oh ya kenapa kamu ngajak aku?”


“Ya mau ngajak siapa lagi...”


“Ya kekasihmu lah”


“Kan udah aku bilang, mantanku saja direbut mantanmu ... dan kamu itu tunanganku” Jawabnya santai. Dan jawabannya bikinku diam tanpa kata. Aku tidak percaya dengan kata - kata dia yang menyebutku tunangan.


Beberapa saat kemudian kami melewati menara eiffel, dan itu pertama kalinya aku bertemu dengan Menara Eiffel, menara yang sangat tinggi dihiasi lampu rumah yang berbentuk kecil kalau di lihat dari dalam pesawat. Dan itu sungguh amazing .


“It’s amazing” kataku tiba – tiba


“Have you seen the Eiffel Tower for the first time?” tanyanya terkejut


“Yes, this is the first time” jawabku sambil memandang Menara Eiffel


“Can we visit it?” tanyaku tiba – tiba tanpa sadar


“Can, now it can ” jawabnya


“Oh... Really?”


“Yeah.. acaranya di puncak Menara Eiffel” jawabnya singkat


Mendengar jawaban Hasasi membuatku senang, akhirnya aku bisa masuk ke dalam Menara Eiffel. Dan beberapa saat kemudian pesawat mendekati Menara Eiffel dan mendarat di bawah Menara Eiffel tersebut dengan sangat lancar. Setelah sampai kamipun turun dan berjalan kedepan pintu masuk ke Menara Eiffel. Tapi setelah masuk lift dan memencet lantai 5, kami keluar dari lift dan kami berada di ruangan yang sangat mewah didalamnya seperti hotel tiba – tiba Hasasi menuju lemari di belah sudut ruangan, lemari itu berwarna putih dengan ukiran Menara Eiffel


“Kamu ganti gaun dulu” perintahnya


“Why?”


“Emang kamu mau memakai pakaian itu, disini ada Kwan Liang dan Sari Lie. Ntar diejek kampungan lagi” ejek Hasasi


“Mereka ada disini kah?” tanyaku kaget


“Iyalah... Kan Kwan liang sekarang jadi CEO. Cepat ganti baju” perintahnya


“Hmmm.. Baik.. Baik” aku pun mengikuti perintahnya dan mendekati lemari itu. Aku membuka pintu lemarinya dan betapa aku terkejut disana terdapat satu gaun berwarna gold  yang sangat indah dengan hiasan renda di bawahnya. Lalu aku mengambil gaun itu dan menuju toilet untuk mengganti bajuku. Setelah mengganti bajuku aku keluar dari toilet menuju ke Hasasi Stun berada


“You are more beautiful than you were” pujinya sambil mendekat


“Begitukah, kamu menggodaku ya?” ejekku sambil menjulurkan lidahku


“No... Sini aku beri hiasan rambut” diapun berdiri di belakangku dan memberikan rambutku hiasan berwarna gold bermotif bunga dengan permata yang indah di tengah kelopak bunga itu.


“Kamu tampak lebih cantik dari pada Sari Lie” pujinya lagi


“Thanks Hasasi... kita disini sampai kapan?”


“3 hari...Oh wait..” kata dia tiba – tiba dan mengeluarkan kotak panjang dan membukanya, isinya ternyata sebuah kalung emas bertulis Love yang sangat indah dengan permata di pinggirannya


“For you...” Jawabnya sambil memakaikan kalung itu di leherku


“Untukku?” tanyaku kaget


“Iya lah ... untuk siapa lagi” protes hasasi


“Thanks” jawabku dengan malu – malu... tak kusangka dia yang berwajah dingin ternyata romantis sekali

__ADS_1


“Let’s go” Jawabnya lalu menarikku kembali setelah memakaikan kalung itu.


Aku tidak tahu pertemuan apa yang akan dilakukan pada malam ini, dan di pertemuan para CEO sedunia ini ada Kwan Liang dan Sari Lie juga. Di dalam hatiku, aku takut... takut mereka merendahkan aku seperti di pesta ulang tahun Kwan Liang dan juga pesta ulang tahun Lisa, apalagi ini pertemuan para pejabat tertinggi perusahaan yang ada di seluruh dunia.


__ADS_2