Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 75 : Curhatan Hasasi


__ADS_3

Setelah aku mandi akupun segera memakai pakaian tidurku dan kembali ek tempat tidur untuk tidur, badanku sangat amat capek. Satu taman bermain yang luas di mainin seharian full namanya manusia pasti bakal capek setengah mati. saat aku berjalan menuju kasurku, aku melihat Hasasi terdiam menatap langit hitam yang dihiasi cahaya bintang dan rembulan dari dalam kamar.


"And than... apa yang ingin kamu ceritakan Hasasi?" ucapku dan mengagetkan Hasasi


"Ya ... masalah tunangan Lisa"


"Kenapa? ... dia kan senang juga ... kenapa mau kamu usik?" tanyaku


"Ya ... gak mungkin lah ... seorang CEO mau membiayai operasi untuk Lisa sehingga Lisa bisa berjalan" gumam Hasasi


"Ya ... kalau punya uang dan sayang sama Lisa ... apa slahnya?"


"Ya itu lah yang jadi alasanku"


"Kenapa?"


"Dia melakukan hal itu sama saja merendahkanku" gumam Hasasi kesal


"Kenapa kamu berfikir seperti itu?"


"Ya iya lah ... aku kakaknya, aku penguasa dunia .. harga diriku jatuh lah kalau adikku sendiri diobati oleh orang lain" gumam Hasasi kesal


"Ya... kamu kenapa gak dari dulu mengobati adikmu?"


"Melakukan operasi pemberian kaki apalagi kaki asli itu tidak mudah dan harganya sangat fantastik ... tunangannya dapet uang dari mana coba... padahal dia sama aku beda jauuuuhhh"


"Ya ... mungkin tabungannya atau hasil dari perusahaannya mungkin"


"Enggak ... enggak mungkin ... untuk mengobati Lisa jika memakai hasil dari perusahaanku aja harus menabung dan menunggu sekitar 25 tahun baru bisa"


"Kok lama banget ... bukannya hasil dari perusahaanmu bertriliunan ya?" tanyaku kaget


"Nah kamu tahu itu... itu aja nunggu lama banget"


"Kok bisa kamu harus menunggu 25 tahun kenapa?"


"Karena memasang kaki asli itu tidak mudah, harus cari yang DNA cocok dengan Lisa, harus mencari orang yang bersedia menyerahkan kakinya kepada Lisa, ukurannya pun harus sama dengan ukuran kaki Lisa, dan persyaratan yang lainnya... itu semua tidak semudah yang kamu bayangkan" Jelas Hasasi panjang lebar


"Lalu ... kalau sebegitu rumitnya, kenapa Park Bo Shin begitu mudah?" tanyaku penasaran


"Ya ... itu yang masih selidiki ... Lisa tidak akan menikah sebelum mendapatkan persetujuanku"


"Kenapa harus mendapat persetujuanmu?"


"Karena dia melangkahi aku dulu ... jadi ... dia harus meminta ijinku"


"Tapi kan kamu sering bilang gak apa - apa dia nikah dulu ... jadi kan kamu..."


"Tidak..." ucap Hasasi memotong perkataanku


"Tidak apa..."


"Tidak aku setujui secara formal, karena ini pernikahan bisnis ... jadi harus ada tanda tangan di atas materai"


"Nikah loh ini konteks nya ... kenapa tanda tangan diatas materai ... bukan mau kerjasama bisnis" protesku

__ADS_1


"Ya emang seperti itu, makanya aku gak mau kalau aku disuruh tanda tangan diatas materai dengan alasan pernikahan" gumam Hasasi lirih


"Kalau kamu pasti bakal di nikahkan karena bisnis gak?" tanyaku serius


"Kalau itu ... pasti ... dan orang tuaku ke sini pasti akan menyuruhku menikah ... percaya atau tidak"


"Lalu kalau akmu disuruh menikah dengan wanita lain karena bisnis bagaimana?" tanyaku serius


"Ya ... enggak mau lah ..." protes Hasasi


"Kalau itu restu orang tua kenapa kamu gak mau?" tanyaku


"Tidak ada yang sepertimu"


"Sepertiku?"


