
Aku dan Hasasi berjalan menuju ke aula pertemuan yang telah ramai tamu - tamu penting yang datang ke pesta makan malam dengan menggunakan gaun yang mewah
"Hansol dimana loh?" bisikku di telinga Hasasi
"Di luar tuh" gumam Hasasi melihat Hansol yang sedang duduk bersama dengan Xiao Xi dan Almira Wu
"La mereka kok bisa duduk bersama?" gumamku bingung
"Aku juga tidak tahu, kita kesana saja dulu" ucap Hasasi menggandengku menemui mereka
"Eeh Tuan Hasaai" gumam Xiao Xi berdirj sambil membungkukan badannya sedikit
"Duduklah" gumam Hasasi dan Xiao Xi duduk kembali ke kursinya
"Hay Almira" sapaku
"Oh hay Fifiyan, kamu ikut juga?"
"Ya gimana tidak ikut, diajak ini orang kok" gumamku duduk di sebelah Hasasi
"Eeh tapi kan... " gumam Almira bingung melihat kedatanganku dengan Hasasi. Karena melihatnya bingung jadi aku berinisiatif untuk mengajak Almira duduk terpisah
"Hasasi, boleh aku duduk dengan Almira di sebelah sana" bisikku sambil menunjukkan kurai kosong di dekat pagar balkon
"Iya boleh, tapi jangan lupa yang kemarin. Nanti aku beri kode kalau selesai" bisik Hasasi di telingaku dan aku mengangguk mengerti
"Eeeh Almira, kita duduk berdua disana yuk. Takut mereka membahas hal yang penting" gumamku menggandeng tangan Almira duduk di kursi dekat pagar balkon
"Ba... Baiklah" gumam Almira mengikutiku dari belakang dan kami duduk berhadapan namun aku duduk sambil menatap Hasasi takut kalau Hasasi memberiku kode
"Fifiyan kamu cantik hari ini pakai gaun itu" puji Almira
"Kamu juga cantik Almira" pujiku balik
"Eeh Fifiyan, kamu kok bisa ke pesta dengan Tuan Hasasi, bukannya mereka ...."
"Ya emang mereka kemarin menikah, tqpi batal"
"Batal? kok bisa?"
"Ya sependengaranku dari pengakuan Hasasi Tuan Wang kesal karena peringkat perusahaan Hasaai turun pas pernikahan di batalin" gumamku
"Oh ya?, hmmm pantaslah Ayah dan anak angkat sama - sama gila harta. Pantas aku kapan hari bertemu Amelia Wang dengan Alex Guan"
"Oh ya? Seriusan?... " gumamku kaget
"Iya seriusan, masa aku bohong"
"Emang kamu ketemu dimana?"
"Di Mall milik PT Guan itu loh"
"Emang mereka berdua melakukan apa?" gumamku
"Aku tidak tahu sih, xuma kemarin aku bertemu mereka di toko pakaian pengantin"
"Oh ya?... Waah jangan - jangan" gumamku mengerutkan dahi
"Ya mungkin mereka akan menikah"
"Ya baguslah" gumamku
"Emang kamu tidak cemburu Fifiyan?"
__ADS_1
"Cemburu kenapa?"
"Cemburu kamu belum akan menikah"
"Hahaha, tunggulah waktu yang tepat nanti menikah juga kok" gumamku tertawa
"Keburu tua tahu" ejek Almira
"Tidak lah aku masih muda..." gumamku dan Almira hanya tertawa
"Eeh mmm Sekarang hubungan kalian bagaimana?"
"Aku?"
"Ya siapa lagi lah?" desahku
"Hubunganku dengan Xiao Xi baik - baik saja, bahkan kemarin keluarga Liang, Xi dan Mark serta keluargaku Wu sudah bertemu membahas pernikahan" gumam Almira bangga
"Oh ya.. wah bentar lagi menikah nih" ejekku
"Hahaha, ya semoga saja Fifiyan"
"Mmm oh ya kenapa kok keluarga Liang dan Mark bisa datang ke pertemuan keluarga kalian?"
"Ya mau bagaimanapun Xiao Xi tinggal di keluarga Liang dan keluaga Mark itu seperti keluarga Liang sendiri ya mau gak mau mereka juga ikut" desah Almira
"Oh ya, waah rame dong"
"Rame banget lah, bikin aku mati berdiri tahu!!" desah Almira menepuk dahinya
"Oh ya kok bisa keluarga Mark seperti keluarga Liang? aku tidak mengerti?" gumamku
"Ya aku juga tidak tahu detailnya, tapi yang aku pernah dengar gara - gara Kwan Liang dan anak dari Tuan Mark di penjara oleh salah satu keluarga besar sehingga mereka sepakat untuk bekerja sama menghancurkan keluarga besar yang berani memenjarakan anaknya" jelas Almira
"Aku juga tidak tahu, Xiao Xi juga tidak tahu siapa keluarga itu soalnya sudah lama Xiao Xi tinggal bersamaku dari pada tinggal di keluarga Liang"
"Emangnya kenapa dia tidak tinggal di Keluarga Liang lagi?"
