Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 185 : Ada Apa Kakak?


__ADS_3

Di rumah sakit, Hasasi merawatku dengan baik bahkan Angel juga merawatu selama beberapa hari tanpa pulang ke rumahnya. Angel terlihat sangat sabar merawatku padahal hanya luka biasa tapi dia merawatku layaknya aku adiknya sendiri, aku jadi kangen Steven kakak aku sendiri.


"Kenapa menatapku seperti itu Fifiyan?" gumam Angel yang sedang menyuapiku


"Ti ... Tidak ada, aku cuma sedikit melamun" gumamku


"Apa yang kamu lamunkan?"


"Tidak ada, aku cuma rindu Steven"


"Kamu rindu Steven?"


"Iya emang kenapa?"


"Kalau kamu merindukan laki - laki lain nanti Hasasi murka lagi loh!!"


"Tapi kan dia..." gumamku menundukkan kepalaku


"Emang Fifiyan gak boleh merindukan kakaknya sendiri?" gumam Steven berdiri di depan pintu


"Steven?" ucap Angel kaget


"Kakak ...." teriakku senang


"Hai adikku, aku dengar kamu terluka ya. Siapa yang membuatmu terluka? Apa orang ini?" ucap Steven menatap Angel dingin


"Bu... Bukan nona Angel kok, kakak tenang saja aku tidak apa - apa"


"Kamu selalu seperti itu sok kuat" gumam Steven mengelus rambutku


"Hei tunggu sebentar, kalian kakak adik? Kandung?"


"Ya nona Angel, Steven kakakku kandung"


"Bukannya dia bermarga Stun ya?"


"Ya, marga itu diberikan saat kakek dan ayahku menemukannya saat pembunuhan berantai Keluarga Shinju untuk menutupi kalau masih ada keturunan Shinju yang masih hidup" gumam Hasasi berjalan masuk ke ruang perawatanku


"Jadi?" tanya Angel bingung


"Jadi nama aku aslinya Steven Shinju, Nona Shin dan dia adalah adik kandungku Fifiyan Shinju" gumam Steven mengelus rambutku


"Kenapa aku baru tahu ya?" desah Angel menggelengkan kepalanya


"Karena ini memang rahasia keluarga Stun, tidak semua orang tahu" gumam Hasasi duduk di sofa pojok ruangan


"Aaaah begitu, pantas kami keluarga Shin tidak tahu masalah ini" desah Angel berjalan menuju wastafel dapur


"Apa sih kalian ribut banget!!" protes Hansol yang tengah tertidur di kursi


"Hmm kamu selalu seperti itu Hansol habis melakukan sesuatu yang kamu sukai" desah Steven menggelengkan kepalanya


"Ya capek tahu"


"Tapi kamu suka kan?"

__ADS_1


"Ya betul sekali, karena aku telah lama tidak melakukannya jadi tubuhku terasa kaku. Tapi aku salut sih sama Hasasi, walaupun sudah lama tidak melakukannya tubuhnya tetap saja lentur seperti masih muda dulu" gumam Hansol sambil menguap


"Aku masih muda tau!!" protes Hasasi


"Hei umur kita udah tua Hasasi, tapi betul juga sih masih tua umur Steven"


"Hei kalian kenapa membicarakanku!!" protes Steven


"Hansol tuh kak bukan aku" gumam Hasasi manja


"Hei kamu juga ya!!" protes Hansol


"Kalau kalian berantem terus aku hukum kalian !!" teriak Steven kesal dan membuat Hasasi dan Hansol diam


"Hahaha sama Steven saja kalian berdua takut" tawa Angel melihat tingkah mereka bertiga


"Ya biasalah mereka bertiga seperti itu" gumamku


"Oh ya Steven kamu tumben kemari?" gumam Hasasi menatap Steven


Ya aku mendengar adikku terluka jadi aku harus kesini, siapa yang melakukan ini? Aku akan membalasnya"


"Udah aku balaskan" gumam Hasasi santai


"Serius? Emang siapa yang melakukannya?"


"Ridhwan Hann" gumam Hasasi dingin


"Ridhwan Hann? Musuh keluarga Shinju?"


