Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 130: Hasasi Jatuh Hati Kepadaku


__ADS_3

Aku berjalan meninggalkan Cindy dan Hasasi, sejujurnya berat aja meninggalkan Hasasi... tapi saat tahu Hasasi selama ini terpaksa denganku karena pernikahan bisnis itu juga termasuk hal yang menyakitkan bagiku


Akuemahan air mata kesedihanku sambil berjalan menuruni tangga villa, padahal tadi banyak orang yang berlalu lalang tapi tidak tahu kenapa saat aku turun dari tangga malah sepi tidak ada orang sama sekali


"Fidiyan kamu mau kemana?" tanya Steven yang sedang berdiri di depanku


"Alu mau pergi"


"Kenapa?"


"Ya buat apa aku disini tapi Hasasi sebenarnya terpaksa denganku" gumamku sedih


"Baiklah ikut kakak sekarang!!" perintah Steven menarik tanganku


"Kakak mau kemana?"


"Ke suatu tempat"


"Mau ngapain?"


"Nyadarin kamu aja tentang apa yang terjadi" gumam Steven terus menarik tanganku keluar villa


Diluar villa aku melihat ternyata orang - orang yang ada di villa sedang menyalakan api unggun di tepi pantai, pantas saja sepi di dalam villa. Mereka sedang bernyanyi bersama, bermain air, bermain pasir, dan bersenang - senang. Sedangkan aku malah tidak bisa menikmati kesenangan itu


"Kakak mau mengajakku kemana?" tanyaku penasaran


"Udah ikut aja" gumam Steven menarikku menjauhi orang - orang yang sedang berkumpul


"Ini kemana sih?" tanyaku penasaran


"Pengen disini aja... duduklah" gumam Steven dusuk di bawah pohon kelapa pinggir pantai


"Jadi kakak mau mengatakan apa?" tanyaku penasaran


"Ya... masalah kamu dengan Hasasi"


"So?"


"Jadi benar yang dikatakan Hasasi, dia sebenarnya masih ada rasa dengan Cindy karena dia mantan pertama ibaratnya cinta pertamanya, sedangkan kamu adalah cinta terakhirnya"


"Apa sih kak?" gumamku kesal mendengarkan kata aku cinta terakhir Hasasi

__ADS_1


"Yang aku katakan benar - benar adanya, kalau kamu tidak percaya coba dengarkan omongan Hasasi kepadamu... apa yang aku omongin betul lan Hasasi" gumam Steven dan Hasasi datang dari belakang kami aku kaget sejak kapan Hasasi berada di belakang kami, seingatku tadi aku tinggalin di villa sama Cindy deh


"Ya... yang di katakan kakakmu benar" gumam Hasasi duduk di sebelahku


"Emang sejujurnya aku masih ada rasa dengan Cindy Wu dan aku merasa terpaksa denganmu karena ayahku... tapi tahu gak Fifiyan, aku sekarang jatuh hati kepadamu saat aku menemukanmu dulu apalagi saat kamu bisa berubah menjadi kurus itu kado yang terindah untukku"


"So?"


"Jadi Fifiyan intinya... aku serius sama kamu dan mau menikah denganmu setulus hatiku, jangan tinggalin aku lagi Fifiyan ... jujur aku sangat menderita saat kamu bersama dengan Alex bertahun - tahun... aku merana" rengek Hasasi mengeluarkan air mata


"Kenapa kamu merana?" tanyaku sinis


"Ya... gimana gak mau merana, wanitaku diambil laki - laki lain dan bahkan tinggal se rumah lagi, gimana gak merana coba"


"Hmm"


"Fifiyan..." gumam Hasasi memegang tanganku dengan lembut


"Kamu jangan tinggalin aku beneran ya, kamu harus menikah denganku... kamu harus janji harus menikahiku" ucap Hasasi dengan tulus dan memasangkan lagi cincin yang aku lepaskan tadi


"Apakah kamu serius Hasasi?, aku tidak mau menikah dengan laki - laki yang terpaksa menikahiku"


"Aku serius dan aku berani bersumpah untuk apapun itu"


Jujur aku sangat senang dan lega Hasasi benar - benar jatuh hati kepadaku, karena kalau laki - laki jatuh hati kepada perempuan berarti dia benar - benar takut kehilangan yang dicintainya


"Udah baikan kan kalian" ejek Steven di sebelahku


"Hehehe" tawa Hasasi senang


"Emang ya kalian itu sekali aja gak berantem dan gak musuhan kayak anak kecil gitu, kalau udah berantem mesti kecewa, nangis, kesel dan ujung - ujungnya aku juga yang nyetuin kalian" gumam Steven kesal


"Hehehe maaf atuh kak jangan marah, Fifiyan sayang kakak" gumamku memeluk Steven dengan erat


"Oke ... oke, bisa lepasin gak .. kamu memelukku terlalu kuat bikin ku susah buat nafas" gumam Steven


"Hehehe maafin kakak"


"Mmm oh ya Hasasi, bagaimana persiapanmu?"


"Beres... tenang aja"

__ADS_1


"Kapan beraksinya?"


"Tunggu waktu aja" gumam Hasasi


"Jadi bagaimana keterangan tahananmu?"tanya Hasasi kepada Steven sambil memegang tangaku dengan lembut


"Ya, seperti dugaan kita sebelumnya... target dia merebut Fifiyan terus membunuhmu dan mengambil alih perusahaanmu sekalian memusnahkan perkumpulanmu dengan bantuan Alex"


"Mau memusnahkan perkumpulanku?, seberapa hebat perkumpulan Alex... tidak ada apa - apanya" ucap Hasasi dingin


"Hahaha tidak tahu masalah itu sih, yang penting kamu bisa mempersiapkan dengan matang bisalah diatur"


"Itu sih sudah pasti, tenang aja"


"Ehheeemm.... please ya kalian berdua ada aku ditengah- tengah kalian dan aku tidak mengerti apa yang sedang kalian berdua katakan" gumamku kesal


"Maaf tuan putri, kami salah" ejek Hasasi sambil mencubit hidungku dengan lembut


"Mmm kita gak ikut api unggun gitu?" gumamku


"Boleh kalau kamu mau kita ikut api unggun" gumam Hasasi menarikku berdiri


"Baiklah, kakak gak ikut?" tanyaku menatap kakak yang sedang duduk di bawah kami


"Tidak, kalian aja pergi... kakak ada urusan"


"Baiklah... mmmm tapi aku udah pakek baju kayak gini gimana?" gumamku


"Ya udah kamu ganti baju dulu, aku temani ke kamar" ucap Hasasi menarikku


"Aku pergi dulu kak" teriakku mengikuti Hasasi


"Oke... selamat bersenang - senang kalian"


Hasasi mengajakku ke kamarku, aku masuk ke kamar dan aku langsung melepas bajuku dan pergi menemui Hasasi yang menungguku di luar kamar


"Udah selesai?" tanya hasasi menatapku


Udah, kan tinggal lepas baju" gumamku


"Ya udah kita turun dulu yuk"

__ADS_1


"Ayuklah" gumamku senang dan kami berdua keluar dari villa langsung ikut kegiatan api unggun bersama orang - orang penting yang sedang menikmati api unggun dengan gembira


Selama menikmati api unggun aku tidak menemukan Cindy Wu selama aku menatapi satu persatu orang - orang uang datang di kegiatan itu. Kegiatan api unggun ini emang sangat sederhana tapi sangat mengasikkan karena malam yang dingin di hangati oleh panasnya api unggun serta ditemani pasangan tercinta di sebelahku


__ADS_2