"Katanya sih males, keluarga Liang mencampuri urusan perusahaannya jadinya Xiao Xi tidak tenang"
"Oh begitu, ya baguslah kalau kalian tinggal bersama, emang kalian tinggal dimana?"
"Di rumahku keluarga Wu"
"Oh ya, sudah berapa bulan?"
"Ya udah lama sih paling sudah 2 tahunan"
"Aah udah lama juga ya, udah kalian menikahlah dulu nanti aku menyusul" ejekku yang membuat Almira tertawa malu
"Ya nanti kalau begitu nanti tunggu aja undangan" ucap Almira senang
"Okelah aku tunggu loh yak"
"Iya tenang aja, oh ya jadi kalian itu udah tunangan?"
"Siapa?"
"Kamu dengan Tuan Hasasi?"
"Oh udah lama kok, tinggal nunggu waktu yang tepat"
"Waah gila ya, gagal dengan Amelia malah balikan denganmu lagi"
__ADS_1
"Namanya jodoh gak akan kemana" gumamku
"Mmm iya juga sih, aku bisa bertemu dengan Xiao Xi aja suatu kebetulan banget" desah Almira
"Ya kan betul kan omonganku"
"Iya benar Fifiyan"
"Oh ya gara - gara Xiao Xi tidak tinggal di keluarga Liang jadi kalau ada persoalan di keluarga Liang apa Xiao Xi akan ikut - ikutan?"
"Tidak, kaluarga Xi tidak mau ikut campur masalah keluarga Liang, jadi Xiao Xi tidak mau punya masalah dengan siapapun"
"Oh begitu ya"
"Jadi keluarga Liang dan keluarga Mark ingin melakukan apa untuk balas dendam?"
"Aku juga tidak tahu sih, kenapa gitu?"
"Ee.. Emmm tidak ada, cuma penasaran aja siapa yang berani memenjarakan anak dari keluarga Liang dan Mark itu" gumamku mencari alasan
"Ya aku juga penasaran juga sih, tapi ya udahlah. Urusan mereka buka urusan kami"
"Yups betul, mending mikin nikah kan ya Hahaha" tawaku dan Almira ikut ketawa
Disaat kami berdua menikmati mengobrol dan tertawa bersama, tiba - tiba Hasasi memberiku kode untuk kembali ke meja mereka
"Eeh Almira balik ke sana lagi yuk kayaknya udah selesai deh mereka" gumamku dan Almira menatap Hasasi, Xiao Xi dan Hansol tidak berekspresi serius
"Baiklah, aku juga pengen makan laper" gumam Almira kembali duduk di sebelah Xiao Xi dan aku duduk di sebelah Hasasi
"Kamu mau makan?" gumam Hasasi menatapku
"Mmm boleh, aku juga lapar" gumamku
"Baiklah, kami kedalam dulu ya" gumam Hasasi meninggalkan meja tersebut
"Kami berdua juga akan ke dalam dulu tuan Hansol" gumam Xiao Xi menundukkan badannya sedikit dan menggandeng Almira meninggalkan Hansol sendirian di balkon
Aku dan Hasasi sedari tadi bingung mau makan malam apa, banyak menu makanan yang tersedia di meja panjang. Aku melihat satu persatu makanan tapi aku ragu untuk mengambilnya
"Kamu mau makan apa?" tanya Hasasi menatapku
"Tidak tahu, aku bingung"
"Bingung, kenapa bisa bingung?"
"Aku takut gemuk lah Hasasi, makan malam masa menunya makanan berat semua. Bikin gendut tahu" gumamku
"Ya udah ambil sedikit gak apa - apa sayang, ambillah"
"Hmmm baiklah" gumamku mengambil piring berisi steak daging yang dihiasi dengan sayuran mentah yang menggoda
"Aku ambil ini ya" gumamku
"Ya ambillah" gumam Hasasi mengambil botol wine saja
"Kamu gak makan?" tanyaku
"Tidak, lagi ingin minum aja"
"Oh baiklah"
"Kita duduk di meja sana aja yuk" ajak Hasasi menggandeng tanganku duduk di meja balkon bersama dengan Hansol yang masih bertahan duduk di meja tadi
__ADS_1