"Ya ... wanita yang baik, pantang menyerah, pengertian, perhatian, sabar, tidak peduli dengan hartaku, dan lainnya lah" ucap Hasasi serius


"Yang terpenting aku gak mau melepaskanmu apapun yang terjadi" ucap Hasasi serius


"kalau itu restu orang tua lakuin aja Hasasi... apalagi aku disini ibaratnya hanya menumpang denganmu"


"Tidak ... tidak peduli mereka orang tuaku atau siapapun ... mereka tidak boleh mengaturku"


"Hasasi .. jangan durhaka .... aku gak mau kamu menjadi durhaka karena aku"


"Tidak mau ya tidak mau... aku gak suka di atur oleh siapapun ... apalagi menyangkut pernikahan dan masa depan" protes Hasasi


"Hmmm kalau itu terserah kamu Hasasi ... intinya aku gak mau kamu menjadi anak durhaka"


"Hmmm ya udah ... gak usah dibahas, kamu tidur dulu ... besok kan ada agenda pertemuan kamu" ucapku meredam emosi Hasasi


"Kamu besok ikut"


"Kenapa aku ikut?"


"Besok pertemuan penting ... apalagi ada Hansol dan yang lainnya..."


"Lalu?"


"Setelah pertemuan itu... akan ada pesta jadi kamu harus menemaniku ke pesta "


"Pesta apa?"


"Pesta perayaan ulah tahun perusahaan ternama di Korea?"


"Loh bukannya perusahaan ternama itu milik Park Bo Shin ya?" tanyaku kaget


"Tidak ... Park Bo Shin hanya punya perusahaan terbaik ke 4 di Korea ... "


"Oh ya ... aku baru tau .. tapi kan dulu Lisa bilang..."


"Ya Lisa tidak tahu apa - apa"


"Lalu apa yang kamu rencanakan?"

__ADS_1


"Aku mau bekerja sama dengan petingggi - petinggi yang lain untuk menghentikan pertunangan itu"


"Tapi bagaimana dengan orang tuamu?"


"Biarkan saja ... mereka tidak akan tahu"


"Hmmm terserah kamu lah Hasasi ... tapi inget perkataanku ... jangan durhaka sama orang tua" ucapku memejamkan mata


"Iya aku tahu ... ini juga demi kebaikan adikku juga"


"Fifiyan..."


"Mmmm ..."


"Kamu tidur?''


"Iya ... capek banget sumpah"


"Capek kenapa?"


"Ya tadi itu .... muter - muter taman bermain "


"Emang seberapa jauh kamu berjalan kok bisa capek


"Seluruh wahanan yang ada disana ...capek tau" gumamku


"Kenapa kamu gak menolaknya?"


"Gimana mau menolak ... adikmu sangat bahagia banget ... aku tidak mau merusak kebahagiaan adikmu"


"Ya kalau aku sih ... enggak ya enggak ... terlalu manja sih setelah ketemu kamu" gumam Hasasi


"Gak apalah ... dari pada sama kamu ... kamu kerasin mulu"


"Biarin ... biar dia bisa mandiri"


"Mandiri apanya... dulu dia sampai pemurung gitu"


"Ya .... namanya Lisa masih kecil ... dan aku juga orang sibuk ... ya mau gimana lagi" gumam Hasasi


"Mmm tuan muda yang sok sibuk " ejekku


"Hey aku sibuk beneran" protes Hasasi


"Sok sibuk"


"Enggak"


"Sok sibuk"


"Enggak ya enggak" protes Hasasi


"Ya udahlah terserah ... aku mau tidur ... besok pergi lagi sama kamu ... jadi ...selamat malam Hasasi" ucapku dan tertidur pulas


Badanku sangat capek jadi malam ini aku tidak bisa menemani dan mendengarkan ocehan Hasasi yang sangat panjang apalagi besok pagi menemani Hasasi pertemuan dan pastinya harus merawat Hasasi apalagi lukanya belum sembuh sempurna

__ADS_1


__ADS_2