"Kenapa kamu bisa bertemu itu orang Fifiyan" gumam Steven mencubitku


"Auuu sakit lah kak"


"Kalau dia menyakiti kamu lagi bagaimana?" protes Steven memarahi aku


"Udah tenang saja, udah aku habisi semuanya" gumam Hasasi santai


"Seluruh keluarga Hann?" tanya Steven tidak percaya tapi Hasasi hanya diam


"Hemmm sudah aku duga, emang kamu orang yang tidak takut apapun Hasasi" desah Steven


"Tapi emang baru kali ini aku melihat Hasasi sangat marah saat tahu Fifiyan terluka, biasanya dia marah ya marah gak sampai murka seperti itu" gumam Hansol sambil memejamkan matanya


"Hmm terimakasih Hasasi sudah menjaga adikku, aku jadi percaya kamu bisa menjaga adikku yang bandel ini" gumam Steven mencubit pipiku


"Tidak masalah ini juga tanggungjawabku, anggap saja aku berhutang budi kepadamu Steven" gumam Hasasi menatap Steven dingin


"Aku bisa melihat adikku baik - baik saja, aku sudah sangat senang. Baiklah aku akan pergi sekarang" gumam Steven beranjak dari tempat tidurku tapi aku langsung memegang tangan Steven


"Kakak mau kemana?"


"Kakak ada urusan"


"Gak boleh, pokok kakak harus disini" protesku

__ADS_1


"Tapi Fifiyan.."


"Enggak boleh" protesku


"Hmmm kenapa gak boleh?"


"Ya karena kakak saja yang aku punya, aku tidak punya keluarga lain selain kakak. Aku rindu kakak tahu" gumamku menundukkan mataku dengan sedih


"Hmmm baik - baik kakak akan menemanimu tapi atas izin Hasasi" desah Steven mengelus rambutku


"Bolehkan Hasasi?" gumamku memohon


"Hmm baiklah demi kamu, aku izinkan" desah Hasasi mengalah


"Terimakasih Hasasi" ucapku senang dan Hasasi berjalan kearah kami


"Kamu boleh menemani Fifiyan, tapi dengan satu syarat yang aku ajukan" bisik Hasasi di telinga Steven


"Hmmm baiklah aku setuju dengan syaratmu" desah Steven


"Tunggu? Syarat apa?" protesku


"Tidak ada Fifiyan, jangan kamu pikirkan" gumam Steven menyembunyikan sesuatu


"Apa yang sedang kalian sembunyikan dariku?" gumamku menatap Hasasi dan Steven dengan dingin


"Tidak ada apa - apa Fifiyan, kamu jangan berpikir banyak" gumam Hasasi


"Kasih tahu aku atau aku akan membenci kalian semua" teriakku kesal


"Kenapa kamu marah?" gumam Hansol menatapku


"Kenapa? Tuan Hansol malah tanya kenapa? Steven adalah kakak kandungku, untuk bisa menemaniku saja harus meminta izin Hasasi dan itu juga ada syaratnya? Apa aku salah meminta kakakku sendiri menemaniku?" protesku kesal dan membuat orang - orang yang ada di ruangan tersebut terdiam


"Hmmm baiklah kalau itu maumu? Lupakan syarat itu Steven, kita bisa perhitungkan lain kali" desah Hasasi mengalah dan pergi meninggalkan ruang perawatanku


"Huuuh aku lapar, aku akan keluar mencari makanan" gumam Hansol berdiri dan meninggalkan ruangan perawatanku


"Mmmm aku juga deh" gumam Angel juga meninggalkan ruang perawatan dan hanya tinggal aku dan Steven saja


"Fifiyan..." desah Steven menatapku


"Apa yang kakak sembunyikan dariku?" gumamku menatap Steven kesal


"Kakak tidak menyembunyikan apapun darimu"


"Kakak jangan membohongiku, aku bukan anak kecil" gumamku kesal


"Fifiyan ... hmmm" desah Steven menundukkan kepalanya


"Kenapa? Ada apa?" gumamku bingung


"Kakak hanya berharap kamu tidak membenci kakakmu ini adikku sayang"


"Kenapa aku harus membencimu kak? Ada apa kak?" gumamku bingung tapi Steven hanya diam dan menundukkan kepalanya seperti merasa bersalah kepadaku, padahal bagiku Steven tidak melakukan kesalahan sama sekali

__ADS_1


__ADS_2