Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 157 : Nasehat Kakek Dan Nenek


__ADS_3

Kakek Hasasi berjalan masuk ke dalam lorong aula pernikahan itu, jika aku lihat aula ini seperti rumah yang megah dan mewah. Dinding lorong tersebut berisi foto semua keluarga besar Stun, mulai dari nenek moyang sampai generasi sekarang ada dan tertempel di dinding. Aku berjalan mengikuti kakek sambil menatapi satu persatu foto yang terpajang tersebut.


Tidak berapa lama di ujung lorong terdapat pintu besar dan megah yang menjulang tinggi dengan di jaga dua orang penjaga berjas hitam dan berkaca mata hitam yang sedang berdiri di depan. Saat kakek akan masuk dua penjaga itu membukakan pintu dan kami semua masuk ke dalam salah satu ruangan.


"Ini adalah ruangan kami berdua" ucap kakek menatap aku dan Hasasi


"Ini adalah rumah kakek dan nenek, jadi pernikahan Daniel di rumah kakek dan nenek... jangan kaget kalau banyak keluarga besar Stun" gumam Hasasi di belakangku


"Kalian duduklah dulu" gumam nenek melepaskan ganggaman tangannya dan aku duduk di sofa empuk berwarna abu - abu


"Aku Tomas Stun dan ini Nara Stun panggil kami kakek nenek saja"


"... dan disebelahmu adalah cucuku pertama daei anak pertama" gumam kakek


"Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan ke kamu cucuku Fifiyan" ucap kakek duduk di sofa


"Perihal apa kek?"


"Perihal keluargamu, Steven sudah aku ceritakan hal tersebut. Mungkin Steven lupa akan menjelaskan kepadamu" gumam kakek


"Perihal keluargaku?"


"Permisi tuan teh anda" ucap pelayan yang tiba - tiba datang dan langsung pergi begitu saja


"Ya...sebenarnya keluarga Stun dan keluarga Shinju itu hubungannya baik ya bisa dibilang keluarga kita itu simbiosis mutualisme..."


"... Setiap keluarga Stun membutuhkan bantuan keluarga Shinju akan membantu dan hal tersebut berlaku sebaliknya..." jelas kakek sambil menyeruput teh di depannya


"Tapi yang ingin kami ceritakan kepadamu adalah perihal kalian berdua" gumam kakek meletakkan cangkirnya ke atas meja


"Kami?" ucap Hasasi kaget


"Iya... awal mula kenapa kalian berdua di jodohkan"


"... Dulu Pada saat Hasasi kanak - kanak, dia rencananya akan di jodohkan dengan Lily Wang anak dari keluarga Wang, namun tanpa diduga keluarga Wang memgalami kecelakaan dan Lily meninggal di tempat. Jadi..."


"Jadi apa kek?" tanyaku penasaran


" jadi ya....gak jadi di jodohkan..." gumam nenek membawakan cemilan untuk kami


"Dulu kami pernah dengar, saat ibumu masih mengandung kamu, keluarga Shinju melakukan perjodohan bisnis dengan anak dari keluarga Guan yaitu Alex Guan.."


"Suatu ketika saat kamu sudah lahir, ayahmu dan ayah Hasasi mengadakan pertemuan membahas bisnis, ayah Hasasi bercerita bingung mau menjodohkan Hasasi dengan siapa... ayahmu memberikan beberapa rekomendasi anak dari beberapa keluarga, namun saat ayah Hasasi melihat kamu saat bayi ayah Hasasi menjodohkan Hasasi dengan kamu...."


"Tapi kan katanya aku sudah di jodohkan oleh Alex Guan?" gumamku bingung


"Ya... tapi ayah dan ibumu tidak suka dengan keluarga Guan saat tahu jeleknya perbuatan keluarga Guan jadi ya orang tuamu ingin membatalkan perjanjian itu ... tapi tidak sempat karena keluarga besarmu sudah meninggal duluan" gumam kakek Hasasi


"Kakek dan nenek kok bisa tahu?" tanyaku penasaran

__ADS_1


"Karena, kakek dan nenekmu pernah cerita kekami"


"Mmm kek nek, ada satu pertanyaan ... kenapa harus ada pernikahan bisnis... apa pernikahan bisnis itu untuk meningkatkan derajat perusahaan saja?" tanyaku polos


"Ya... kalau secara bisnis emang benar, tapi kalian berdua itu bukan pernikahan bisnis tapi emang di jodohkan"


"Dijodohkan ?"


"Ya... dijodohkan karena ingin agar kalian membangun keluarga yang harmonis tanpa adanya campur tangan masalah bisnis"


"Tapi kenapa surat itu... tulisannya perjanjian bisnis"


"Hal tersebut dilakukan agar tidak terlihat kalau kalian emang di jodohlan, karena peejodohan pada zaman dahulu itu dilarang"


"Dilarang?"


