Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Part II, Episode 14 : Bertemu Dengan Fiyoni


__ADS_3

Setelah mengetahui rencanaku, Hasasi terus mempermasalahkan rencanaku. Setiap menit ataupun di setiap jam Hasasi selalu menanyakan keseriusanku melakukan rencana yang dianggap Hasasi adalah rencana gila.


"Apa kamu serius Fifiyan?" gumam Hasasi menggenggam tanganku.


"Hmmm sayang kamu sudah bertanya berapa kali?"


"Ya aku memastikan saja sayang"


"Tenang saja sayang, aku tidak akan terluka sama sekali." gumamku pelan.


"Tapi Fifiyan!"


"Percaya padaku Hasasi, aku hanya ingin memastikan saja. Jadi jangan khawatir ya suamiku." gumamku menggenggam erat tangan Hasasi, Hasasi menarik nafas dalam-dalam dan mengangguk pelan.


"Hmmm baiklah kalau gitu mari kita pergi sayang." gumam Hasasi menggandeng tanganku masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil Hasasi sibuk dengan handphonennya, terdengar suara Hasasi menelepon Hansol dan Steven dengan wajah yang sangat khawatir.


Setelah lama berkendara akhirnya kami sampai di taman bermain, suasana taman bermain di kota ini lumayan sepi karena hari mulai malam tapi disaat malam hari taman bermain akan kembali ramai.


Aku bersiap untuk bertemu dengan Fiyoni, aku tidak tahu apa yang akan diperbuat Fiyoni saat bertemu denganku tapi yang jelas aku butuh kejelasan dari Fiyoni sendiri. Aku turun dari mobil dan berjalan ke depan area bilalang seperti saat kami kecil dulu, matahari berada di ufuk barat tapi Fiyoni belum muncul ke taman bermain ini. Aku melihat sekelilingku dan melihat bawahan Hasasi termasuk Hansol sendiri sedang menyamar menjadi pengunjung di taman bermain ini.


Tidak lama kemudian, aku merasa ada seorang yang berjalan ke arahku, aku memutar badanku dan melihat Fiyoni yang sedang berdiri di depanku dengan wajah terkejut.


"Fifiyan?" gumam Fiyoni terkejut.


"Lama tidak berjumpa kak Fiyoni." gumamku tersenyum manis.


"Ini beneran kamu Fifiyan?" tanya Fiyoni terkejut.


"Ya, aku Fifiyan kak Fiyoni. Tidak aku sangka aku bertemu denganmu." gumamku kembali menatap matahari terbenam, tiba-tiba Fiyoni memelukku erat yang membuatku terkejut.


"Lama tidak berjumpa denganmu Fifiyan, aku merindukanmu. Tidak aku sangka kamu sudah sebesar ini!" guman Fiyoni mengusap lembut rambutku.


"Ya waktu sudah berlalu lama kak, kak Fiyoni meninggalkanku saat aku masih kelas dua sekolah dasar." gumamku pelan.


"Yaah benar, maaf Fifiyan."


"Maaf untuk apa?"


"Maaf aku meninggalkanmu, aku tidak bermaksud begitu..." gumam Fiyoni pelan.


"Oh ya Lisa sebentar lagi kesini kok kak, tapi dia sedang mengajak anak-anakku bermain..." gumamku mengalihkan pembicaraan.


"Mmm kamu sudah punya anak?" tanya Fiyoni melepaskan pelukannya


"Ya, aku punya anak dua. Kalau kak Fiyoni?"


"Aku... Aku masih belum menikah."


"Bukannya dulu kak Fiyoni dengan seorang wanita ya?"


"Seorang wanita? Tidak, aku tidak dengan siapapun." gumam Fiyoni pelan.

__ADS_1


"Oh ya kak, aku mau main bianglala. Kakak mau menemaniku?" gumamku tersenyum.


"Eee... Mmm baiklah." gumam Fiyoni pelan, aku menarik tangan Fiyoni masuk ke dalam kereta bianglala dan duduk berhadapan.


Selama kami berdua naik Fiyoni hanya terdiam sambil menatap kedua mataku, aku tidak tahu kenapa dia seperti itu tapi aku hanya membuang muka menatap matahari terbenam di depan kami.


"Suasana ini seperti saat kita kecil ya kak Fiyoni." gumamku tersenyum.


"Ya... Benar... Suasana ini selalu mengingatkanku kepadamu Fifiyan."


"Oh benarkah? Ternyata kakak masih menggunakan gelang itu ya?" gumamku menatap gelang yang sama denganku di tangannya Fiyoni.


"Ya kamu juga ya?"


"Ya kan kakakku sendiri yang memberikannya jadi aku harus menjaganya lah." gumamku pelan, Fiyoni terdiam mendengar perkataanku dan hanya menatapku.


"Ngomong-ngomong kak Fiyoni kenapa dulu meninggalkanku?" tanyaku polos.


"Dulu aku marah saat Tuan Liang ingin menjodohkanmu dengan Kwan Liang..."


"Marah?" tanyaku terkejut.


"Ya, aku tidak terima kalau milikku dimiliki orang lain."


"Oh benarkah? Lalu kemana kak Fiyoni pergi?"


"Aku... Aku mengelana dan membangun mafiaku sendiri."


