
Aku semalaman menemani Hasasi tidur sampai – sampai aku tidak sadar kalau aku sampai tidur di sebelah Hasasi. Aku merasakan kehangatan yang aku rasakan dan juga belaian lembut tangan seseorang di sebelahku
“Mmmm...” gumamku sambil membuka mata
“Selamat pagi cantik”sapa Hasasi disebelahku
“Ha...Hasasi ngapain kamu disini?” gumamku kaget
“Ngapain? ... kan yang ngajak kamu”
“Oh .. maaf aku tidak ingat”
“Kamu seperti biasanya tetap cantik saat tidur”
“Kamu selalu menggodaku”gumamku
“Tidak ... aku serius” ucap Hasasi mengecup keningku
“Mmm ... oh ya aku ingin tau kenapa Cindy Wu bisa mencelakakan Lisa?”
“Ceritanya panjang banget” ucap Hasasi mendongak keatas
“Ceritakanlah”
“Lain kali aja ya cantik... udah mandi dulu sana kita akan keluar”
“Kemana?”
“Udah nanti kamu akan tau sendiri”ucap Hasasi dan mendorongku ke kamar mandi
“Ya...ya aku tau tidak perlu didorong” gumamku kesal
Aku segera mandi dan bersiap – siap, aku penasaran kemana dia akan membawaku setelah sekian lama kami tidak bersama. Sejujurnya rasa sakit masih ada di hatiku tapi aku mencoba untuk memaafkan Hasasi mengingat dia datang kembali kepadaku
“Waah cantik” gumam Hasasi mendekatiku
“Kamu ini sukanya menggoda” gumamku malu
“Tetaplah berada disisiku ... jangan meninggalkan aku” ucap Hasasi dan mencium bibirku
“Mmm kamu ya” gumamku malu
“Ya udah... kita keluar sekarang” ucap Hasasi dan memegang lembut tanganku keluar dari rumah Hansol. Tidak tau kenapa aku tidak bertemu dengan Jiwon, padahal biasanya dia lebih suka bermain game di ruang tamu
"Tumben Jiwon gak ada di rumah" tanyaku
"Dia sedang ada rapat dengan mafia inggris"
__ADS_1
"Oh kok kamu tau?" tanyaku
"Apa sih yang gak aku ketahui... emang Hansol aja yang tau masalah apapun" gerutu Hasasi dan kami naik ke mobil pribadi Hasasi
“Hasasi”
“Iya”
“Kita akan kemana?”
“Ke tempat dimana hanya ada kita berdua” ucap lembut Hasasi
“Mmm Hasasi... kenapa kamu selalu lembut kepadaku?”
“Karena kamu adalah milikku”
“Kenapa kamu tidak memilih wanita lain selain aku?”
“Karena ... kamu terlalu sempurna untukku” ucap Hasasi mencium keningku
“Apa alasannya?”
“Alasannya ... aku akan memberitahukanmu kalau kita sudah sampai” ucap lembut Hasasi
“Kamu selalu begitu” gumamku kesal
“Kita sudah sampai” ucap Hasasi dan kamipun turun dari mobil
“I... ini dimana?” tanyaku takut
“Jangan takut, kita harus berjalan kaki dulu” ucap Hasasi menggendongku
“Ka...kamu mau ngapain?” tanyaku kaget
“Aku hanya ingin menggendongmu” ucap Hasasi dan berjalan menaiki bukit sambil menggendongku
“Mmmm .. Hasasi... apa aku berat?”
“Tidak kamu jadi ringan... kamu tidak pernah makan ya?”
“Tidak ... aku terlalu depresi memikirkanmu” gumamku sedih
“Jangan dipikirkan... ini masih masalah awal, kedepannya akan ada masalah yang lebih berat lagi”
“Masalah apa?”
“Nanti kamu akan tahu sendiri, yang penting apapun masalahnya ... jangan ninggalin aku ya” ucap Hasasi dan langsung mencium keningku
__ADS_1
“Waaahh ... bagus... tempat apa ini?” tanyaku kagum
“Ini ada puncak tertinggi, di atas sini kita bisa melihat pemandangan kota ... kamu suka?”
“Hasasi”
“Mmmm...”
“Makasih ya... aku suka sekali” ucapku senang dalam pelukan Hasasi
“Fifiyan..”
“Iya Hasasi”
“Seperti omonganku tadi, kedepan pasti ada banyak masalah dan cobaan yang akan datang... jadi tetap bersamaku ya” ucap Hasasi dan mengeluarkan cincin emas
“Ka... kamu ... mau melamarku lagi?” tanyaku kaget
“Iya... ini ke dua kalinya dan ini untuk selamanya. cincin ini sampai kapanpun jangan pernah kamu lepas atau kembalikan kepadaku walaupun banyak masalah yang datang... jadi sampi kapanpun kamu harus selalu jadi milikku” ucap lembut Hasasi dan mengenakan cincin itu di jariku
“Makasih Hasasi... Emmm BTW kapan nih nikah?” bisikku menggoda
“Nanti kalau sudah waktunnya”
“Kamu selalu saja bilang kayak gitu” gumaku kesal
“Tenang sayang...jangan khawatir, aku berjanji kepadamu... aku akan menikahimu”
“Terimakasih Hasasi” ucapku dan bersandar di pelukan hangat seorang Hasasi
"Oh ya kamu belum menjawab pertanyaanku?"
"Pertanyaan yang mana?" tanya Hasasi bingung
"Kenapa kamu tetap memilih berada di sisiku?" tanyaku serius
"Karena... kamu pantas sebagai nyonya Stun" ucap Hasasi memelukku erat
"Tapi kan banyak wanita yang cantik di luar sana?"
"Meskipun wanita cantik luarnya tapi tidak cantik di dalamnya percuma saja"
"Oh, mmm tapi kenapa kamu tetap bertahan denganku?"
"Karena aku mau kamu yang terakhir untukku" ucap lembit Hasasi dan dia mencium bibirku
Rindu... itu lah kata yang tepat untukku, walaupun tidak terlalu lama tapi rasa itu kini terobati dengan kehadiran Hasasi di sampingku
__ADS_1
Aku masih tidak mengerti apa yang membuatnya tetap ingin menikah denganku yang biasa – biasa ini. Tapi sejujurnya aku bersyukur sekali bisa mendapatkan hati seorang tuan muda yang dingin ini.