"Ya dilarang oleh negara" gumam kakek


"Kamu mau tahu kenapa Hasasi hampir menikah dengan keluarga Wang?" tanya nenek menatapku


"Aku tidak tahu nek" gumamku dan Hasasi hanya diam tanpa kata


"Sebenarnya selama ini orang tua Hasasi mencari anak perempuan keluarga Shinju yang masih hidup namun tidak ketemu - ketemu, sehingga Hasasi harus di nikahkan dengan Amelia Wang. Jadi itulah kenapa dulu Hasasi hampir menikah dengan anak angkat keluarga Wang yaitu Amelia Wang" jelas kakek dan aku diam mendengarkan cerita kakek


"Kalau aku sih gak setuju... cucuku nikah sama wanita seperti dia apalagi mantan - mantan Hasasi yang lainnya juga sangat tidak setuju" gumam nenek kesal


"Ya... untungnya Hasasi cerdas melakukan segala cara untuk membatalkan pernikahan itu, aku dan nenek juga awalnya bingung kenapa Hasasi melakukan hal licik untuk membatalkannya..." gumam kakek memejamkan mata


"Emang Hasasi nakal menywmbunyikan semuanya"


"Ya kan aku hanya menunggu waktu yang tepat" gumam Hasasi


"Hadeh... untung kamu cucuku yang kami sangat sayangi...oh ya... Tanpa sepengetahuan kalian berdua ayah dan ibumu sudah mendaftarkan kalian berdua di kantor urusan pernikahan" gumam nenek


"Daftar?" tanya Hasasi kaget


"Ya... makanya kenapa orang tua Hasasi tidak memarahi kalian tidur bersama satu kamar"


"Hmmm... sudah kuduga" desah Hasasi


"Ya kan emang orang tuamu merestui hubungan kalian berdua, bahkan orang tuamu sangat senang akhirnya Hasasi bisa menikah dengan keluarga Shinju"


"Mmm kenapa orang tua Hasasi terlalu terobsesi tentang aku kek?" tanyaku penasaran


"Ya dulu kamu waktu masih bayi sangat imut, putih, cantik, dan terlihat sangat cocok dengan Hasasi" ucap nenek menyanjungku


"Terimakasih kakek nenek" gumamku tersenyum


"Mmm kalau perihal keluargaku yang kakek nenek ceritakan ke kakak tentang apa?" tanyaku penasaran

__ADS_1


"Oh... ya hampir lupa, sayang tolong ambilkan kotak itu" gumam kakek dan nenek pergi ke lemari buku lalu nenek menyerahkan kotak berwarna coklat kepadaku


"Apa ini kek?" tanyaku penasaran dan aku membuka kotak tersebut


"Ini adalah beberapa barang milik keluarga Shinju"


"Ini kan kalung ibuku?" gumamku memegang sebuah kalung yang berhias Mutiara hitam yang indah


"Ya ini adalah kalung generasi ke generasi, kalung ini dipakai oleh nenek moyangmu dan terakhir adalah ibumu. Sekarang kalung ini bisa kamu turunkan ke generasimu berikutnya"


"Kakek dapat barang ini dari mana?"


"Itu Hasasi temukan di keluarga Liang"


"Tapi... Hasasi tidak pernah cerita?" protesku melirik Hasasi


"Kan aku gak tahu itu kalung apa, jadinya aku serahkan ke kakek" gumam Hasasi menatapku tanpa salah


"Mmm tapi kenapa kalung ini ada di keluarga Liang?" tanyaku penasaran


"Dulu kalung itu pernah di berikan ibumu kepadamu, tapi mungkin saat kamu berada di keluarga Liang kamu tidak sadar kalau kalung itu diambil oleh keluarga Liang jadinya kamu lupa kalau kamu memakai kalung itu apalagi dulu kamu masih kecil" gumam kakek meminum teh di cangkirnya


"Mmm tapi kenapa keluarga Liang ambil?" tanyaku penasaran


"Ya kakek tidak tahu, itu masih prediksi kakek, jaga warisan keluargamu jangan sampai hilang lagi" gumam kakek meletakkan cangkirnya kembali


"Terimakasih kakek" gumamku senang


"Untuk barang yang lainnya kakakmu sudah membawanya tapi untuk kalung ini Steven memintaku memberikannya langsung kepadamu"


"Baik kakek" ucapku senang


"Mmm oh ya kapan kalian menikah?" tanya nenek yang membuatku terdiam


"Nanti kalau waktunya Hasasi beritahu kakek nenek"


"Mmm baiklah... jaga anak Tuan Shinju ini Hasasi, jangan menyakitinya" ucap nenek menasehati Hasasi


"Baik nek, aku akan selalu menjaganya" ucap Hasasi mengelus rambutku


"Dan untuk kamu Fifiyan, yang sabar aja ya ngadepin cucuku yang bandel banget ini" ucap kakek tersenyum


"Baik kakek, aku akan berusaha sabar menghadapi cucu kakek ini" ucapku membalas senyum


"Oh ya, untuk kelian berdua nasehat kakek nenek... ingat ya... menikah itu sulit, banyak kewajiban yang harus dilakukan, dan akan banyak masalah yang muncul... yang terpenting adalah setia, saling menyayangi, dan saling melindungi apapun yang terjadi" ucap kakek serius


"Baik kakek nenek kami akan ingat nasehat kakek dan nenek


"Baguslah kalau begitu, kalian boleh pulang sekarang, hanya itu yang akan kakek dan nenek sampaikan kepada kalian" ucap kakek tersenyum

__ADS_1


"Baiklah... terimakasih kakek" gumamku senang


"Kami permisi dulu kakek nenek" ucap Hasasi menggandeng tanganku keluar dari ruangan tersebut. Aku sangat senang dapat nasehat dan cerita dari kakek nenek Hasasi yang membuatku tahu tentang pernikahan bisnis yang dulu memusingkanku


__ADS_2