"Aku ingin merebutmu Fifiyan, aku mencintaimu... Aku menganggapmu lebih dari seorang adik!!!" teriak Fiyoni memotong pembicaraanku.


"Aku membunuh seluruh keluarga Liang untuk membawamu tapi ternyata kamu tidak ada di keluarga Liang..."


"...Setelah aku tahu keluarga Stun membantai seluruh keluarga Shinju dan membawamu membuatku sangat kesal Fifiyan!!"


"Aku tidak apa-apa kakak. Kakak jangan khawatir.."


"Tidak Fifiyan, aku tidak mau kamu ditahan mereka!!"


"Aku tidak ditahan kak Fiyoni, aku memang di jodohkan dengan Hasasi oleh orang tuaku. Aku memang mencintai Hasasi..."


"Tidak boleh!!! Kamu milikku Fifiyan!!" teriak Fiyoni kesal.


"Tapi kakak, aku menganggapmu kakak kandungku sendiri!!"


"Aku tidak peduli Fifiyan, aku akan membawamu sesuai janjiku!!"


"Tapi kak aku sudah punya anak!"


"Aku tidak peduli Fifiyan, aku... Aku mencintaimu, aku ingin memilikimu! Hanya kamu yang ku punya selama hidupku bahkan saat ini. Walaupun Lisa mencoba mendekatiku tapi hatiku hanya untukmu Fifiyan. Kamu malaikat kecilku!!" gumam Fiyoni mencium bibirku yang membuatku terkejut.


"Ka...Kak Fiyoni..."


"Itu ciuman pertamaku dan ciuman janjiku kepadamu Fifiyan, aku akan merebutmu dan menikahimu. Aku tidak akan melepasmu walau sejengkal saja..." gumam Fiyoni memberikanku sebuah gelang dengan bentuk yang berbeda.

__ADS_1


"Pakailah malaikat kecilku."


"Pakai?" tanyaku terkejut


"Ya, aku sudah membuatkannya bersusah payah dimasa lalu hanya untukmu."


"Membuatkanku untuk apa?"


"Ya aku hanya ingin memberikanmu saja. Kalau kamu tidak memakainya aku akan sangat sedih"


"Tapi kak Fiyoni..." gumamku bingung, melihatku bingung, Fiyoni mengambil gelang itu dan memakaikannya di tanganku.


"Kalau kamu tidak ingin menganggapku lebih dari seorang kakak tidak masalah Fifiyan, tapi aku akan tetap merebutmu dengan caraku sendiri. Aku benar-benar mencintaimu."


"Kak Fiyoni..." desahku pelan, aku bingung mau berbuat apa setelah melihat Fiyoni serius dengan perkataannya


"Aku akan menantang siapapun yang menghalangiku untuk merebutmu dan aku tidak peduli walaupun itu anakmu sendiri aku akan membunuhnya. Aku akan benar-benar merebutmu Fifiyan..." gumam Fiyoni menciumku kembali.


"Itu ciuman janjiku padamu. Semoga kita bertemu lagi malaikat kecilku." gumam Fiyoni tersenyum manis dan menghilang dari hadapanku saat kereta bianglala kami berada di bawah.


"Seharusnya kalau kamu mencintaiku, kamu menikahiku disaat Hasasi bimbang kak, tapi saat ini aku punya suami dan punya anak jadi aku tidak mungkin meninggalkan mereka hanya demi kamu kak Fiyoni..." desahku beranjak dari tempat dudukku dan keluar dari bianglala.


Disaat aku berjalan keluar, dengan cepat Hasasi berlari kearahku dan memelukku erat. Hasasi nampak seperti sangat khawatir kepadaku.


"Istriku apa ada yang terluka?"


"Tidak kok Hasasi..."


"Oh syukurlah... Apa yang kalian katakan tadi istriku?"


"Mmm ya panjang ceritanya Hasasi..." desahku memeluk Hasasi erat.


"Apa perkataannya membuatmu tertekan?"


"Ya... Sedikit kok Hasasi" gumamku pelan.


"Baiklah kita pulang dulu ya, nanti saja kamu ceritanya..." gumam Hasasi merangkulku dan berjalan bersamaku. Tiba-tiba bawahan Hasasi menunduk di depan kami yang membuat langkah kaki Hasasi terhenti.


"Ada apa?"


"Maaf tuan muda, kami kehilangan jejak..."


"Kenapa bisa?" protes Hasasi kesal.


"Maaf tuan muda, dia sangat cepat.."


"Dia belum menghilang hanya saja... Dia berdiri di atas bianglala!" gumamku menunjuk Fiyoni yang sedang berdiri santai di puncak bilalang sambil tersenyum dingin dan menghilang dengan cepat


"Hmmm ya sudah kita pulang saja, kita pikirkan cara lainnya." gumam Hasasi kembali melangkahkan kakinya.


"Baik tuan muda." gumam bawahan Hasasi dan menghilang.


Aku menatap gelang yang diberikan Fiyoni kepadaku, aku masih tidak percaya kalau Fiyoni mencintaiku tapi... Aku sudah menikah, aku tidak mungkin meninggalkan kedua anakku dan suamiku tapi kalau aku tidak melakukannya, Fiyoni akan membunuh keluarga kecilku. Aku bingung, aku tidak tahu harus apa, aku merasa serba salah, aku bingung apa yang harus aku lakukan.

__ADS_1


__ADS_2