
Aku sangat capek hari ini, sakibg capeknya aku tidak kuat menahan mataku yang mengantuk dan badanku yang rasanya remuk gara - gara kejadian di Korea yang sangat amat menyebalkan. Tapi tidak tahu kenapa badanku terasa tidur di kasur yang empuk tidak seempuk kursi pesawat yang aku tumpangi. Mataku juga terasa silau oleh cahaya padahal sebelumnya cahaya matahari tidak menyilaukan. Karena saking silaunya akupun membuka mataku
"Hooaamm". Aku menggerak - gerakkan kaki dan tanganku kekiri - kekanan dan tulang - tulangku langsung berbunyi semua
"Kamu udah bangun?" tanya Alex yang duduk di sebelahku, aku dia menatapku sambil memegang segelas kopi hitam di tangannya
"A...aku ada dimana?" tanyaku kaget melihat kamar yang lebih mewah dari kamar milik Hasasi
"Ini rumahku"ucap Alex santai
"Ru...rumahmu?" tanyaku kaget
"Yups... kamu tidur seharian dan sekarang sudah menjelang siang"
"Se...serius?
"Tuh liat jam dindingnya" aku langsung melihat jam dinding yang berlapis emas menunjukkan pukul 09.30 WIB
"Mmm maaf tuan ... aku terlalu lama tidurnya"
"Tidak apa ... kamu pasti capek, mau sarapan? kamu belum makan loh dari kemarin"
"Nanti saja tuan"
"Jangan panggil aku tuan, panggil aku Alex saja"
__ADS_1
"Maaf Alex...."
"Ya udah nanti kamu makan di dapur ya ... aku mau ada rapat sebentar"
"Aku ikut..."
"Kamu istirahat aja dulu, nanti kalau ada rapat lagi aku ajak kamu.... apalagi kamu harus belajar dahulu"
"Bolehkah aku belajar dulu?"
"Boleh ... pencet tombol iini nanti itu akan menjadi ruang kerjamu di kamar dan ini adalah kamarmu pribadi "
"Kamarku ... Tapi ... aku pasti tidak mamu membayar biaya sewanya"
"Tenang, ini gratis untukmu, untuk pakaian dan yang lainnya ada di lemari pakaian... kalau ada yang lain bilang ke aku ya jangan sungkan. Oke, aku mau rapat sebentar"
Setelah Alex keluar dari kamar aku langsung beranjak dari tempat tidur dan mengambil handphoneku yang ada di tas selempangku. Aku menghidupkan handphoneku dan tidak lama aku hidupkan banyak sekali notif yang keluar dari layar handphoneku. Aku langsung membuka semua notif itu dan ternyata 278 pesan dari Hasasi dan 127 panggilan dari Hasasi. di antara semua pesan Hasasi ada satu pesan menjadi pusat perhatianku
Sayang kamu kemana ? kenapa tidak membalas pesanku? Aku ingin menikah denganmu sungguh.. papa sudah mengizinkan kita menikah. Pulanglah Fifiyan aku rindu :(
Hasasi
Maaf Hasasi ... semoga kamu bisa bahagia dengan Amelia, sahabatku sendiri... semoga kamu bisa melupakan aku selamanya
Fifiyan
__ADS_1
Aku langsung meletakkan Handphoneku dan beranjak pergi, tapi tiba - tiba handphoneku berbunyi lagi
Tiiiinngg
Tidak Fifiyan, aku berkata sungguh - sungguh kepadamu... aku cinta kamu
Hasasi
Hasasi sekarang lupakan aku,emang benar kata papamu... aku bukan siapa - siapa dan aku tidak pantas untukmu ... sekarang ... lupakan aku ya!!!
Fifiyan
Setelah membalas pesan Hasasi aku langsung memblokir semua kontak di handphoneku bahkan kontak kakakku Steven juga, Emang dia kakak kandungku, tapi tidak sekarang. Sekarang dia adalah Steven Stun bukan lagi Steven Shinju. Sejujurnya aku sakit hati dengan keluarga Stun, mereka sudah membunuh semua keluargaku dan merendahkan harga diriku, itu yang membuatku kesal dan kecewa.
Aku tidak tahu kenapa hal itu harus terjadi, kenapa tidak dari dulu saja aku lepaskan Hasasi. rasa penyesalan yang amat sangat menyiksa hatiku, tapi bagaimanapun juga aku harus semangat merubah hidupku walau tanpa Hasasi yang menemaniku. Aku tidak mau menangis lagi, tapi tidak tahu kenapa air mata ini terus keluar dari mataku dan terus membasahi pipiku.
Pa...Ma, kenapa aku selalu menderita seperti ini... kenapa aku tidak mati saja dulu biar aku bisa tenang bersama dengan kalian ... gumamku
Aku berjalan menuju arah jendela dan langsung membuka jendela kamar, pemandangan laut yang indah, angin laut yang sepoi - sepoi dan matahari yang tepat di atasku sangat panas menyengat di kulitku seperti hatiku yang sedang panas. Aku ingin menenangkan diriku namun tidak bisa. Semakin ingin melupakan, hatiku semakin sakit.
Aku terus menangis tanpa henti, sakit ... sangat sakit hatiku. aku ingin bersandar tapi tidak ada yang bisa di sandari. Aku seorang diri di sini.
Tuhan... kenapa aku harus menerima cobaan yang sangat berat seperti ini... kenapa tidak aku saja yang mati, kenapa hanya orang tuaku... aku tidak punya pijakan Tuhan, sendiri disini sungguh menyakitkan... Apa tidak puas kau ambil orang tuaku, kenapa orang yang aku sayang juga pergi dariku juga.. Kenapa Tuhan... KENAPA!!!!
aku bergumam tidak jelas, aku terus menyalahkan Tuhan karena apa yang aku alami. Walaupun aku tahu itu tidak baik tapi ...kenapa harus terjadi kepadaku saat ini. Aku tidak kuat menahan sakitnya hatiku yang sangat dalam seperti ini. Tanpa basa basi aku langsung mendekatkan tubuhku di pagar besi dan aku siap untuk melompat dari lantai 3 rumah Alex. Walaupun aku sekarang menjadi asisten pribadi Alex, tapi aku tidak pantas apalagi aku orangyang tidak berguna seperti ini
__ADS_1
Tanpa aku sadari, aku menangis seharian penuh tanpa henti dan aku siap untuk mengakhiri hidupku. aku tidak pernah merasakan sakit yang sangat dalam seperti ini apalagi urusan laki - laki. Dulu saat disakiti Kwan Liang dan Sari Lie tidak sesakit ini. Apa karena aku telah jatuh hati terlalu dalam denganmu... Hasasi...