Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 31 : Cinta?


__ADS_3

Pagi ini cuaca sangatlah bersahabat, tidurku semalaman ini sangatlah nyenyak sampai nyamuk menggit badanku pun aku tidak merasakan gatal sama sekali, sama seperti dulu emang rumah itu tempat ternyaman dan teraman untuk tempat berlindung apalagi untuk tidur


"Hoaaam ... hmm nyenyaknya aku tidur malam ini" gumamku


tokkk ... toookk ... tooookkk


"Masuk paman" ucapku


"Kamu udah bangun nona, ini susu hangat untuk nona" ucap paman smbil membuka pintu kamarku


"Iya paman ... hooaaamm" ucapku sambil memegang segelas susu pemberian paman


"Ya udah cepat dihabisin nona"


"Udah habis paman, aku mau ke dapur dulu ya" ucapku


"Nona mau membuat apa?" tanya paman


"Mau membuatkan sarapan untuk paman" ucapku dan berlalu menuju ke dapur


"Ta ... tapi nona..." ucap paman mengejar aku menuju ke dapur


Saat aku sampai di dapur aku melihat kulkas dan membuka isi kulkas tersebut dan betapa aku terkejut ternyata di dalamnya tidak terdapat apapun yang bisa kami makan


"Pa ... paman tidak punya apapun?" tanyaku kaget


"Iya nona, paman tidak ada uang untuk membeli persediaan" ucap paman lirih


“Paman aku pergi ke pasar dahulu ya” ucapku dengan senang


“Mau beli apa nona?”


“Mau beli persedian paman, kasihan paman tidak ada apa – apa di rumah”


“Tidak usah repot – repot nona”


“Tidak masalah paman ... aku pergi dulu ya paman” ucapku dan berlalu pergi


“Tunggu nona” teriak paman

__ADS_1


“Ada apa paman?”


“Paman ikut denganmu”


“Baiklah paman”


Jarak antara rumahku dan pasar tidak begitu jauh, jadi aku bisa jalan kaki untuk bisa menuju ke pasar, aku membeli beberapa bahan pokok untuk paman agar paman tidak kesusahan saat aku tidak berada di rumah. Saat aku sudah berada di pasar  aku langsung menuju ke sebuah kios yang menjual bahan pokok


“Beras ini sekilo berapa nyonya?” tanyaku kepada penjual beras


“2 dollar nona”


“Baiklah beli 10 kg ya nyonya” ucapkudan penjual itu menyiapkan beras yang aku pesan


“Kok banyak nona, jangan banyak – banyak”


“Tidak apa – apa paman... tapi paman bisa membawanya kan?” tanyaku memastikan


“Bisa nona” ucap paman


“Ini berasnya nona” ucap penjual tersebut dan aku pun memberikan uang kepada penjual tersebut


“Baiklah nona, hati – hati ya nona” ucap paman langsung mengangkat beras tersebut dan berlalu pulang


Setelah memberli beras aku ke kios sebelah untuk membeli beberapa barang pokok untuk paman


“Permisi nyona, saya mau beli tepung, minyak, gula, garam, dan telur” ucapku


“Baik nona, sebentar ya”  ucap penjual menyiapkan pesananku


“Ini nona, totalnya 25 dollar “ ucap penjual tersebut dan aku memberikan uangku kepada penjual tersebut


“Terimakasih nyonya” ucapku menerima barang tersebut dan aku membawa berang – barang tersebut pulang ke rumah


"Oh ya lupa membelikan sayur dan lauk untuk paman" gumamku dan berhenti di sebuah kios


"Permisi tuan, saya mau membeli beberapa sayur ini " ucapku


"Baik nona, tunggu sebentar" ucap penjual tersebut menyiapkan pesananku

__ADS_1


"Ini nona pesanankmu beberapa sayur yang aku punya ... semua 15 dollar" ucap penjual tersebut dan aku memberikannya uangku


setelah membeli beberapa barang aku mampir ke kios daging yang tidak jauh dari kios sayuran tadi, aku berjalan menuju kios daging tersebut dan aku melihat banyak sekali daging - daging segar yang tergantung


"Permisi nyonya saya mau membeli semua daging yang ada disini" ucapku ramah


"Kamu mau membeli semua ini?" tanya penjual itu menyakinkanku


"Iya nyonya..."


"Baiklah ... aku siapkan dahulu" ucap penjual tersebut dan mulai memasukan daging ke dalam katong plastik


"Totalnya 500 dollar nona" ucap penjual daging tersebut dan aku memberikannya uangku


"Terimakasih nyonya" ucapku dan aku bergegas pulang


Saat di jalan aku sedang memperbaki kantong - kantong plastik yang ada di tanganku, kantong - kantong itu makin lama semakin menyakitkan tanganku. Disaat aku memperbaiki posisi kantong plastik tersebut aku tidak sengaja menabrak seseorang yang tinggi dan besar dengan jas yang sangat mewah di depanku


Buuuukkkk


“Emmm ... maaf tuan, aku tidak sengaja” ucapku sambil menundukkan kepala


“Fifiyan?” ucap orang tersebut karena aku penasaran aku melihat wajahnya dia secara langsung


“Hasasi...” gumamku dan aku langsung pergi dari hadapannya


“Kamu kemana aja Fifiyan, aku mencarimu kemana – mana” ucap Hasasi menggenggam erat tanganku


“Kamu buat apa mencariku?” tanyaku dingin


“Aku mau menjelaskan semuanya...” ucap Hasasi namun tiba – tiba Cindy datang dan memegang tangan Hasasi


“Ayo sayang, aku udah selesai belanjanya” ucap Cindy dengan nada menggoda


“Tidak ada yang perlu kamu jelaskan...kelak kita tidak ada hubungan lagi” ucapku lirih dan melepaskan tanganku dari genggamannya


“Aku kok pernah liat dia ya dimana ya” ucap Cindy dan Hasasi hanya diam tanpa kata


“Ya udah ayo pulang..” ucap Cindy dan pergi berlalu

__ADS_1


Sejujurnya aku senang melihat Hasasi kembali tapi semua rasa senang itu hilang lenyap saat Cindy datang ke hadapanku dan pura – pura mesra seperti itu. Kebahagiaan singkat ini ternyata berakhir seperti ini, hanya tidak diduga hati ini terasa sangat sakit, rasa seperti ini apakah karena cinta?, sekarang aku baru sadar, aku tidak tahu sejak kapan telah mencintaimu begitu dalam, dan saat ini semuanya sudah terlambat untuk mencintaimu.


__ADS_2