Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 113 : Masalah Yang Terkuak


__ADS_3

"Kamu kenapa diam saja sih?" tanya Alex memandangku


"Ya gak apa - apa... "


"Kamu takut sama aku karena identitasku?" tanya Alex dan aku hanya diam saja


"Ngapain juga takut, aku bertahun - tahun hidup di lingkungan perkumpulan terkejampun biasa aja" gumamku dalam hati


"Tenang aja jangan takut, kamu aman bersamaku"


"Iya... tapi aku penasaran kenapa kamu memberitahukan hal tersebut kepadaku?"


"Ya biar kamu tahu dan gak kaget aja nanti"


"Enggak kok ngapain juga kaget" gumamku


"Oh ya ... kamu pernah tinggal di rumah Hasasi kan?"


"Iya kenapa emang?" tanyaku


"Aku mau tanya disana perkumpulannya seperti apa?"


"Kenapa tanya aku hal seperti itu padaku?" gumamku


"Ya buat informasi saja, aku mau mencari kelemahan dari perkumpulan Hasasi"


"Mmm..." desahku bingung, aku sendiri gak tahu apa kelemahan perkumpulan Hasasi apalagi kalau aku ceritakan perkumpulan Hasasi nanti Hasasi bakal kalah


"Hey kamu tahu enggak?... atau jangan - jangan kamu menyembunyikannya dariku"


"Ti.. tidak, aku tidak menyembunyikan apapun kepadamu, aku sendiri tidak tahu kalau Hasasi punya perkumpulan" gumamku


"Yang bener kamu gak tau?"


"Beneran loh... dia gak pernah menceritakan apapun tentang perkumpulannya itu" gumamku dan Alex menatapku dengan serius mungkin melihat aku serius atau tidak perkataanku itu


"Yaah sayang sekali" desah Alex


"Soalnya Hasasi tidak pernah melakukan kegiatan aneh selain di perusahaannya, jadi aku malah baru tahu kalau dia punya perkumpulan terhebat seperti itu" jelasku


"Kok kamu tahu perkumpulan Hasasi terhebat?"


"Eeh kan kamu pernah bilang kemarin" protesku membela diriku sendiri


"Oh iya lupa"


"Gimana sih kamu!" gumamku kesal


"Hehehe aku lupa loh"

__ADS_1


"Hmmm, jadi kamu sama Wanda itu punya hubungan yang spesial?" tanyaku


"Tidak ada sebenarnya, awalnya sih buat


menutupi identitasnya tapi dianya malah keasikan"


"Kenapa harus menutupi identitasnya?" tanyaku penasaran


"Ya karena dianya melakukan hal yang fatal"


"Hal yang fatal? maksudnya?"


"Ya dia hampir membunuh adiknya Hasasi, walaupun gak berhasil membunuh tapi membuat adiknya Hasasi harus di amputasi"


"Loh kenapa dia melakukan semua itu?"


"Ya Wanda tuh dendam dengan adiknya Hasasi karena adiknya yang menjadi penghambat Wanda mendapatkan Hasasi karena adiknya tidak merestui Hasasi dengan Wanda... tapi karena dendam sementaranya itu yang membuat Wanda di incar Hasasi... dulu pernah hampir di bunuh tapi ternyata Wanda berhasil kabur dan meminta perlindunganku"


"Oalah begitu.."


"Tapi aku kasihan sama saudaranya Wanda"


"Kenapa gitu?"


"Dia di bunuh Hasasi karena dikiranya yang dibunuh itu adalah Wanda tapi ternyata bukan"


"Kasihannya" gumamku


"Tapi kan Wanda salah!!!" protesku


"Ya aku tahu... tapi sebagai pria aku juga kasihan dengannya"


"Hmmm ... kalau kamu dan Hasasi berperang bagaimana?" tanyaku


"Aku sih gak apa - apa sebenarnya apalagi Hasasi pasti punya dendam keaku"


"Dendam kenapa?"


"Dendam karena merebutmu, membantu Wanda dan dendam keluarga"


"Merebutku?"


"Ya kan sekarang kamu sedang bersamaku kan itu namanya aku sedang merebutmu" gumam Alex


"Lalu dendam keluarga itu berupa apa?" tanyaku penasaran


"Kalau itu tidak bisa ku ceritakan kepadamu"


"Iih pelit..." protesku

__ADS_1


"Karena itu rahasia sayang"


"Hmmm iya udah deh terserah" gumamku kesal


"Jangan marah- marah"


"Biarin"


"Iya deh itu aku kasih tahu deh... kalau sudah waktunya"


"Iih dasar menyebalkan" gumamku kesal


"Udah jangan marah - marah, ini aku kasih sesuatu buatmu"


"Kamu mau ngasih apa?" tanyaku penasaran


"Ini coklat buatmu" gumam Alex sambil memberiku sekotak coklat besar


"Kenapa memberiku coklat?" tanyaku kaget


"Ya pengen ngasih kamu aja"


"Dalam rangka apa?"


"Ya rangka sayangku padamu, apalagi kapan hari habis hari valentine jadi mumpung kita bisa berduaan"


"Hmmm iya, terimakasih" ucapku senang dan membuka coklat itu


"Kamu mau?" tawarku


"Mau ... aaaaa" ucap Alex dan membuka mulutnya dan aku menyuapi coklat itu


"Sini aku suapin kamu" ucap Alex menyodorkan coklat ke dalam mulutku


"Mmm enak" gumamku


"Iya coklatnya manis kayak kamu"


"Dasar gombal" gumamku sambil mencubit tangan Alex dengan lembut


"Iihh serius loh"


"Hmmm terserah kamu aja" gumamku


"Ya udah kita pulang dulu ya...istirahat... jadwal kita padat" ucap Alex dan langsung berdiri dari tempat duduknya


"Hmmm ... baiklah, terimakasih buat kejutan kecilmu Alex" gumamku senang


"Apasih yang gak buatmu" gumam Alex dan kami berdua memasuki mobil dan pergi dari tempat itu

__ADS_1


Aku tidak menyangka Alex bakal menceritakan semuanya kejadian yang terjadi... ya walaupun tidak semua diceritakan oleh Alex tapi hal yang ingin ku ketahui malah Alex yang memberiku penjelasan terdetail di sertai dengan hal yang sedikit romantis


ya walaupun hanya duduk, menikmati pemandangan dan makan sepotong coklat tidak seromantis tapi menurutku lumayan seru dan berkesan buatku, apalagi pemandangannya itu emang sangat indah sekali.


__ADS_2